Analisis Kecukupan Energi dan Protein serta Faktor Sosial Ekonomi pada Siswa Sekolah Dasar di Daerah Pertanian Kabupaten Brebes

Authors

  • Alfan Afandi
  • Sigit Ambar Widyawati Universitas Ngudi Waluyo
  • Ita Puji Lestari Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

kecukupan energi, kecukupan protein, daerah pertanian

Abstract

ABSTRAK

Asupan makanan merupakan salah satu faktor utama yang secara langsung memengaruhi status gizi seseorang, terutama pada anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang tidak memperoleh makanan yang cukup, baik dari segi jumlah (kuantitas) maupun kualitas (jenis dan kandungan gizi), berisiko mengalami kekurangan zat gizi penting seperti energi, protein, vitamin, dan mineral. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat kecukupan energi dan protein pada anak usia sekolah di daerah pertanian kabupaten Brebes. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan  distribusi frekuensi. Berdasarkan metode food recall 2 x 24 jam didapati gambaran kecukupan energi dan protein paling banyak kategori cukup yaitu 83,3%, Sebanyak 83,3% siswa memiliki kecukupan energi yang cukup berdasarkan recall 2x24 jam sedangkan tingkat kecukupan protein paling banyakkategori cukup sebesar 76,6%.. Konsumsi makanan yang beragam pada anak diperlukan untuk pemenuhan status gizi pada anak. Diperlukan edukasi gizi untuk meningkatkan asupan protein anak di daerah pertanian.

 

Kata kunci: Tingkat kecukupan energi dan protein, daerah pertanian

     

 

 

 

ABSTRACT

Diet is one of the main factors that directly affects a person's nutritional status, especially in children who are in their growth and development stages. Children who do not get enough food, both in terms of quantity and quality (type and nutritional content), are at risk of experiencing deficiencies in essential nutrients such as energy, protein, vitamins, and minerals. The objective of this study is to analyze the adequacy of energy and protein intake among school-aged children in the agricultural area of Brebes District. This study is an analytical survey using a cross-sectional study approach. The sample size was 90 respondents, selected using simple random sampling. Data analysis was conducted using frequency distribution. Based on the 2x24-hour food recall method, the most common category for energy and protein sufficiency was “adequate” at 83.3%. Approximately 83.3% of students had adequate energy intake based on the 2x24-hour recall, while the most common category for protein sufficiency was “adequate” at 76.6%. A diverse diet is necessary for children to meet their nutritional needs. Nutrition education is needed to increase protein intake among children in agricultural areas.

 

Keywords: Level of energy and protein sufficiency, agricultural areas

References

1. Raj K. Severe acute malnutrition in children. Public Heal Nutr Dev Ctries Part-I. Published online 2015:310-340. doi:10.1201/b18288-16

2. Georgiadis A, Benny L, Duc LT, Galab S, Reddy P, Woldehanna T. Growth recovery and faltering though early adolescence in low- and middle-income countries: Determinants and implications for cognitive development. Soc Sci Med. 2017;179:81-90. doi:10.1016/j.socscimed.2017.02.031

3. Berhanu G, Dessalegn B, Ali H, Animut K. Determinants of nutritional status among primary school students in Dilla Town; Application of an ordinal logistic regression model. Heliyon. 2023;9(3):e13928. doi:10.1016/j.heliyon.2023.e13928

4. BPS. BPS Provinsi Jawa Tengah Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah. BPS.

5. Fitriyani D, Basa M, Jutomo L, et al. Analisis Perbandingan Tinggi Badan Anak Baru Masuk Sekolah ( TBABS ) di Desa dan Kota. 2025;4(1):1-8. doi:10.55123/sehatmas.v4i1.4130

6. Jones KDJ, Hachmeister CU, Khasira M, et al. Vitamin D deficiency causes rickets in an urban informal settlement in Kenya and is associated with malnutrition. Matern Child Nutr. 2018;14(1):1-8. doi:10.1111/mcn.12452

7. Asiah A, Yogisutanti G, Purnawan AI. Asupan Mikronutrien Dan Riwayat Penyakit Infeksi Pada Balita Stunting Di Uptd Puskesmas Limbangan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

8. Hendra A, Rahmad AL, Miko A. Kajian Stunting Pada Anak Balita Berdasarkan Pola Asuh Dan Pendapatan Keluarga Di Kota Banda Aceh S in Banda Aceh. J Kesmas Indones. Published online 2016:63-79.

9. Ramadhanty C, Simanungkalit SF, Octaria YC, Maryusman T. Factors Associated to Nutritional Status of Children with Autism Spectrum Disorder (ASD) at Special Schools in JABODETABEK 2023. Amerta Nutr. 2024;8(2):206-213. doi:10.20473/amnt.v8i2.2024.206-213

10. Mulyaningsih T, Mohanty I, Widyaningsih V, Gebremedhin TA, Miranti R, Wiyono VH. Beyond personal factors: Multilevel determinants of childhood stunting in Indonesia. PLoS One. 2021;16(11 November):1-19. doi:10.1371/journal.pone.0260265

11. Fadlillah AP, Herdiani N. Literature Review : Asupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Pada Balita. Natl Conf Ummah. Published online 2020:10.

12. Kemenkes. Survei Kesehatan Indonesia 2023.; 2024.

13. Shaputri WE, Dewanto NE. Hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 1 tahun 6 bulan sampai 2 tahun di rs sumber waras. Hijp Heal Inf J Penelit. 2023;27(2):58-66.

14. Ni’mah C, Muniroh L. Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan Dan Pola Asuh Ibu Dengan Wasting Dan Stunting Pada Balita Keluarga Miskin. Media Gizi Indones. 2016;10(1):84-90. doi:10.20473/mgi.v10i1.84-90

15. Natalia S, Kumala M. Hubungan Kebiasaan Akses Internet dengan Status Gizi pada Remaja (11–19 tahun) Usia Sekolah di Jakarta Barat Periode Januari–Desember 2014. Tarumanagara Med J. 2018;1(1):2015.

Downloads

Published

2025-07-31