Skrining Faktor Risiko Terjadinya Kanker Cerviks Melalui Pemeriksaan IVA Tes

Authors

  • Ernawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Kemuliaan
  • Fitria Endah Purwani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Kemuliaan
  • Huzaimah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Kemuliaan
  • Nurohmah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Kemuliaan

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijce.v8i1.5135

Keywords:

Kanker Serviks, IVA Test, Skrining Faktor Risiko, Deteksi Dini.

Abstract

Cervical cancer is a leading cause of death in women, particularly in developing countries, largely due to delayed early detection. Preventive measures through risk factor screening and early detection are crucial to reducing the incidence and mortality from cervical cancer. This community service activity aims to screen for cervical cancer risk factors through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) and to increase knowledge and awareness among women of childbearing age regarding the importance of early detection. The methods used in this activity included health education, interviews regarding risk factors, and VIA testing for women of childbearing age. The target group was women aged 20–45 attending the Maria Bunda Karmel Catholic Church in West Jakarta. The data obtained were analyzed descriptively to describe the distribution of risk factors and VIA test results. The results showed that most participants had one or more risk factors, such as early marriage, multiparity, and lack of knowledge about cervical cancer. The VIA test revealed several participants with positive results who were then referred for further examination. Furthermore, participants' knowledge increased after receiving health education. The conclusion of this activity is that screening through the VIA test is effective as an early detection method for cervical cancer in the community and can increase women's awareness of the importance of regular screenings. It is hoped that this activity can be carried out continuously to reduce the incidence of cervical cancer.

 

ABSTRAK

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, khususnya di negara berkembang, yang sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan deteksi dini. Upaya pencegahan melalui skrining faktor risiko dan deteksi dini sangat penting untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining faktor risiko terjadinya kanker serviks melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai pentingnya deteksi dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan, wawancara terkait faktor risiko, serta pemeriksaan IVA Test pada wanita usia subur sebanyak 38 orang. Sasaran kegiatan adalah wanita usia 20–45 tahun yang berada di Gereja Katolik Maria Bunda Karmel Jakarta Barat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi faktor risiko dan hasil pemeriksaan IVA. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki satu atau lebih faktor risiko, seperti usia pernikahan dini, multiparitas, dan kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks. Pemeriksaan IVA menunjukkan adanya beberapa peserta dengan hasil positif yang kemudian dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 20% setelah diberikan edukasi kesehatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah skrining melalui IVA Test efektif sebagai metode deteksi dini kanker serviks di masyarakat serta dapat meningkatkan kesadaran wanita terhadap pentingnya pemeriksaan rutin. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks.

References

World Health Organization (WHO). (2020). Global strategy to accelerate the elimination of cervical

cancer as a public health problem. Geneva: WHO.

World Health Organization (WHO). (2013). WHO guidelines for screening and treatment of

precancerous lesions for cervical cancer prevention. Geneva: WHO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata

Laksana Kanker Serviks. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes

RI.

International Agency for Research on Cancer (IARC). (2020). GLOBOCAN 2020: Cervical Cancer

Fact Sheet.

Sankaranarayanan, R., Wesley, R., et al. (2003). Visual inspection with acetic acid in the early

detection of cervical cancer and precursors. International Journal of Cancer.

Nuranna, L., & Aziz, M. F. (2018). Skrining kanker serviks dengan metode IVA di Indonesia. Jurnal

Kesehatan Reproduksi.

Arbyn, M., et al. (2020). Estimates of incidence and mortality of cervical cancer in 2018: a worldwide

analysis. The Lancet Global Health.

Dinas Kesehatan Provinsi. (2022). Laporan Program Deteksi Dini Kanker Serviks.

Wulandari, S., & Suryani, D. (2017). Faktor risiko kejadian kanker serviks pada wanita usia subur.

Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes

RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks.

Jakarta: Kemenkes RI.

International Agency for Research on Cancer. (2022). Global Cancer Observatory (GLOBOCAN)

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Ernawati, Fitria Endah Purwani, Huzaimah, & Nurohmah. (2026). Skrining Faktor Risiko Terjadinya Kanker Cerviks Melalui Pemeriksaan IVA Tes. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 8(1), 104–109. https://doi.org/10.35473/ijce.v8i1.5135