Studi Tentang Pewarna Alam Batik Mangrove di Kampung Malon Gunungpati Semarang

Authors

  • EKA MARDIYANTI FKP
  • Noor Laila Ramadhani

Abstract

ABSTRAK

Kampung Malon Gunungpati kota Semarang mempunyai kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimanfaatkan untuk menunjang suatu usaha batik di Kampung Malon. Batik dengan menggunakan pewarna alam serta motif yang unik menjadi ciri khas Batik Alam Malon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor yang menjadikan motif batik Malon tidak monoton dan hambatan dalam pembuatan batik mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembuatan motif batik di Salma Batik Kampung Malon dengan memanfaatkan alam dan gambaran umum kampung Malon dengan tujuan untuk mengangkat kampung Malon sebagai kearifan lokal yang di tuangkan dalam bentuk motif batik. Hambatan dalam pembuatan batik mangrove yaitu penggunaan tanaman mangrove yang terjangkau sehingga mengharuskan untuk membeli dari luar wilayah kampung Malon serta faktor cuaca dalam proses penjemuran dan proses pencelupan warna dengan menggunakan pewarna alam yang dilakukan secara berulang-ulang menjadikan harga batik dengan menggunakan pewarna alam jauh lebih mahal dibandingkan dengan batik dengan pewarna sintetis.

 

Kata Kunci: Batik, Mangrove, Pewarna Alam

Downloads

Published

2024-07-02

Issue

Section

Articles