Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pijat Bayi untuk Menstimulasi Pertumbuhan Bayi

Authors

  • Natalia Devi Oktarina Universitas Ngudi Waluyo
  • Siti Haryani Universitas Ngudi Waluyo
  • Untari Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijce.v7i2.4611

Keywords:

kader posyandu, pijat bayi, pelatihan, tumbuh kembang bayi

Abstract

Integrated Service Post (Posyandu) cadres play a crucial role in monitoring infant growth and development in the community. One form of stimulation that can be provided is infant massage, which has been proven to be beneficial in supporting optimal infant growth and development. However, many cadres still lack adequate knowledge and skills regarding proper infant massage techniques. This community service activity aims to improve Posyandu cadres' knowledge of infant massage through training. Methods used included lectures, demonstrations, and hands-on practice using baby dolls. A total of 33 Posyandu cadres participated in the training, and knowledge was measured before and after the training using questionnaires. The results showed that the infant massage training was effective in increasing Posyandu cadres' knowledge about the benefits and techniques of infant massage as a form of stimulating infant growth and development, with an average increase of 8.63 points compared to the pre-training average of 5.84. It is hoped that this activity will be sustainable so that cadres can become agents of education for the community in efforts to improve child health at the community level.

 

ABSTRAK

Kader posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi di masyarakat. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat dilakukan adalah pijat bayi, yang terbukti bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Namun, masih banyak kader yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang teknik pijat bayi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai pijat bayi melalui kegiatan pelatihan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dengan media boneka bayi. Sebanyak 33 kader posyandu mengikuti pelatihan dan dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pijat bayi efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai manfaat dan teknik pijat bayi sebagai bentuk stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi, peningkatan rata-rata 8,63 dibandingkan sebelum diberikan pelatihan yakni rata-rata 5,84. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga kader mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan anak di tingkat komunitas.

References

Hidayat, A. A. A. (2014). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: SalembaMedika.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Buku Panduan Kader Posyandu. Jakarta: Kemenkes RI.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Roesli, U. (2013). Pedoman Pijat Bayi Prematur dan Bayi Usia 0–3 Bulan. Jakarta: Pustaka Bunda.

Sari, D. N., & Widyaningsih, N. (2020). Pelatihan pijat bayi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam stimulasi tumbuh kembang bayi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 2(1), 45–52.

Setyaningsih, R., & Lestari, P. (2021). Pemberdayaan kader posyandu dalam pelatihan pijat bayi untuk meningkatkan stimulasi tumbuh kembang. Jurnal Abdimas Kesehatan, 3(2), 78–86.

World Health Organization (WHO). (2018). Infant and Young Child Development: Stimulation and Care Guidelines. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Oktarina, N. D., Siti Haryani, & Untari. (2025). Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pijat Bayi untuk Menstimulasi Pertumbuhan Bayi. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 7(2), 314–319. https://doi.org/10.35473/ijce.v7i2.4611