Optimalisasi Basic Life Support bagi Pelajar dalam Upaya Kesiapan Kedaruratan di Lingkungan Sekolah

Authors

  • Dewi Siyamti Universitas Ngudi Waluyo
  • Maksum Universitas Ngudi Waluyo
  • Tri Susilo Universitas Ngudi Waluyo
  • Joyo Minardo Universitas Ngudi Waluyo
  • Eka Adimayanti Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijce.v7i2.4598

Keywords:

Basic Life Support, Student, Emergency

Abstract

Emergency conditions involving respiratory arrest and cardiac arrest which require prompt and accurate intervention to save the victim’s life and help for stabilization until advanced medical assistance arrives or the patient transferred to an appropriate healthcare facility. The general public can contribute by giving basic life support (BLS). To ensure that these lifesaving principles are applied correctly, education and training on basic life support and victim transport evacuation are essential. Students of SMK Kesehatan Darussalam Bergas, Semarang Regency, represent a potential group to receive training in BLS and emergency transport evacuation. The goal of this community service was to improve participants’ knowledge and skills in giving BLS and victim transport during emergency situations. The training was conducted over two days using lectures, discussions, demonstrations, and role play methods. Result which shown from pre-test and post-test assessment indicated a significant improvement in participants’ knowledge and skills regarding BLS and victim transport evacuation form 7,48%  increase  to 82,24%  for  good knowledge. Continuous education and training BLS and emergency transport are crucial foundations for effective emergency management.

 

ABSTRAK

Kondisi kegawatdaruratan henti nafas dan henti jantung mengharuskan pertolongan diberikan dengan tepat dan akurat sehingga dapat menyelamatkan korban serta membantu stabilisasi sampai pertolongan datang atau sampai ke fasilitas kesehatan yang memadai. Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara umum yaitu memberikan bantuan hidup dasar. Agar prinsip pertolongan dapat diberikan dengan benar dan tepat diperlukan edukasi dan pelatihan tentang hidup dasar dan evakuasi transport korban. Siswa-siswi SMK Kesehatan Darussalam Bergas Kabupaten Semarang merupakan pelajar yang potensial untuk diberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dan evakuasi transport korban. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan BHD serta evakuasi transport korban pada kondisi kegawatdaruratan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan role play selama dua hari. Hasil pre tes dan pos tes pelatihan dan edukasi selama dua hari tentang BHD dan evakuasi transport menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu meningkat dari 7,48% untuk pengetahuan baik menjadi 82,24%. Edukasi dan pelatihan secara berkesinambungan tentang BHD dan evakuasi transport perlu dilakukan sebagai dasar dalam penanganan kegawatdaruratan.

References

American Heart Association. (2020). American Heart Association Guidleines for CPR and ECC Book. Fokus utama Pedoman American Heart Association 2020 untuk CPR dan ECC

Aini, D. N., Kustriyani, M., & Arifianto. (2019). PKM Pelatihan Pertolongan Pertama dalam Gawat Darurat pada Orang Awam. Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 1(2), 34–38.

Berbah, K., Ghozali, M. T., Nugraheni, T. P., Halimatussa, S., Yogyakarta, U. M., Tinggi, S., Kesehatan, I., Wonosobo, M., Tengah, J., & Korespondensi, P. (2023). Pelatihan Dasar Manajemen Bantuan Hidup Dasar ( BHD ) Karang Taruna Dusun Sribit dan Sekarsuli , Kapanewon Berbah , Sleman , Yogyakarta. Jurnal Surya Masyarakat, 5(2), 244–249.

Purnomo, E., Nur, A., Pulungan, Z. S. A., & Nasir, A. (2021). Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Penanganan Tersedak Pada Siswa SMA Hidup Dasar Serta. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 14(1), 42–48.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Siyamti, D. ., Maksum, Tri Susilo, Joyo Minardo, & Eka Adimayanti. (2025). Optimalisasi Basic Life Support bagi Pelajar dalam Upaya Kesiapan Kedaruratan di Lingkungan Sekolah. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 7(2), 267–272. https://doi.org/10.35473/ijce.v7i2.4598