Pengaruh Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian ISPA pada Balita

Authors

  • Haryani Haryani STIKES YARSI Mataram
  • Zurriyatun Thoyibah STIKES YARSI Mataram
  • Sri Hardiani STIKES YARSI Mataram
  • Zuhratul Hajri

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijm.v4i2.859

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems in developing countries because of the high morbidity and mortality due to ARI in children under five. ARI is included in the top 10 disease category in NTB with the highest number of visits, namely 174,213. There are 3 risk factors for ARI, namely environmental factors, individual child factors and behavioral factors. Behavioral factors can be changed by increasing knowledge through health education. This study aims to determine the effect of health education on the physical environment of the house on the incidence of ARI in toddlers. The research design used was pre-experiment with the One Group Pretest-Posttest Design approach. The population in this study were all mothers who have toddlers aged 0-59 months with a sample size of 20 people obtained using purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire and observation sheet.Data analysis using Paired T-Test. The results showed the total score before being given health education was a mean of 4.2500 with a standard deviation of 0.96655 and a p-value of 0.000 and the incidence of ARI was 20 people (100%). While the total score after being given health education was a mean of 6.3000 with a standard deviation of 1.12858 and a p-value of 0.000 and the incidence of ARI was 7 people (35%). Based on these results, it can be concluded that there is an effect of health education on the physical environment of the house on the incidence of ARI in children under five in the work area of the Ampenan Community Health Center, Ampenan Village, Karang Ujung Environment.

Abstrak

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang karena tingginya angka kesakitan dan kematian akibat ISPA pada balita. Penyakit ISPA masuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak di NTB dengan jumlah kunjungan tertinggi yaitu 174.213. Terdapat 3 faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak dan faktor perilaku. Faktor perilaku dapat diubah dengan peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental designs dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Kelurahan Ampenan Lingkungan Karang Ujung, Kota Mataram. pada 8 Maret – 15 Mei 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita berusia 0-59 bulan dengan jumlah sampel 20 orang yang didapat menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Paired T-Test. Hail penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari sebelum diberikannya pendidikan kesehatan dan setelah ddiberikannya pendidikan kesehatan engan kejadian ISPA pada balita dengan hasil  yaitu dari kejadian ISPA sebanyak 20 orang (100%) menjadi  sebanyak 7 orang (35%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ampenan Lingkungan Karang Ujung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi (2012). Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Anak Balita di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012. Thesis Kesehatan Masyarakat Program Studi Epidemiologi Universitas Indonesia

Bee et all (2014). Hubungan Antara Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2014. Manado: Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Catiyas (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Tahun 2012. Skripsi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Dharma (2011). Metodelogi Penelitian Keperawatan: Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. TIM : Jakarta

Dinas Kesehatan Provinsi NTB (2020). Laporan Program Pengendalian ISPA Provinsi NTB Usia 0-4 Tahun Tahun 2018-2020. DIKES NTB : 2020

Fillacano (2013). Hubungan Lingkungan dalam Rumah Terhadap ISPA pada Balita di Kelurahan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2013. Skripsi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Hutapea et all (2013). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Nelayan Dengan Keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Lingkungan Pintu Angin Kelurahan Sibolga Hilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga Tahun 2013. Sumatera Utara: Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Departemen Kesehatan Lingkungan

Kemenkes RI (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah. Kemenkes RI: Jakarta

Kemenkes RI (2012). Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Kemenkes RI: Jakarta

Kemenkes RI (2015). Situasi Kesehatan Anak Balita di Indonesia. Kemenkes RI: Jakarta

Kunoli (2013). Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. TIM: Jakarta

Mariza dan Trisnawati (2015).Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya ISPA Pada Bayi (1-12 Bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Tahun 2013. Vol 1, No 2, Juli 2015: 57-62

Maryunani (2013). Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. TIM: Jakarta

Milo et all (2015). Hubungan Kebiasaan Merokok di dalam Rumah dengan Kejadian ISPA pada Anak Umur 1-5 Tahun di Puskesmas Sario Kota Manado. Vol. 3 No.2

Nursalam (2013). Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika: Jakarta

Riskesdas (2018) Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Shelov (2004). Panduan Lengkap Perawatan Untuk Bayi dan Balita. Arcan: Jakarta

Soolani et all (2013). Hubungan Antara Faktor Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) Pada Balita di Kelurahan Malalayang 1 Kota Manado. Manado: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

Supit et all (2016). Hubungan Antara Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Desa Talawaan Atas dan Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.Vol. 5 No. 2 MEI 2016 ISSN 2302 – 2493 (259-265)

Suryani et all (2015). Hubungan Lingkungan Fisik dan Tindakan Penduduk dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Vol. 4, No. 1 (157-167)

Suyono, Budiman. 2010. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. EGC: Jakarta.

Downloads

Published

2021-11-02

How to Cite

Haryani, H., Thoyibah, Z., Hardiani, S., & Hajri, Z. (2021). Pengaruh Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian ISPA pada Balita. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(2), 140–149. https://doi.org/10.35473/ijm.v4i2.859