Korelasi Status Gizi dengan Kesesuaian Perkembangan Anak Balita Usia 12-59 Bulan Menggunakan Skrining KPSP

Correlation Of Nutritional Status With Developmental Suitability Of Toddlers Aged 12-59 Months Using Kpsp Screening

Authors

  • Luluk Dwi Masruroh Poltekkes Kemenkes Malang
  • Herawati Mansur Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijec.v8i1.4918

Keywords:

Balita; Status Gizi; Perkembanga; KPSP

Abstract

Growth and development problems in Indonesia are a significant health concern that cannot be ignored. Adequate nutrition is crucial for promoting proper growth and developmental progress in children. Analyzing the correlation between nutritional status based on anthropometry and the developmental suitability of toddlers aged 12-59 months using KPSP screening at Posyandu RW 1, Kalisongo Village, Dau District, Malang Regency. A research study using a cross-sectional approach with a correlational analytic design. The sample obtained was 31 toddlers taken using a purposive sampling technique. Primary data by taking anthropometric measurement W/H indicators, to evaluate nutritional, and the KPSP was employed to measure developmental progress. Data were analyzed using SPSS with the Spearman Rank test at a significance level of (ɑ = 0.05).The majority of toddlers' nutritional status, based on the W/H indicator, showed good nutritional status (80.6%) and age-appropriate development (71.0%). The Spearman Rank analysis showed p = 0.033 < 0.05 with a correlation coefficient (r) = 0,335. The correlation between nutritional status and appropriate development of toddlers is proven to be significant. Better nutritional status in toddlers tends to be associated with more appropriate developmental outcomes. To support optimal growth and development in toddlers, it is recommended that parents provide balanced nutrition and age-appropriate stimulation.

 

ABSTRAK

Gangguan tumbuh kembang di Indonesia adalah isu kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Status gizi termasuk salah satu unsur yang berkontribusi terhadap proses kemajuan perkembangan balita. Tujuan penelitian yakni menganalisis korelasi antara status gizi berdasarkan antropometri dengan kesesuaian perkembangan anak balita usia 12-59 Bulan menggunakan skrining KPSP di Posyandu RW 1 Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Studi penelitian dengan pendekatan cross-sectional dalam desain analitik korelasi. Sebanyak 31 balita dijadikan sampel, diperoleh dengan menerapkan teknik purposive sampling. Data penelitian bersifat primer yang dikumpulkan dengan pengukuran antropometri indikator BB/ TB guna menetapkan status gizi anak balita, dan menggunakan instrument KPSP untuk pemeriksaan perkembangan anak balita. Analisis data dilakukan dengan SPSS melalui uji Spearman Rank pada taraf signifikasi (ɑ = 0,05). = Mayoritas gizi balita berdasarkan indikator BB/TB berada pada kategori gizi baik (80,7%) dan perkembangan normal sesuai usia (71,0%). Hasil analisis Spearman Rank  didapatkan hasil p = 0,033 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r)= 0,335. Korelasi terkait status gizi dan kesesuaian perkembangan balita terbukti signifikan. Semakin baik status gizi balita akan di ikuti dengan perkembangan yang sesuai. Untuk mendukung tumbuh kembang optimal balita, disarankan agar orang tua memberikan gizi seimbang dan stimulasi sesuai usia perkembangan

References

Af Idah, N., & Iqlima, S. (2016). Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Status Gizi Balita di Sungai Bambu, Jakarta. Aksamala Journal, 1(1).

Afifa, I., Sambo, C. M., & Medise, B. (2016). Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Retrieved from Ikatan Dokter Anak Indonesia website: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-2

Andayani, R. P., & Afnuhazi, R. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita. 5(2), 41–48.

Anggaraeningsih, N. L. M. D. P., & Yuliati, H. (2022). Hubungan Status Gizi Balita Dan Perkembangan Anak Balita Di Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo. Jurnal Health Sains, 3(7), 830–836. https://doi.org/10.46799/jhs.v3i7.545

Avisha, F., Susilowati, E., & Hudaya, I. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Balita: Scoping Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(12), 2381–2389.

Dinkes. (2022). Jumlah Status Gizi Balita Berdasarkan Indeks Menurut Kecamatan di Kabupaten Malang. Retrieved from Jumlah Status Gizi Balita Berdasarkan Indeks Menurut Kecamatan di Kabupaten Malang website: https://kamasuta.malangkab.go.id/data-nilai-public?id=4265

Gannika, L. (2023). Hubungan Statsu Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun : Literature Review. 7, 668–674.

Hidayati, T., Hanifah, I., & Sary, Y. N. E. (2019). Pendamping Gizi Pada Balita (D. Noviandantoko, Ed.). Penerbit Deepublish.

Istiqomah, ‘Aliah, Masmur, K., Amali, R. A., & Tiawati, S. (2024). Peran Gizi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita. Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Gizi, 2(2), 67–74. https://doi.org/10.57213/antigen.v2i2.260

Kemenkes. (2022). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar (M. N. Sitaresmi, Ed.). Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. In Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Majestika Septikasari. (2018). Status Gizi Anak dan Faktor Yang Mempengaruhi (A. Shendy, Ed.). UNY Press.

Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. , (2020). Indonesia.

Neherta, M., & Asri, M. N. (2023). Intervensi Pencegahan Stunting (Pendekatan Terpadu Untuk Mencegah Gangguan Pertumbuhan Pada Anak) (E. Chundrayetti, Ed.). Indramayu: Penerbit Adab.

Ni Putu, N. P. R. K. I., Ni Wayan Sri Rahayuni, I Gede Edy Sagitha, & Erviana Puspita Dewi. (2024). Edukasi Perkembangan Balita Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA), 2(1), 9–16. https://doi.org/10.36474/abdinusa.v2i1.398

Putri, P. S., Triana, I., & Vivi, S. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Anak Usia 12-24 Bulan. Urnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 11(4).

Rahmadani, R. A., Wahyuni, R., Arda, D., Musrah, A. S., & Sabriana, R. (2023). Socioeconomic Factors with Nutritional Status of Toddlers. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 445–451. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.1115

Setiawati, Rachmawati, M., & Yani, E. R. (2020). Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(1), 88–95.

Susanti, U. V., Amiliya, R., & Basori. (2024). Urgensi Masa Golden Age Bagi Perkembangan Anak Usia Dini. Al-Abyadh, 7(2), 72–78.

Utami, D. C. (2023). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kutasari. Journal of Health Research, 6(1), 28–35.

WHO. (2023). Caring for children with Developmental delay - Reaching the vulnerable. Retrieved from https://www.who.int/srilanka/news/detail/01-10-2023-caring-for-children-with-developmental-delay-reaching-the-vulnerable

Downloads

Published

2026-04-22

How to Cite

Masruroh, L. D., & Herawati Mansur. (2026). Korelasi Status Gizi dengan Kesesuaian Perkembangan Anak Balita Usia 12-59 Bulan Menggunakan Skrining KPSP: Correlation Of Nutritional Status With Developmental Suitability Of Toddlers Aged 12-59 Months Using Kpsp Screening. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 8(1), 72–81. https://doi.org/10.35473/ijec.v8i1.4918

Issue

Section

Articles