Pengetahuan Ibu sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan TB pada Anak Kontak Serumah

Authors

  • Fiki Wijayanti Universitas Ngudi Waluyo
  • Natalia Devi Universitas Ngudi Waluyo
  • Fahri Puskesmas Bergas

DOI:

https://doi.org/10.35473/ikn.v3i2.5550

Keywords:

Anak; Kontak Serumah; Pengetahuan Ibu; Perilaku Pencegahan; Tuberculosis

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health problem, particularly among children living in the same household as patients with TB. Children are at high risk of infection and disease progression; therefore, maternal involvement as the primary caregiver is essential in implementing preventive measures. Mothers’ knowledge is considered an important factor associated with their ability to practice TB prevention for children. Preventive measures include contact screening, cough etiquette, improving household ventilation, reducing exposure, and providing tuberculosis preventive treatment when indicated. This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge and tuberculosis prevention behaviors among children who were household contacts of patients with TB. A quantitative cross-sectional study was conducted among 68 mothers. Data were collected using questionnaires assessing maternal knowledge and TB prevention behaviors in children. Knowledge was categorized as low or high, while prevention behavior was classified as poor, moderate, or good. Univariate analysis was used to describe frequency distributions, and bivariate analysis was performed using the Chi-square test with a significance level of 0.05. Most mothers had a high level of knowledge, accounting for 44 respondents (64.7%), while 24 respondents (35.3%) had low knowledge. Prevention behavior was most frequently categorized as good in 30 respondents (44.1%), followed by moderate in 21 respondents (30.9%) and poor in 17 respondents (25.0%). Among mothers with high knowledge, 24 of 44 (54.5%) demonstrated good prevention behavior. Among mothers with low knowledge, 10 of 24 (41.7%) demonstrated poor prevention behavior. The Chi-square test showed a p-value of 0.026, indicating a significant association between maternal knowledge and TB prevention behaviors in children. Maternal knowledge was significantly associated with TB prevention behaviors among child household contacts. Structured family education should be strengthened to improve understanding and implementation of TB prevention practices at home.

 

ABSTRAK

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak yang tinggal serumah dengan pasien TB. Anak memiliki risiko tinggi terinfeksi dan mengalami progresi penyakit, sehingga keterlibatan ibu sebagai caregiver sangat penting dalam pelaksanaan pencegahan. Pengetahuan ibu diduga berkaitan dengan kemampuan menerapkan perilaku pencegahan TB pada anak. Upaya pencegahan mencakup skrining kontak, penerapan etika batuk, perbaikan ventilasi rumah, pengurangan paparan, serta pelaksanaan terapi pencegahan tuberkulosis sesuai indikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan tuberkulosis pada anak kontak serumah dengan pasien TB. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 68 ibu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan TB pada anak. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi rendah dan tinggi, sedangkan perilaku pencegahan dikategorikan menjadi kurang, cukup, dan baik. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan tinggi, yaitu 44 responden (64,7%), sedangkan 24 responden (35,3%) memiliki pengetahuan rendah. Perilaku pencegahan paling banyak berada pada kategori baik sebanyak 30 responden (44,1%), diikuti kategori cukup 21 responden (30,9%) dan kurang 17 responden (25,0%). Pada kelompok pengetahuan tinggi, 24 dari 44 ibu (54,5%) memiliki perilaku pencegahan baik. Pada kelompok pengetahuan rendah, 10 dari 24 ibu (41,7%) memiliki perilaku pencegahan kurang. Hasil uji Chi-square menunjukkan p=0,026, sehingga terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dan perilaku pencegahan TB pada anak. Pengetahuan ibu berhubungan dengan perilaku pencegahan TB pada anak kontak serumah. Edukasi keluarga yang terstruktur perlu diperkuat untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan perilaku pencegahan TB pada anak. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi perawat dan tenaga kesehatan dalam menyusun edukasi yang lebih terarah, bagi keluarga dengan anak kontak serumah agar tindakan pencegahan diterapkan di rumah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alinaitwe, B., Shariff, N. J., & Boddupalli, B. M. (2025). Treatment adherence and its association with family support among pulmonary tuberculosis patients in Jinja , Eastern Uganda. 1–11.

Amuge, P. M., Ndekezi, D., Mugerwa, M., Bbuye, D., Rutebarika, D. A., Kizza, L., Namugwanya, C., Baita, A., Elyanu, P. J., Ntege, P. N., Kiragga, D., Birungi, C., Kekitiinwa, A. R., Kiragga, A., & Sekadde, M. P. (2024). Facilitators and barriers to initiating and completing tuberculosis preventive treatment among children and adolescents living with HIV in Uganda : a qualitative study of adolescents , caretakers and health workers. AIDS Research and Therapy.

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Fiki Wijayanti, Natalia Devi, & Fahri. (2026). Pengetahuan Ibu sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan TB pada Anak Kontak Serumah. Jurnal Informatika Dan Kesehatan, 3(2), 85–92. https://doi.org/10.35473/ikn.v3i2.5550