Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Buah Bit dalam Upaya Mengurangi Resiko Anemia pada Ibu PKK Kelurahan Candirejo

Authors

  • Rini Susanti Universitas Ngudi Waluyo
  • Kartika Sari Universitas Ngudi Waluyo
  • Jatmiko Susilo Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijce.v7i2.4433

Keywords:

Anemia, Buah Bit.

Abstract

Anemia is a condition in which the hemoglobin (Hb) level in the blood is lower than normal as a result of a deficiency of one or more essential nutrients. Currently, anemia is one of the most common and difficult nutritional problems throughout the world, both in developing and developed countries. Anemia can be experienced by all age groups, especially teenagers. Beetroot can help overcome anemia because it contains iron, vitamin C, and folic acid needed for the formation of red blood cells. The benefits of beetroot for anemia include: helping to increase hemoglobin levels in the blood, maintaining health, normalizing low blood pressure, preventing inflammation of blood vessels, preventing birth defects, preventing hypertension and stroke, cleansing the intestines, reducing kidney stones, improving menstrual problems. How to consume beetroot: Drink beetroot juice once a day as much as 250ml, for 7 days to overcome anemia. It can also be combined with beetroot and honey. The goal is to increase knowledge about anemia and the benefits of beetroot. The PKM program implementation method uses a participatory approach, meaning that fostered partners will be actively involved in every stage and coaching activity that will be carried out through health education which is then continued with the implementation of daily habits by mothers and families. To analyze the level of participant understanding, pre- and post-test questionnaires were used. The pre-test results showed that 12 mothers (60%) had poor knowledge and 8 mothers (40%) had good knowledge. The post-test results showed that the majority of mothers had good knowledge, 15 mothers (75%) had good knowledge and 5 mothers (25%) had poor knowledge. The implementation of this PKM activity was very effective and beneficial in increasing the knowledge and understanding of PKK mothers about anemia and its management.

ABSTRAK

Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal sebagai akibat dari kekurangan satu atau lebih zat gizi esensial. Saat ini anemia merupakan salah satu masalah gizi yang paling umum dan sulit diatasi di seluruh dunia baik negara berkembang maupun negara maju. Kejadian anemia dapat dialami oleh semua kelompok umur terutama remaja. Buah bit dapat membantu mengatasi anemia karena mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Manfaat buah bit untuk anemia antara lain : membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah, menjaga Kesehatan, menormalkan tekanan darah rendah, mencegah peradangan pembuluh darah, mencegah cacat lahir, mencegah hipertensi dan stroke, membersihkan usus, mengurangi batu ginjal, memperbaiki masalah menstruasi. Cara mengonsumsi buah bit yaitu Minum jus buah bit 1 kali/ hari sebanyak 250ml, selama 7 hari untuk mengatasi terjadinya anemia. Bisa juga dikombinasikan buah bit dan madu. Meskipun Buah Bit berpotensi, pengetahuan WUS tentang pemanfaatan dan pengolahan Buah Bit sebagai penambah darah masih minim di wilayah mitra. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan tentang  anemia dan  pemanfaatan buah Bit. Metode pelaksanaan program PKM dengan metode pendekatan partisipatif, artinya mitra binaan akan secara aktif dilibatkan dalam setiap tahapan dan kegiatan pembinaan yang akan dilakukan melalui pendidikan kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan penerapan kebiasaan sehari-hari oleh ibu serta keluarga. Untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta digunakan kuesioner pre dan post test. Hasil pre test di dapatkan hasil bahwa 12 orang ibu (60%) memiliki pengetahuan yang kurang dan 8 orang ibu (40%) memiliki pengetahuan baik sedangkan hasil post test didapatkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik sejumlah 15 orang (75%) dan  5 orang ibu (25 %) memiliki pengetahuan kurang. Penyelenggaraan kegiatan PKM ini sangat efektif dan bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu PKK  tentang anemia dan penatalaksanaannya

References

Afif T. (2017). Analysis of Benefits of Plant Cultivation Producing Substance Sweetener (sugar) Bit (Beta vulgaris, L) Organic Farming, Munich. Munich Personal RePEc Archive, Https://Mpra.Ub.Uni-Muenchen.de/82987/.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang. (2022). Profil Kesehatan Kabupaten Semarang 2022.

Chaparro CM, & S. P. (2019). Anemia epidemiology, pathophysiology, and etiology in low-and middle-income countries. Ann. N. Y. Acad. Sci. ;1450(1):15–31.

Indhumathi & Kannikaparameswari K. (2012). Hematopoietic study of the methanolic root extract of Beta vulgaris on albino rats-an in vivo study. Int J Pharm Biol Sci. ;3(4):1005-15.

Kavitha, R. , Nay, M. M. T. S. , Adel, A. A. M. , Ahmed, M. M. G. , Anja, K. , Heidi, R., et al. (2013). Impact of processing of red beet on betalain content and antioxidant activity. Food Research International, 50, 670–675.

Kemenkes RI. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. 1–674.

Kinyoki D, Osgood-Zimmerman AE, Bhattacharjee NV, et al. (2021). Anemia prevalence in women of reproductive age in low- and middle-income countries between 2000 and 2018. Nat. Med. ;27(10):1761–1782.

Lotfi M, Azizi M, Tahmasbi W, B. P. T. (2018). The Effects of Consuming 6 Weeks of Beetroot Juice (Beta vulgaris L.) on Hematological Parameters in Female Soccer Players. J Kermanshah Univ Med Sci.;22(3):E82300.

Masfiah S, Maqfiroch AFA, Rubai WL, et al. (2021). Prevalence and determinants of anemia among adolescent girls: A school-based survey in Central Java, Indonesia. Glob. J. Health Sci. 2021;13(3):1–37.

Percy L, Mansour D, F. I. (2017). Iron deficiency and iron deficiency anaemia in women. Best Pract. Res. Clin. Obstet. Gynaecol. ;40:55–67.

Punia Bangar, S., Sharma, N., Sanwal, N., Lorenzo, J. M., & Sahu, J. K. (2022). Bioactive potential of beetroot (Beta vulgaris). Food Research International (Ottawa, Ont.), 158, 111556.

Safiri S, Kolahi AA, Noori M, D. (2021). Beban anemia dan penyebab mendasarnya di 204 negara dan wilayah, 1990–2019: Hasil dari Studi Beban Penyakit Global 2019. J. Hematol. Oncol. ; 14 (1):1–16.

WHO. (2021a). Anaemia. Overview. acced from: https://www.who.int/health-topics/anaemia#tab=tab_1.

WHO. (2023). Fact sheets—Malnutrition.

WHO, O. (2021c). Prevalence of Anaemia in Women and Children.

Widayati, W., & Afriyanii, L. D. (2018). Faktor yang Berhubungan dengan Anemia di Wilayah Kerja Kelurahan Candirejo Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Indonesian Journal of Midwifery 1(1).

Wirth JP, Woodruff BA, Engle-Stone R, et al. (2017). Predictors of anemia in women of reproductive age: Biomarkers Reflecting Inflammation and Nutritional Determinants of Anemia (BRINDA) project. Am. J. Clin. Nutr.;106(Suppl 1):416S–427S.

Zamani, H., de Joode, M. E. J. R., Hossein, I. J., Henckens, N. F. T., Guggeis, M. A., Berends, J. E., et al. (2021). The benefits and risks of beetroot juice consumption: a systematic review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 61(5), 788–804

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Rini Susanti, Sari, K., & Jatmiko Susilo. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Buah Bit dalam Upaya Mengurangi Resiko Anemia pada Ibu PKK Kelurahan Candirejo. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 7(2), 192–198. https://doi.org/10.35473/ijce.v7i2.4433