WUS-FRESH (Wanita Usia Subur – Fluor Albus Education For Reproductive Health): Penyuluhan untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Fluor Albus

Authors

  • Anak Agung Sagung Ratu Putri Saraswati Politeknik Kesehatan Kartini Bali
  • Ni Made Padma Batiari Politeknik Kesehatan Kartini Bali
  • Kadek Sri Ariyanti Politeknik Kesehatan Kartini Bali
  • I Desak Ketut Dewi Satiawati Kurnianingsih Politeknik Kesehatan Kartini Bali
  • Luh Verra Sridyantari Politeknik Kesehatan Kartini Bali

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijce.v8i1.5055

Keywords:

WUS, fluor albus, kesehatan reproduksi, pengetahuan, penyuluhan

Abstract

Women of Childbearing Age (WUS) are a group of women aged 15–49 years who are in their active reproductive phase and are at high risk of reproductive health problems. One common problem is vaginal discharge (fluor albus). Lack of knowledge about the characteristics of normal and abnormal vaginal discharge causes many women to ignore symptoms that can indicate reproductive tract infections, sexually transmitted diseases, and even complications that can affect fertility. To increase knowledge of women of childbearing age about vaginal discharge through reproductive health education activities. The activity was carried out in several stages, including: 1) Preparation; 2) Pre-test data collection; 3) Implementation of counseling using lecture and discussion methods using flyer media; 4) Post-test data collection (evaluation). Pre-test and post-test data collection was carried out qualitatively by means of interviews regarding the material provided. The target of the activity was women of childbearing age (WUS) in Br. Batur Sari, Kesiman Kertalangu Village, Denpasar. There was an increase in WUS knowledge about fluor albus after being given education. The WUS-FRESH program not only contributes to increasing knowledge about fluor albus, but also supports promotive and preventive efforts for reproductive health. Sustainability of the program is highly recommended by involving health workers and community cadres, so that its positive impact can reach more WUS and contribute to improving the quality of reproductive health in a sustainable manner.

 

ABSTRAK

Wanita Usia Subur (WUS) merupakan kelompok perempuan berusia 15–49 tahun yang berada pada fase aktif reproduksi dan memiliki risiko tinggi terhadap masalah kesehatan reproduksi. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah fluor albus (keputihan). Kurangnya pengetahuan tentang karakteristik keputihan normal dan abnormal menyebabkan banyak wanita mengabaikan gejala yang dapat mengarah pada infeksi saluran reproduksi, penyakit menular seksual, bahkan komplikasi yang dapat memengaruhi kesuburan. Meningkatkan pengetahuan wanita usia subur mengenai fluor albus melalui kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan dalam ebebrapa tahapan, antara lain: 1) Persiapan; 2) Pengambilan data pre-test; 3) Pelaksanaan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi menggunakan media flyer; 4) Pengambilan data post-test (evaluasi). Pengambilan data pre-test dan post-test dilakukan secara kualitatif dengan cara wawancara seputar materi yang diberikan. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur (WUS) di Br. Batur Sari Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar. Terdapat peningkatan pengetahuan WUS tentang fluor albussetelah diberikan edukasi. Program WUS-FRESH tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan tentang fluor albus, tetapi juga mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi. Keberlanjutan program sangat disarankan dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader masyarakat, agar dampak positifnya dapat menjangkau lebih banyak WUS dan berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan reproduksi secara berkelanjutan.

 

References

1. Puspitaningrum EM, SiT S, Fauziah SST, Fitrianingrum NM, Elfiyani NK, Siahaan BG, et al. Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. PT. Scifintech Andrew Wijaya; 2022.

2. Mayasari AT, Febriyanti H, Primadevi I. Kesehatan reproduksi wanita di sepanjang daur kehidupan. Syiah Kuala University Press; 2021.

3. Ariyanti KS, Dewi TP, Indraswari NLA, Herliawati PA, Sariyani MD. Perilaku Pengambilan Keputusan tentang Kesehatan Ibu dan Anak dalam Tradisi Perkawinan Nyentana: Studi Kasus di Desa Gadungan Tabanan Bali. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar. 2025;20(1):28–37.

4. Priyanti S, Sulistyawati W, Syalfina AD, Irawati D. Hubungan Pendidikan Kesehatan dengan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Flour Albus di Desa Tangunan Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Hospital Majapahiy: Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Mojokerto. 2022;14(2):274–9.

5. Lante N, Suaib N, Bansu IA. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Vaginal Hygiene dengan Kejadian Keputihan Phatologis pada Wanita Usia Subur di wilayah kerja Puskesmas Rum Kota Tidore Kepulauan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI). 2023;6(5):949–55.

6. Rangkuti S, Finaliya E. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan WUS Tentang Flour Albus Di BPM Dewi Suyanti Tahun 2020. Journal of Midwifery Senior. 2021;4(2):13–24.

7. Herliawati PA, Febriyanti NMA, Sugiartini NKA, Widiastuti NMR, Adnyani NWS, Widiani NNA, et al. Penyuluhan Persiapan Menghadapi Menopause Kepada Para Ibu Tentang Bagaimana Gejala dan Cara Menghadapi Menopause. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan. 2025;4(1):1–8.

8. Sariyani MD, Wasita RRR, Wijayanti NPO, Karismayani GAM, Susanto AD, Ariyanti KS, et al. Penggunaan Media Flier dalam Penyuluhan PHBS Pada Anak di Panti Asuhan “AH” Bali Foundation. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan. 2025;4(1):64–9.

9. Ariyanti KS, Batiari NMP, Saraswati AASRP, Kencana NLPP, Kurnianingsih IDKDS. SEX EDUCATION FOR KIDS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN POSTER DI SD NEGERI 3 SERANGAN. Jurnal Abdi Insani. 2025;12(9):4828–37.

10. Nurrahma IM, Pratama BA, Kencana NLPP, Azizah A, Ariyanti KS, Sandy S, et al. Strategi Promosi Kesehatan Berbasis Komunitas: Inovasi untuk Keadilan Akses. 2025.

11. Andari AS, Priasmoro DP, Indari I. Gambaran Tingkat Kecemasan Wanita Usia Subur yang Mengalami Keputihan Patologis. Nursing Information Journal. 2023;2(2):81–9.

12. Sariyani MD, Ariyanti KS, Winangsih R, Pemayun CIM. Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tabanan Tahun 2020. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE). 2020;2(2).

13. Adilah ST, Mulyani N, Suptiani LP. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Flour Albus pada Remaja Putri Kelas XI di SMAN 1 Kota Tasikmalaya. Asian Research Midwifery and Basic Science Journal. 2025;2(1):27–36.

14. PRATIWI AR. Pengaruh video edukasi tentang keputihan terhadap pengetahuan wanita usia subur (wus) di pmb ss kota Palangka Raya.

15. Ariyanti KS, Sariyani MD, Utami LN. Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja untuk meningkatkan pengetahuan siswa di smp negeri 3 selemadeg timur. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE). 2019;1(2).

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Putri Saraswati, A. A. S. R., Batiari, N. M. P., Ariyanti, K. S., Kurnianingsih, I. D. K. D. S., & Sridyantari, L. V. (2026). WUS-FRESH (Wanita Usia Subur – Fluor Albus Education For Reproductive Health): Penyuluhan untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Fluor Albus. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 8(1), 37–43. https://doi.org/10.35473/ijce.v8i1.5055