HASIL BELAJAR MENGKAFANI JENAZAH MATERI PRAKTIK PENYELENGGARAAN JENAZAH KELAS XI IPS 3 SMAN 1 CEPIRING MELALUI METODE DEMONSTRASI

Authors

  • SITI ALIYAH

DOI:

https://doi.org/10.35473/dwijaloka.v2i3.1254

Abstract

Hasil belajar Mengkafani Jenazah materi praktik penyelenggaraan jenazah berdasarkan hasil observasi didapati masih rendah hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya kemampuan siswa dalam menalar pola serta penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat sehingga pembelajaran kurang berjalan dengan maksimal dan optimal. Oleh karena itu penting dilakukan perbaikan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pembelajaran metode demonstrasi dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yang dilaksanakan dalam dua siklus dimana tiap-tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Cepiring yang berjumlah 35 orang, yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 23 orang perempuan. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa yang berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data aktivitas guru dan data aktivitas siswa diperoleh melalui obsevasi yang direkamkan pada lembar observasi serta data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes tertulis berupa evaluasi hasil kerja siswa dan evaluasi akhir dan formatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan metode demonstrasi. Oleh karena itu disarankan kepada guru, agar secara bertahap dan berkesinambungan mengkaji pola dan strategi pembelajaran yang tepat dalam upaya perbaikan proses dan hasil pembelajaran dimana salah satunya adalah metode demonstrasi yang telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Mengkafani Jenazah, Metode Demonstrasi

References

Am, S. (2011). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Arief, A. (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi pendidikan islam. Ciputat Pers.

Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar Evaluasi pendidikan Edisi Ke-2. Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Nasional Standar Pendidikan. (2009). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Pasal 31 tentang Pendidikan. Surabaya: Wacana Intelektual.

Badan Nasional Standar Pendidikan. (2009). Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Surabaya: Wacana Intelektual

Dalle, J. (2010). Metodologi umum penyelidikan reka bentuk bertokok penilaian dalaman dan luaran: Kajian kes sistem pendaftaran siswa Indonesia (Doctoral dissertation, Universiti Utara Malaysia).

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2010). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2006). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 46.

Popham, W. J. & Baker, E. L. (2003). Teknik mengajar secara sistematis.

Kementerian Agama Islam (2014), Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kunandar, S. P., & Si, M. (2008). langkah mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai pengembangan profesi guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sardiman. (2008). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sanjaya, W. (2009). Perencanaan dan desain sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran berorientasi standar proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Semiawan, C. (2008). Belajar dan pembelajaran pra sekolah dan sekolah dasar., Jakarta: PT. Macanan Jaya Cemerlang.

Sudjana, N., & Suwariyah, W. (1991). Model-model mengajar CBSA. CV. Sinar Bandung.

Asnawir, B. U., & Usman, M. B. (2002). Media pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.

Published

2021-11-08