Gerakan “Smart Eating Teen" Membangun Kebiasaan Makan Sehat pada Remaja Akhir
DOI:
https://doi.org/10.35473/ijce.v8i1.5161Keywords:
smart eating, adolescents, , ultra-processed foodAbstract
ABSTRAK
Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, termasuk kebiasaan makan. Namun, rendahnya literasi gizi, tingginya konsumsi Ultra-Processed Food (UPF), serta kebiasaan melewatkan sarapan masih menjadi permasalahan utama pada remaja sekolah menengah kejuruan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pola makan sehat melalui program “Gerakan Smart Eating Teen”. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Jambu dan SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga dengan melibatkan 114 siswa kelas XI dan XII serta 7 guru pendamping. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi interaktif berbasis literasi gizi, kampanye optimalisasi pangan lokal, pemberdayaan guru sebagai health monitor, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang ditunjukkan dari kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 62 menjadi 88 pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami pentingnya pemilihan makanan sehat, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pentingnya sarapan untuk mendukung konsentrasi belajar. Keterlibatan guru juga menjadi faktor pendukung keberhasilan program dalam mengawasi perilaku konsumsi siswa secara berkelanjutan. Program “Gerakan Smart Eating Teen” terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan membangun kesadaran makan sehat pada remaja akhir di lingkungan sekolah.
Kata kunci: smart eating, remaja, literasi gizi, pola makan sehat, ultra-processed food
ABSTRACT
Adolescence is an important period in the development of healthy lifestyle behaviors, including eating habits. However, low nutritional literacy, high consumption of Ultra-Processed Food (UPF), and the habit of skipping breakfast remain major problems among vocational high school students. This community service activity aimed to improve students’ knowledge and awareness of healthy eating patterns through the “Smart Eating Teen Movement” program. The program was implemented at SMKN 1 Jambu and SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga involving 114 students from grades XI and XII and 7 accompanying teachers. The implementation methods included pre-tests, interactive nutrition literacy-based education, local food optimization campaigns, teacher empowerment as health monitors, question-and-answer sessions, and post-tests. The results showed an increase in students’ knowledge, indicated by the improvement in the average pre-test score from 62 to 88 in the post-test. In addition, students demonstrated high enthusiasm in understanding the importance of healthy food choices, limiting foods high in sugar, salt, and fat, and the importance of breakfast to support learning concentration. Teacher involvement also became a supporting factor for the success of the program in continuously monitoring students’ eating behaviors. The “Smart Eating Teen Movement” program proved effective in improving nutritional literacy and building healthy eating awareness among late adolescents in the school environment.
Keywords: smart eating, adolescents, nutritional literacy, healthy eating patterns, ultra-processed food
References
Agnesia, D. (2019). Peran Pendidikan Gizi dalam Meningkatkan Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Gizi Seimbang pada Remaja di SMA YASMU Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. 1(2), 64–76.
Arifin, S., Wati, R. M., & Biworo, A. (2025). Menu Sehat untuk Masa Depan: Edukasi Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas Remaja di Era Modern. Urnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(1), 38–46.
Dewi Anggraeni. (2024). Kolaborasi Guru dan Tenaga Kesehatan dalam Pengawasan Konsumsi Jajanan Sehat pada Anak Sekolah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–53.
Emy Leonita; Nopriadi. (2022). Edukasi Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Fadhilah Pekanbaru. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 2(3), 263–270.
Ismawati, I., & Agustin, E. A. (2025). Edukasi dan Penilaian Status Gizi pada Remaja Putri sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pejaten. 4(2), 2112–2117.
Made, N., Yulia, A., Teja, R., Wayan, N., Puspita, E., Putu, N., Kurnia, R., Ayu, K., Dewi, P., Nurtini, N. M., Eka, K., & Wardana, L. (2025). UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN STUNTING DAN SKRINING STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA PENURUNAN STUNTING DI SMKN 1 KLUNGKUNG ( Efforts To Improve Knowledge About Stunting And Screening Nutritional Status In Adolescent Females As An Efforts To Re. Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 4(2), 125–132.
Mutiara Amelia Putri. (2026). Determinan Perilaku Pola Makan Sehat Pada Remaja Menurut Teori Health Belief Model. Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 460–470.
Nugraheni, R. (2024). Program Edukasi Gizi pada Remaja Putri untuk Mencegah Stunting: Tinjauan Literatur. Jurnal Promotif Preventif, 7(3), 569–577.
Nurhasanah, S., dkk. (–110. (2023). Peran Guru dalam Mendukung Program Kesehatan Sekolah dan Kantin Sehat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(2), 102–110.
Nurul Azzahra Putri; Siti Aminah. (2022). Pengaruh Pendidikan Gizi dengan Video Animasi Terhadap Persepsi Body Image Remaja di SMK Al-Muhadjirin 2 Kesehatan Bekasi Timur. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 14(2), 107–117.
Rusilanti, N. R. (2021). Pengaruh Pelatihan Tentang Pemilihan Makanan Sehat Untuk Mencegah Terjadinya Stunting Melalui Edukasi Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri. Jurnal Kesejahteraan Keluarga Dan Pendidikan, 8(2), 175–185.
Safitri, R., & Faridi, A. (2024). Efektivitas Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMP Tentang Jajanan Sehat. Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan Dan Gizi), 3(3 SE-Artikel), 79–83. https://doi.org/10.55382/jurnalpustakapadi.v3i3.830
Simamora, A. A., Febrina Angraini Simamora, ahmad safii, Kombang Ali Yasin, & Dola Angreni. (2025). Edukasi Jajanan Sehat Pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 7(1 SE-Articles). https://doi.org/10.51933/jpma.v7i1.1952

