Analisis Kebutuhan dan Desain Model Sistem Informasi Skrining Resep Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kotagede I

Anis Febri Nilan Sari, Puji Handayani Putri

Abstract


ABSTRAK

Medication error merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang paling banyak menimbulkan dampak bagi keselamatan pasien. Salah satu medication error yaitu prescribing error yang terjadi karena skrining resep yang dilakukan farmasi belum berjalan maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis permasalahan dan studi kelayakan dengan metode PIECES (performance, information, economic, control, efficiency dan service). Tahap analisis kebutuhan dilakukan dengan pengumpulan data berupa wawancara dan observasi secara langsung terkait proses pelayanan resep yang dilakukan di Puskesmas Kotagede 1.  Pengembangan sistem informasi manajemen skrining resep menggunakan model prototyping dimulai dari analisis kebutuhan, desain sistem dan implementasi sistem. Desain sistem menggunakan diagram konteks, Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Data (ERD). Data yang diambil meliputi data resep bulan Agustus sampai Oktober 2019 yang digunakan sebagai database dan melihat permasalahan dalam hal skrining resep. Berdasarkan hasil skrining resep bulan Agustus - Desember 2019 bahwa skrining klinis merupakan proses yang masih belum optimal dilakukan. Pengembangan sistem informasi skrining resep yang dilakukan di Instalasi farmasi rawat jalan Puskesmas Kotagede saat ini masih dengan cara manual. Skrining resep dengan cara manual membutuhkan waktu yang cukup lama dalam melakukan skrining dan angka kejadian error lebih tinggi sehingga masih sering terjadi kesalahan pengobatan. Penggunaan sistem informasi manajemen skrining resep dapat membantu tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep rawat jalan sehingga waktu tunggu pasien menjadi lebih cepat dan tepat.

Kata kunci : Skring resep, PIECES, Rawat Jalan, Puskesmas

Medication error is one of the health problems that most causes an impact on patient safety. One of the medication errors is prescribing errors that occur because prescription screening is not done optimally. The purpose of this study is to conduct a problem analysis and service study using the PIECES method. Making the prescription screening information system method is the result of analyzing the problems and needs that are in accordance with the needs of the Kotagede Health Center I. The research method using the prototype method starts from the needs analysis, system design and system implementation. The data taken includes prescription data from August to October 2019 which is used as a database and looks at problems in prescription screening. Interviews were conducted with the PIECES method and made system design using context diagrams, Data Flow Diagrams (DFD) and Entity Relationship Data (ERD). This study uses data from interviews and observations of prescription screening at the Kotagede I Public Health Center. Based on the results of prescription screening in August-December 2019 that clinical screening is a process that is still not optimal. The use of the PIECES method in making the system can help pharmacy in prescribing outpatient services so that patient waiting times become faster and more precise.

Keywords: Screening recipe, PIECES, Outpatient, Community Health Center


Full Text:

PDF

References


Aronson, J. K. (2009). Medication errors: Definitions and classification. British Journal of Clinical Pharmacology, 67(6), 599–604. https://doi.org/10.1111/j.1365-2125.2009.03415.x

Fatta, H. Al. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta.

Hartono, J. (2013). Sistem Teknologi Informasi Bisnis: Pendekatan Strategis. Penerbit Salemba Empat: Jakarta.

J.B Suharjo B, & Cahyono. (2012). Membangun Budaya Keselamatan Pasien dalam Praktek Kedokteran. Yogyakarta : Kanisius.

Kesehatan, M. (2016a). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Kesehatan, M. (2016b). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. 123–130.

Malaysia, P. S. D. M. of H. (2016). Guide to Good Dispensing Practice. Guide to Good Dispensing Practice, 1952(Revised 1989), 1–24.

Marakas, G. M., & O’Brien, J. A. (2005). Pengantar Sistem Informasi Perseptif Bisnis dan Manajerial. Salemba : Jakarta.

Mulyanto. (2009). Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Pan, S. D., Zhu, L. L., Chen, M., Xia, P., & Zhou, Q. (2016). Weight based dosing in medication use: What should we know? Dove Press Journal : Patient Preference and Adherence, 10, 549–560. https://doi.org/10.2147/PPA.S103156

Perwitasari, D. A., Abror, J., & Wahyuningsih, I. (2010). Medication errors in outpatients of a government hospital in Yogyakarta Indonesia. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 1(1), 8–10.

Ring, J., Beyer, K., Biedermann, T., Bircher, A., Duda, D., Fischer, J., … Brockow, K. (2014). Guideline for acute therapy and management of anaphylaxis. Allergo Journal International, 23(3), 96–112. https://doi.org/10.1007/s40629-014-0009-1

Saud, N. P., Kapalawi, I., & Nour, H. N. B. (2013). Analisis Kebutuhan Pengembangan Sistem Informasi Rawat Jalan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Tahhun 2013. 1–11.

Silberschatz, A., Korth, H. F., & Sudarshan, S. (2019). Database System Concepts (7th. edition). In McGraw Hill. https://doi.org/10.1145/253671.253760




DOI: http://dx.doi.org/10.35473/ijpnp.v3i2.543

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.