Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Penderita Hipertensi dalam Penggunaan Obat Tradisional di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto

Authors

  • Nur Rahmatia Naue Universitas Negeri Gorontalo
  • Edwina R. Monayo Universitas Negeri Gorontalo
  • Indra Universitas Negeri Gorontalo

Keywords:

Hypertension, Traditional Medicine, Knowledge, Attitude

Abstract

ABSTRAK

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pengelolaan seumur hidup. Penderita hipertensi di Indonesia banyak yang menggunakan obat tradisional sebagai terapi pendamping atau pengganti obat medis. Pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan obat tradisional menjadi faktor penting yang memengaruhi keamanan dan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran tingkat pengetahuan dan sikap penderita hipertensi dalam penggunaan obat tradisional di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan di Puskesmas Limboto periode Januari–Agustus 2026. Sampel sebanyak 93 responden dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap. Analisis data deskriptif dilakukan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (60,2%), diikuti kategori kurang (23,7%) dan baik (16,1%). Untuk sikap, mayoritas memiliki sikap negatif (51,6%) dan sikap positif (48,4%). Hasil ini memberikan gambaran bahwa hanya sebagian kecil penderita hipertensi yang memiliki pengetahuan yang baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Limboto sebagian besar memiliki pengetahuan cukup dan sikap negatif terhadap penggunaan obat tradisional. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya merancang program edukasi berkelanjutan dan pendampingan terintegrasi guna mencegah risiko penggunaan obat tradisional yang tidak sesuai pada pasien hipertensi.

Kata kunci: Hipertensi, Obat Tradisional, Pengetahuan, Sikap, Indonesia

ABSTRACT

Hypertension is a highly prevalent noncommunicable disease that requires lifelong management. In Indonesia, many individuals with hypertension use traditional medicine as a complementary or alternative therapy to conventional antihypertensive treatment. Knowledge and attitudes toward traditional medicine use are important factors influencing the safety and appropriateness of its use. This study aimed to describe the levels of knowledge and attitudes regarding traditional medicine use among patients with hypertension in the working area of Limboto Primary Health Center, Gorontalo Regency. A descriptive quantitative study with a cross-sectional design was conducted at Limboto Primary Health Center from January to August 2026. A total of 93 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires assessing knowledge and attitudes, and descriptive statistical analysis was performed using SPSS software. The findings showed that most respondents had a moderate level of knowledge (60.2%), followed by low (23.7%) and good (16.1%) levels. Regarding attitudes, 51.6% of respondents demonstrated negative attitudes, while 48.4% showed positive attitudes toward traditional medicine use. These findings indicate that only a small proportion of patients possessed good knowledge regarding the use of traditional medicine. In conclusion, most patients with hypertension in the Limboto Primary Health Center working area had moderate knowledge and negative attitudes toward traditional medicine use. These findings highlight the need for sustainable educational programs and integrated counseling to promote the safe and appropriate use of traditional medicine among patients with hypertension.

Keywords: Hypertension, Traditional Medicine, Knowledge, Attitude, Indoensia

References

Khairiyah U, Akib Yuswar M, Umilia Purwanti N. Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit. Journal Syifa Sciences and Clinical Research. 2023;4(3):609–17. DOI: 10.37311/jsscr.v4i3.15446

2. WHO. [Internet]. 2024 May 17. World Hypertension Day 2024: Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer. [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.who.int/srilanka/news/detail/17-05-2024-world-hypertension-day-2024--measure-your-blood-pressure-accurately--control-it--live-longer

3. Kemenkes RI. [Internet]. 2023. Survei Kesehatan IndonesiaAvailable from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/

4. Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Data penderita hipertensi Kabupaten Gorontalo tahun 2023–2025. 2025.

5. Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar. 2018;

6. Kemenkes RI. [Internet]. Modul Penggunaan Obat Rasional [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/modul-penggunaan-obat-rasional/

7. Rahmawati R, Bajorek B. The use of traditional medicines to lower blood pressure. Australasian Medical Journal. 2018;11(3):153–62. DOI: 10.21767/amj.2018.3269

8. Choi D, Im H Bin, Choi SJ, Han D. Safety classification of herbal medicine use among hypertensive patients: a systematic review and meta-analysis. Front Pharmacol. Switzerland; 2024;15:1321523. DOI: 10.3389/fphar.2024.1321523

9. Husnawati, Sastrawati A, Pratiwi E, Laia CO. Gambaran Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Tradisional Hipertensi pada Penderita Hipertensi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Jurnal Farmasi Indonesia. 2023;15(2):149–57.

10. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka Cipta; 2021.

11. Tuloli TS, Thomas N, Latif MS, Zulfiayu Z. Peningkatan Kesadaran Tentang Side Effect Of Herbal Medicine Pada Masyarakat Di Kelurahan Hutuo Kabupaten Gorontalo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society. 2024;3(3):69–76. DOI: 10.37905/phar.soc.v3i3.27587

12. Jannah M, Kusumo DW, Mayangsari FD. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional di Desa Temenggungan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Kunir: Jurnal Farmasi Indonesia [Internet]. 2025; Available from: https://ejournal.bhamada.ac.id/index.php/KJFI/article/view/852

13. Putri AA. Hubungan Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Sendiri Di Masyarakat Desa Randusari Kecamatan Slogohimo Kota Wonogiri. Universitas Kusuma Husada Surakarta; 2023. Available from: https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/5055/1/PUBLIKASI_F19004_ANTIKA ASMARA PUTRI.pdf

14. Dewi RS, Aryani F, Hidayani Y, Tinggi S, Farmasi I. Pengaruh Pemberian Leaflet terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Tradisional. Jmpf. 2021;11(2):114–21.

15. Malinda R. Implementasi Model PRECEDE-PROCEED dalam Promosi Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;2(4):128–33. DOI: 10.56211/pubhealth.v2i4.526

16. Zhang Y, Wu J, Hui X, Zhang P, Xue F. Knowledge, attitude, and practice toward tuberculosis prevention and management among household contacts in Suzhou Hospital, Jiangsu province, China. Front Public Health. Switzerland; 2024;12:1249971. DOI: 10.3389/fpubh.2024.1249971

17. Dillasamola D, Alen Y, Andini AF, Al-khansaa S, Nasif H, Farmasi F, et al. Edukasi Dan Promosi Kesehatan : Penggunaan Obat Herbal Yang Aman Dan Efektif Bagi Masyarakat Kecamatan Padang Utara Kota Padang. Buletin Ilmiah Nagari Membangun [Internet]. 2024;7(3):261–72. Available from: http://buletinnagari.lppm.unand.ac.id

18. Silalahi ADA, Batubara K, Siagian J. Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Pengolahan Obat. Jurnal Studi Keperawatan. 2025;6(2).

19. Suryaningsih NPA, Septiari IGAAA. Penggunaan Herbal Dalam Terapi Kompelementer Pada Hipertensi. MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan. 2023;12(1):50–7. DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.177

20. Ramdini DA, Pardilawati CY, Damayanti E, Suri N, Afriyani, Islami S, et al. Penyuluhan Penggunaan Jamu Dan Herbal Pada Pasien Hipertensi Dan Diabetes Di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ruwa Jurai [Internet]. 2024;9(1):23–9. Available from: https://doi.org/10.23960/jpmrj.v9i1.23-29

Downloads

Published

2026-07-31