SIGIMA (Sistem Informasi Sehat Jiwa Remaja): Upaya Deteksi Dini Kesehatan Mental Berbasis Digital pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.35473/ijce.v8i1.5036Keywords:
Kesehatan Mental, Remaja, SIGIMAAbstract
School-age adolescents, particularly those in vocational high schools (SMK), face complex psychosocial challenges. These challenges include the demands of the academic curriculum, identity crises, peer group dynamics, and anxiety in the transition to the workforce or higher education. Therefore, a preventive, proactive, and relevant intervention is needed through the use of digital technology "SIGIMA (Adolescent Mental Health Information System): Digital-Based Early Detection of Mental Health in Adolescents." The purpose of this community service is to determine students' knowledge regarding mental health, their ability to perform screenings, and digital literacy. This community service was carried out at SMK NU with 30 students and SMK Islam Sudirman Ungaran with 35 students. The stages of this community service include Preparation of Digital-based Psychoeducational Materials, Mental Health Screening Activities for adolescents, Implementation of Psychoeducation on mental health in adolescents, Healthy Digital Literacy for Adolescents, Teacher Mentoring and Utilization of Animated Videos, and the evaluation stage. The results of the community service obtained the results of student knowledge before mental health education increased from 18% to 82% after education. The results of students undergoing mental health screenings showed that both schools did not experience anxiety with 26 students at SMK NU, and 28 students at SMK Islam Sudirman. It is recommended for students to regularly carry out mental health screenings so that their psychological well-being can continue to improve.
ABSTRAK
Remaja usia sekolah khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dihadapkan pada beban psikososial yang kompleks. Beban tersebut mencakup tuntutan kurikulum akademik, krisis identitas, dinamika peer group (teman sebaya), hingga kecemasan dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja atau pendidikan tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan intervensi bersifat preventif, proaktif, dan relevan melalui pemanfaatan teknologi digital "SIGIMA (Sistem Informasi Sehat Jiwa Remaja): Upaya Deteksi Dini Kesehatan Mental Berbasis Digital pada Remaja. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui pengetahuan siswa terkait kesehatan mental, kemampuan siswa melakukan skrining, dan literasi digital. Pengabdian ini dilakukan di SMK NU sejumlah 30 siswa dan SMK Islam Sudirman Ungaran sejumlah 35 siswa. Tahapan pengabdian ini meliputi persiapan materi psikoedukasi berbasis digital, kegiatan skrining kesehatan jiwa pada remaja, pelaksanaan psikoedukasi tentang kesehatan jiwa pada remaja, literasi digital sehat untuk remaja, pendampingan guru dan pemanfaatan video animasi, dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian didapatkan hasil pengetahuan siswa sebelum edukasi kesehatan jiwa 18% meningkat menjadi 82% sesudah edukasi. Hasil siswa melakukan skrining kesehatan mental didapatkan kedua sekolah ini tidak mengalami kecemasan sejumlah 26 siswa di SMK NU, dan 28 siswa di SMK Islam Sudirman. Saran bagi siswa untuk rutin melakukan skrining kesehatan mental agar kesejahteraan psikologis siswa dapat terus ditingkatkan.
References
Alfira, N., & Pratama, R. Y. (2024). Pengaruh Psikoedukasi Berbasis Platform Digital terhadap Penurunan Stigma dan Peningkatan Literasi Kesehatan Jiwa pada Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 11(2), 145-156.
Budiarto, E., & Rahmawati, A. (2023). Deteksi Dini Depresi, Kecemasan, dan Stres pada Remaja Sekolah Menengah Pasca-Pandemi Menggunakan Platform m-Health. Jurnal Keperawatan Komunitas Indonesia, 9(1), 55-64.
Cahyani, F., & Hakim, L. (2024). Romantisasi Gangguan Mental di Media Sosial: Studi Kasus Fenomena Self-Diagnosis pada Pengguna Media Sosial Generasi Z di Indonesia. Jurnal Kajian Komunikasi dan Literasi Digital, 6(2), 22-38.
Hidayat, T., & Suryani, S. (2021). Mental Health Literacy pada Remaja Pesisir dan Perkotaan: Sebuah Analisis Komparatif serta Dampaknya Terhadap Help-Seeking Behavior. Jurnal Keperawatan Jiwa Nasional, 9(4), 889-898.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Integrasi: Profil Kesehatan Jiwa Remaja Indonesia. Badan Litbangkes RI, Jakarta.
Pratama, A. B., & Salsabila, R. (2022). Bahaya Infodemik Kesehatan Mental: Pelatihan Literasi Digital Kritis bagi Pelajar Menengah Atas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 6(1), 101-115.
Rahayu, P. D., & Susanto, A. (2024). Peningkatan e-Health Literacy pada Remaja Melalui Psikoedukasi Berbasis Sekolah: Sebuah Studi Kuasi-Eksperimental. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 7(2), 210-222.
Putri, A. K., & Lestari, S. (2024). Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Resiliensi dan Penurunan Kecemasan Remaja di Era Digital. Jurnal Psikologi Sosial dan Klinis, 12(1), 45-58.
Rahmawati, D., Budiarti, E., & Susanto, T. (2022). Transisi Pembelajaran Pasca-Pandemi dan Pengaruhnya terhadap Tingkat Kecemasan Remaja Sekolah Menengah. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 10(3), 112-124.
Santoso, H., & Yuliana, E. (2023). Dampak Beban Akademik Vokasional terhadap Tingkat Kecemasan Siswa SMK: Sebuah Tinjauan Sistematis. Jurnal Bimbingan Vokasi dan Karier, 8(2), 200-210.
Siregar, I., & Mulyana, N. (2024). Transformasi Layanan Bimbingan Konseling Berbasis Teknologi Informasi dalam Mitigasi Krisis Kesehatan Mental Siswa Kejuruan. Jurnal Psikologi Sosial dan Edukasi, 13(1), 45-57.
Siregar, I., & Mulyana, N. (2025). Membangun Help-Seeking Behavior Remaja Melalui Penguatan Jejaring Guru BK Berbasis Digital. Jurnal Psikologi Sosial, 14(1), 45-57.
World Health Organization (WHO). (2021). Adolescent Mental Health: Global Status Report and Prevention Strategies. WHO Press, Geneva.
Yamin, M., & Zein, A. (2024). Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Interaktif terhadap Tingkat Kognisi Kesehatan Reproduksi dan Jiwa Siswa. Jurnal Media Pendidikan Nusantara, 4(3), 67-79.
Widiyanti, R., Nugroho, S., & Fitriani, A. (2021). Efikasi Edukasi Literasi Digital dalam Mengurangi Perilaku Konsumsi Hoaks Kesehatan pada Siswa Kejuruan. Jurnal Psikologi Siber dan Perilaku, 4(3), 134-145

