Pemberdayaan Ibu Sebagai Strategi Penurunan Angka Pernikahan Dini

Ita Puji Lestari, Sigit Ambar Widyawati, Sri Wahyuni

Abstract


Pernikahan dini memiliki dampakpada kesehatan pasangan usia muda karena memiliki pengaruh pada tingginya angka kematian ibu. Pernikahan usia dini terjadi pada anak—anak yang secara perkembangan aspek psikologis baik perkembangan psikologis fisik, aspek perkembangan psikologis kognitif dan psikologi emosi anak yang rentan dalam artian belum cukup usia dan belum dewasa tidak diperbolehkan menikah dibawah umur.Salah satu upaya pencegahan pernikahan dini adalah optimalisasi peran orang tua khususnya Ibu, selama ini pemberdayaan belum dioptimalkan pada aspek ini sehingga penanganan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh pernikahan dini belum mendapat perhatian khusus. Berdasarkan konsep penanganan kesehatan, bahwa terabaikannya permasalahan disebabkan oleh ketidaktahuan, ketidakmampuan dan ketidakmauan, maka kegiatan pengabdian ini dilaksanakan.

Peran serta perguruan tinggi Universitas Ngudi Waluyo dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi salah satunya pengabdian masyarakat, sehingga dapat mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga dapat mengenal, mengetahui dan merasakan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga ditemukan permasalahan terkait dengan kesehatan reproduksi remaja.

Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini pada tahap pertama didapatkan peningkatan pengetahuan tentang penyebab terjadinya pernikahan dini sebanayak 100% dari peserta pengabdian. Pada tahap kedua yang memiliki peningkatan pengetahuan tentang dampak dan risiko dari pernikahan dini sebanyak 95,83%. Pada tahap ketiga dihasilkan peningkatan pengetahuan pada peserta pengadian tentang cara untuk encegah supaya tidak terjadipernikahan dini sebanyak 95,83 %.

Dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pernikahan dini baik kepada orang tua maupun pada remaja maka kegiatan serupa perlu dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan terutama mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dan edukasi kepada orang tua dalam hal memberikan pola asuh yang baik kepada anak-anaknya.

                                                                                                                                            

Kata kunci: Peran Ibu, Pernikahan Dini 

Full Text:

PDF

References


Green, L., 1983, Notoatmodjo,S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, FKM,UI,Jakarta

Hasibuan, Rachma dan Sardjana Atmadja, 2006, Strategi Pembinaan Kesehatan Reproduksi Anak Usia Pendidikan Dasar, Jurnal Pendidikan dasar, Vol, 7 No.1, 2006 : 14-18 (htttp://ejournal.unud.ac.id/abstrak/transpormasi%20sosial.pdf

Manuaba ,Ida dkk.2009.Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita edisi 2 . Jakarta : Katalog Dalam Terbitan

Muhammad Fauzil Adhim, 2002. Indahnya Pernikahan Dini. Jakarta: PT Lingkar Pena.

Pernikahan Usia Dini dan Permasalahannya. Available from: https://www.researchgate.net/publication/312404515_Pernikahan_Usia_Dini_dan_Permasalahannya [accessed Oct 05 2018].

Rostikawati, Rin, Sri Pangestuti dan Eri Wahyuningsih.2014. Peran Pusat Informasi Dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (Pik-Krr) Terhadap Pemberdayaan Remaja. Spirit Publik. Vol.9 Nomor 1: 77 – 88, Oktober 2014. (30 Desember 2017)

Poltekkes Kemeskes Ternare. Kesehatan Reproduksi Remaja (11 Oktober 2017)

Kaplan S. 1988. Health Behaviour, Gochman DS, Newyork: Plenum Press

Simon Sili Saban. 2002. Determinan Perilaku Berisiko HIV/AIDS di kalangan Remaja Tidak Kawin Usia 15-24 tahun: Sebuah Analisis Data Sekunder hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) 2002-2003, Thesis S2,

Felly Philipus Senewe dkk. 2009. Status Kesehatan Remaja Di Indonesia, analisis lanjut data Riskesdas 2007. Puslit Ekologi dan Status Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan, Depkes RI, Jakarta

Dien G. Nursal. 2008. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Murid SMU Negeri Di Kota Padang Tahun 2007, Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. II/No. 2/Maret 2008-September (p.175-180)

BPS, BKKBN, KEMKES, MEASURE DHS, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012: Kesehatan Reproduksi Remaja, Laporan Pendahuluan, Februari 2013. Hal. 13

Hartono, Djoko; Daliyo; Raharjo, Yulfita, 1997. Studi Aspek Sosial dan Perilaku AIDS di Merauke. Puslitbang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Indonesia, Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI)

Damayanti, Rita dan Nick G. Dharmaputra, eds. 2003. A Survey of Papuan Teenagers 2003: Qualitative Baseline Data Collection for Intervention Aimed at Reducing HIV Vulnerability of Young People in Papua Province. Center for Health Research, University of Indonesia dan UNICEF.

Wilopo, Siswanto Agus, dikutip dari Semiloka Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Kerjasama BKKBN Sulawesi Tenggara, Fatayat Nahdatul Ulama, Aisyiyah dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara tahun 2004

Benita, Nydia Rena, 2012. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Siswa SMP Kristen Gergaji, Skripsi. Program Pendidikan Sarjana Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Promosi Kesehatan dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta

Fitriani, 2011. Promosi Kesehatan, Edisi Pertama, Graha Ilmu. Yogyakarta

Ismoyo, 2009. Kompetensi Promotor dan Pendidik Kesehatan Dalam IntervensiPusat Promosi Kesehatan, Kemkes RI, Jakarta

Hull, TH, Hasmi, E, Widyantoro, N. 2004. Peer Educator Initiatives for Adolescence Reproductive Health Projects in Indonesia. Reprod Health Matters; 12 (23): 29-39

Hurlock, Elizabeth B, 1991. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga


Refbacks

  • There are currently no refbacks.