Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ
<div class="body"> <div class="description"> <div style="border: 2px #444F71 solid; padding: 3px; background-color: #f0ffff; text-align: left;"> <ol> <li class="show">Nama Jurnal : Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan</li> <li class="show">Singkatan: PJ</li> <li class="show">Frekuensi: January & July</li> <li class="show">ISSN: Print 2654-8232 | Online 2654-797X</li> <li class="show">Editor in Chief:Kartika Dian Pertiwi, SKM., M.Kes.</li> <li class="show">DOI: 10.35473/PJ</li> <li class="show">Akreditasi : Sinta 4</li> <li class="show">Penerbit: Department of Public Health, Universitas Ngudi Waluyo</li> </ol> </div> <p>Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan adalah adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh program studi kesehatan masyarakat Universitas Ngudi Waluyo. jurnal ini dapat diguanakan sebagai sarana atau media untuk mengkomunikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat, yang bertujuan memberi manfaat bagi manajer, pengambil keputusan, petugas kesehatan masyarakat, praktisi masalah kesehatan, dosen, serta siswa. Isi jurnal ini mencakup tinjauan literatur, artikel berbasis penelitian yang berhubungan dengan kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, nutrisi kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, epidemiologi, biostatistik, ilmu perilaku, kesehatan ibu dan anak, enttolmologi dan hal lain yang terkait dengan tantangan kesehatan masyarakat.</p> </div> </div>Universitas Ngudi Waluyoen-USPro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan2654-8232<p>As part of the submission process, authors are required to check off their submission's compliance with all of the following items, and submissions may be returned to authors that do not adhere to these guidelines.</p><ol start="1"><li>The submission file is in OpenOffice, Microsoft Word, RTF, or WordPerfect document file format.</li><li>Below the abstract, about three to five keywords should appear together with the main body of the article with the font size 11.</li><li>Institutional affiliations, and the email address of the corresponding author should appear only on a detachable cover sheet.</li><li>If submitting to a peer-reviewed section of the journal, the instructions in Ensuring a Blind Review have been followed.</li><li>Citation is done using bracket (last name and year of publication). When the sources are cited verbatim, page number is included (p. 78 or pp. 78-89).</li></ol>Efektivitas Program Psikoedukasi Pubertas Sehat dalam Mengoptimalkan Citra Tubuh Positif pada Remaja SMP
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/4220
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Isu ketidakberterimaan mengenai kondisi fisik penting menjadi perhatian terutama pada remaja SMP. Remaja SMP yang menilai fisik dirinya secara negatif akan rentan memiliki citra tubuh negatif sehingga minder. Apalagi untuk remaja yang hidup secara mandiri di asrama/di pesantren. Hal ini menjadi kesempatan untuk mengedukasi para remaja SMP mengenai perubahan di masa remaja khususnya masa pubertas serta permasalahan yang umum terjadi dan mengenalkan cara menyikapi perubahan secara positif melalui psikoedukasi pubertas sehat. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas program psikoedukasi pubertas sehat dalam mengoptimalkan citra tubuh positif remaja SMP. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain <em>one group pretest-posttest</em>. Subjek penelitian adalah satu kelompok terdiri dari 65 siswa kelas VII SMP Sabilurrosyad Malang yang diambil dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Subjek berada di fase awal remaja, telah atau belum mengalami ciri khas pubertas. Variabel pada penelitian ini meliputi citra tubuh positif sebagai variabel terikat dan program psikoedukasi pubertas sehat sebagai variabel bebas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner citra tubuh positif. Instrumen citra tubuh positif diberikan sebelum dan setelah psikoedukasi dilakukan. Teknik analisis data menggunakan uji <em>Paired T-test</em>. Hasil nilai rata-rata citra tubuh positif mengalami peningkatan dari sebelum ke sesudah diberi psikoedukasi, yakni dari 82,7385 menjadi 84,2769. Hasil uji hipotesis terbukti secara signifikan dengan nilai t(64) = -2,053, <em>p</em>= 0,044 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program psikoedukasi pubertas sehat efektif dalam mengoptimalkan citra tubuh positif siswa remaja SMP Islam Sabilurrosayad Malang. Program ini dapat menjadi salah satu program pembentukan konsep diri positif siswa sehingga mereka menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter kuat dan berjiwa pemimpin sebagaimana yang diharapkan sekolah.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Citra Tubuh Positif, Psikoedukasi, Pubertas, Remaja, Intervensi Berbasis Sekolah<br /><br /></p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p>The issue of physical unacceptability is an important concern, especially for adolescents in junior high school. Adolescents who judge their physical self negatively will be vulnerable to having a negative body image, resulting in inferiority. Especially for adolescents who live independently in dormitories / in pesantren. This is an opportunity to educate adolescents about changes in adolescence, especially puberty and the problems that commonly occur and introduce how to respond to changes positively through healthy puberty psychoeducation. The purpose of this study was to examine the effectiveness of a healthy puberty psychoeducation program in optimizing a positive body image of junior high school adolescents. The method used was quasi-experiment with one group pretest-posttest design. The research subjects were one group consisting of 65 seventh grade students of Sabilurrosyad Junior High School Malang who were taken by purposive sampling technique. Subjects are in the early phase adolescent, have or have not experienced the characteristics of puberty. The variables in this study include positive body image as the dependent variable and healthy puberty psychoeducation program as the independent variable. Data collection was carried out using a questionnaire to measure respondent characteristics and a positive body image instrument translated from PBIAS (Positive Body Image among Adolescents Scale) from Maes et al (2021). The positive body image instrument was given before and after psychoeducation was conducted. The data analysis technique used the Paired T-test. The average value of positive body image has increased from before to after being given psychoeducation, namely from 82.7385 to 84.2769. The results of hypothesis testing proved significant with a t(64) = -2,053, p value = 0.044 <0.05. Thus it can be concluded that the healthy puberty psychoeducation program is effective in optimizing a positive body image of students in SMP Islam Sabilurrosyad Malang. This program can be one of the programs for forming a positive self-concept in students so that they become confident individuals with strong character and leadership qualities as expected by school.</p> <p> </p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Positive Body Image, Psychoeducation, Puberty, Teenagers, School-based Intervention</em></p>Nur Rohmah Hidayatul QoyyimahFarah Farida TantianiAryudho WidyatnoSyafira Putri GiriansyahChaty Trizka Anggini
Copyright (c) 2026 Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-012026-07-0182110Pengaruh Program Promosi Kesehatan Berbasis Peer Education Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Hipertensi pada Karyawan: Quasi-Experimental Study
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/4063
<h1>ABSTRAK</h1> <p>Tempat kerja yang sehat adalah tempat kerja dimana pekerja serta atasan atau management berkolaborasi dalam melakukan perbaikan berkelanjutan terutama untuk melindungi kesehatan. Temuan hasil <em>Medical Check Up </em>(MCU) karyawan yang dilakukan pada tahun 2022 oleh PT Y yaitu terdapat penyakit kronis berupa Penyakit Tidak Menular (PTM) yaitu kelainan tekanan darah hipertensi (17%), kelainan kadar gula darah (16%), dan kelainan pemeriksaan jantung serta paru-paru (0,02%), serta terdapat kelainan pada BMI (<em>Body Mass </em>Index) obesitas sebesar 57%. Data jam kerja karyawan menurun dikarenakan absensi meningkat pada Januari hingga Desember 2024 dengan rata-rata naik sebesar 2,5% dikarena kondisi sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi di PT Y. Penelitian ini merupakan <em>quasy experiment, </em>dengan desain <em>control group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Y Semarang sejumlah 267 orang. Sampel berjumlah 28 orang, yang terbagi dalam 2 kelompok intervensi dan kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah <em>purposive sampling</em>. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 64,3% memiliki pengetahuan kurang meningkat menjadi 78,6% berpengetahuan cukup setelah penerapan program promosi kesehatan. Sikap karyawan juga menjadi lebih positif setelah diterapkan program promosi kesehatan, yang awalnya 57,1% menjadi 100%. Program promosi kesehatan terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,008) dan sikap (p = 0,015) dalam pencegahan hipertensi. Kesimpulannya, penerapan program promosi kesehatan berbasis peer education berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi pada karyawan di PT Y Semarang</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Promosi Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Hipertensi, Karyawan</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p>A healthy workplace is one where employees and management collaborate on continuous improvement to protect and promote health. Medical Check-Up (MCU) findings from 2022 at PT Y revealed a prevalence of chronic Non-Communicable Diseases (NCDs), specifically: hypertension (17%), abnormal blood sugar levels (16%), and heart or lung abnormalities (0.02%). Additionally, 57% of employees were categorized as obese based on Body Mass Index (BMI). Between January and December 2024, total working hours declined as sickness-related absenteeism rose by an average of 2.5%. This study aims to analyze the impact of a health promotion program on the knowledge and attitudes regarding hypertension prevention at PT Y. This research employed a quasi-experimental design with a control group pretest-posttest approach. The population consisted of 267 employees of PT Y Semarang, with a sample of 28 individuals selected through purposive sampling and divided into intervention and control groups. The results showed that prior to the intervention, 64.3% of participants had poor knowledge, which improved to 78.6% having sufficient knowledge following the program. Positive attitudes also increased significantly from 57.1% to 100%. Statistical analysis confirmed that the health promotion program had a significant effect on both knowledge ($p = 0.008$) and attitudes ($p = 0.015$) toward hypertension prevention. The implementation of a peer education-based health promotion program effectively improves knowledge and attitudes toward hypertension prevention among employees at PT Y Semarang.<br /><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Health Promotion, Knowledge, Attitude, Hypertension Prevention, Employess</em><br /><br /><br /></p>Shinta Amelia AstutiFitri YatiAnidaul FajriyahZulfa Ayuningsih
Copyright (c) 2026 Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-012026-07-01821116Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Penderita Hipertensi dalam Penggunaan Obat Tradisional di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/5247
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pengelolaan seumur hidup. Penderita hipertensi di Indonesia banyak yang menggunakan obat tradisional sebagai terapi pendamping atau pengganti obat medis. Pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan obat tradisional menjadi faktor penting yang memengaruhi keamanan dan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran tingkat pengetahuan dan sikap penderita hipertensi dalam penggunaan obat tradisional di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dilakukan di Puskesmas Limboto periode Januari–Agustus 2026. Sampel sebanyak 93 responden dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap. Analisis data deskriptif dilakukan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (60,2%), diikuti kategori kurang (23,7%) dan baik (16,1%). Untuk sikap, mayoritas memiliki sikap negatif (51,6%) dan sikap positif (48,4%). Hasil ini memberikan gambaran bahwa hanya sebagian kecil penderita hipertensi yang memiliki pengetahuan yang baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Limboto sebagian besar memiliki pengetahuan cukup dan sikap negatif terhadap penggunaan obat tradisional. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya merancang program edukasi berkelanjutan dan pendampingan terintegrasi guna mencegah risiko penggunaan obat tradisional yang tidak sesuai pada pasien hipertensi.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Hipertensi, Obat Tradisional, Pengetahuan, Sikap, Indonesia</p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Hypertension is a highly prevalent noncommunicable disease that requires lifelong management. In Indonesia, many individuals with hypertension use traditional medicine as a complementary or alternative therapy to conventional antihypertensive treatment. Knowledge and attitudes toward traditional medicine use are important factors influencing the safety and appropriateness of its use. This study aimed to describe the levels of knowledge and attitudes regarding traditional medicine use among patients with hypertension in the working area of Limboto Primary Health Center, Gorontalo Regency. A descriptive quantitative study with a cross-sectional design was conducted at Limboto Primary Health Center from January to August 2026. A total of 93 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires assessing knowledge and attitudes, and descriptive statistical analysis was performed using SPSS software. The findings showed that most respondents had a moderate level of knowledge (60.2%), followed by low (23.7%) and good (16.1%) levels. Regarding attitudes, 51.6% of respondents demonstrated negative attitudes, while 48.4% showed positive attitudes toward traditional medicine use. These findings indicate that only a small proportion of patients possessed good knowledge regarding the use of traditional medicine. In conclusion, most patients with hypertension in the Limboto Primary Health Center working area had moderate knowledge and negative attitudes toward traditional medicine use. These findings highlight the need for sustainable educational programs and integrated counseling to promote the safe and appropriate use of traditional medicine among patients with hypertension.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Hypertension, Traditional Medicine, Knowledge, Attitude, Indoensia</em></p>Nur Rahmatia NaueEdwina R. MonayoIndra
Copyright (c) 2026 Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-312026-07-31821722Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Aktivitas Penggunaan Fungisida oleh Petani Bawang Merah Tradisional
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/5230
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penggunaan fungisida pada budidaya bawang merah merupakan aktivitas penting untuk mengendalikan penyakit tanaman, tetapi proses penentuan area kerja, pencampuran, penyemprotan, pengaturan tekanan, pengelolaan residu, dan dekontaminasi pekerja berpotensi menimbulkan pajanan kimia, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya, risiko, dan pengendalian penggunaan fungisida pada petani bawang merah menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA). Penelitian ini merupakan analisis deskriptif berbasis dokumen terhadap formulir Job Safety Analysis (JSA), yang dipilih karena mampu mengidentifikasi bahaya dan pengendalian risiko secara sistematis pada setiap tahapan kerja, penggunaan fungisida pada lahan bawang merah.. Dokumen yang dianalisis adalah formulir JSA penggunaan fungisida pada petani bawang merah. Unit analisis mencakup 13 tahapan kerja, kategori H/S/E, uraian bahaya, risiko, rekomendasi pengendalian, dan status implementasi pengendalian. Hasil analisis menunjukkan bahwa 13 tahapan kerja memiliki kombinasi risiko kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Kategori H/E ditemukan pada 5 tahapan, H/S/E pada 4 tahapan, S/E pada 3 tahapan, dan H/S pada 1 tahapan. Risiko utama meliputi pajanan kulit, mata, dan pernapasan; keracunan akut; terpeleset; semburan balik; drift; limpasan; fitotoksisitas; pencemaran tanah dan air; serta kontaminasi rumah tangga pasca kerja. Seluruh 13 pengendalian masih berstatus belum terverifikasi. JSA menunjukkan bahwa pengendalian fungisida harus dilakukan sebagai sistem kerja lengkap, mulai dari perencanaan hingga dekontaminasi, dengan verifikasi pengendalian sebelum pekerjaan dimulai. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan fungisida yang aman serta pengembangan pelatihan K3 bagi petani bawang merah..</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Paparan Fungisida, Job Safety Analysis, Kesehatan Kerja, Petani, Penilaian Risiko Kerja<br /><br /></p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Fungicide application in shallot farming is essential for plant-disease control, yet area selection, mixing, spraying, pressure adjustment, residue handling, and worker decontamination may generate chemical exposure, occupational incidents, and environmental contamination. This study aimed to analyze hazards, risks, and control measures in shallot fungicide use using a Job Safety Analysis (JSA) approach. This study employed a descriptive document-based analysis of Job Safety Analysis (JSA) forms, which were selected because they enable the systematic identification of hazards and risk control measures at each stage of fungicide application in shallot farming. The documents analyzed were JSA forms regarding fungicide use by shallot farmers. The analysis covered 13 work steps, H/S/E categories, hazard descriptions, risk descriptions, recommended controls, and control-implementation status. The analysis showed that all 13 work steps contained combined health, safety, and environmental risks. H/E risks appeared in 5 steps, H/S/E in 4 steps, S/E in 3 steps, and H/S in 1 step. The main risks included skin, eye, and respiratory exposure; acute poisoning; slipping; back spray; drift; runoff; phytotoxicity; soil and water contamination; and household contamination after work. All 13 control measures remained unverified in the reviewed form. JSA indicates that fungicide safety must be managed as a complete work system, from planning to decontamination, with verified control measures before field application begins. The findings of this study can serve as a basis for developing standard operating procedures (SOPs) for the safe use of fungicides and occupational health and safety (OHS) training programs for shallot farmers.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Fungicide Expoxure, Job Safety Analysis, Occupational Health, Farmers, Occupational Risk Assassment</em></p>Lutfi MuzaqiZulfa AyuningsihMaria Estela KarolinaIrman Syahrul ArdiansyahIsmi Elya WirdatiKartika Dian PertiwiSohaib AkramFajrul Falakh
Copyright (c) 2026 Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-312026-07-31822331Paparan PM2.5 dan Risiko Penyakit Pernapasan pada Kelompok Rentan di Wilayah Urban: Systematic Review
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/5191
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Polusi udara khususnya Particulate Matter 2.5 (PM2.5), merupakan masalah kesehatan lingkungan yang terus meningkat di wilayah urban dan berdampak terhadap kesehatan pernapasan. Menurut WHO pada 2019 polusi udara luar ruangan diperkirakan menyebabkan 4,2 juta kematian prematur di seluruh dunia. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit komorbid memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pernapasan akibat paparan PM2.5. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara paparan PM2.5 dan risiko penyakit pernapasan pada kelompok rentan di wilayah urban. Metode penelitian menggunakan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan kerangka PECO (<em>Population, Exposure, Comparison, Outcome</em>) dan Diagram PRISMA Flow. Pencarian artikel melalui basis data Google Scholar dan ScienceDirect dengan hasil awal 5.086 artikel, 732 dari Google Scholar dan 4.354 dari ScienceDirect. Setelah penyaringan berdasarkan rentang tahun publikasi 2021–2026, status <em>open access</em>, duplikasi, skrining, dan penilaian kelayakan, diperoleh 13 artikel yang memenuhi kriteria. Penilaian kualitas artikel menggunakan <em>Joanna Briggs Institute</em> (JBI) <em>Critical Appraisal Tool</em>. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar artikel melaporkan hubungan positif antara paparan PM2.5 di wilayah urban dengan peningkatan risiko gangguan pernapasan pada kelompok rentan. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap ISPA, asma, dan pneumonia. Pada lansia dan penderita komorbid, paparan jangka panjang mempercepat penurunan fungsi fisiologis dan memperburuk kondisi klinis. Pada masyarakat urban, risiko bersifat multifaktorial dipengaruhi faktor perilaku, sosial ekonomi, dan aktivitas luar ruangan. Disimpulkan bahwa paparan PM2.5 di wilayah urban berhubungan positif dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan pernapasan pada kelompok rentan dengan kerentanan bervariasi sesuai karakteristik fisiologis dan faktor risiko penyerta.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> PM2.5, Penyakit Pernapasan, Kelompok Rentan, Wilayah Urban<br /><br /></p> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p><em>Air pollution, particularly Particulate Matter 2.5 (PM2.5), is a growing environmental health problem in urban areas that negatively affects respiratory health. According to the WHO (2024), outdoor air pollution was estimated to have caused 4.2 million premature deaths worldwide in 2019. Vulnerable groups such as children, the elderly, and individuals with comorbidities are at high risk of developing respiratory disorders due to PM2.5 exposure. This study aims to examine the relationship between PM2.5 exposure and the risk of respiratory disease among vulnerable populations in urban areas. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) based on the PECO framework (Population, Exposure, Comparison, Outcome) and the PRISMA Flow Diagram. Articles were searched through the Google Scholar and ScienceDirect databases, yielding an initial total of 5,086 articles, 732 from Google Scholar and 4,354 from ScienceDirect. After filtering based on publication year (2021–2026), open-access status, duplication removal, screening, and eligibility assessment, 13 articles met the inclusion criteria. The quality of the selected articles was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. The results show that most articles reported a positive association between PM2.5 exposure in urban areas and an increased risk of respiratory disorders among vulnerable groups. Children were found to be the most vulnerable group to acute respiratory infections, asthma, and pneumonia. In the elderly and those with comorbidities, long-term exposure accelerated physiological decline and worsened clinical conditions. Among the urban population, risk was multifactorial, influenced by behavioral, socioeconomic, and outdoor activity factors. It is concluded that PM2.5 exposure in urban areas is positively associated with increased respiratory health risks among vulnerable groups, with susceptibility varying according to physiological characteristics and accompanying risk factors. </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: PM2.5, Respiratory Diseases, Vulnerable Groups, Urban Areas </em></p>Aisyah Luna LampardMeilinda Deliano YasmineZarra FebriantiCitra Aulia RahmaCallysta Az ZahraJanuar AriyantoYunita Amraeni
Copyright (c) 2026 Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-312026-07-31823245Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Limboto
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/5248
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Hipertensi merupakan penyakit kronik dengan prevalensi tinggi pada kelompok lansia. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi kunci keberhasilan terapi. Tingkat ketidakpatuhan masih tinggi. Dukungan keluarga diyakini menjadi salah satu faktor protektif yang memengaruhi kepatuhan pengobatan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel sebanyak 116 lansia hipertensi dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner empat dimensi Toulasik (2019), sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan <em>Morisky Medication Adherence Scale-8</em> (MMAS-8), instrumen yang dipilih karena telah tervalidasi pada populasi hipertensi dewasa di Indonesia dan banyak digunakan secara internasional untuk mengukur perilaku kepatuhan pengobatan. Analisis bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (53,4%) dan berstatus patuh minum obat (60,3%). Hasil uji <em>chi-square</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (<em>p</em> = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Limboto. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan keluarga sebagai bagian dari strategi pelayanan kesehatan primer, misalnya melalui integrasi edukasi keluarga ke dalam program Prolanis atau Posbindu PTM, guna meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Hipertensi, Lansia</p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Hypertension is a chronic disease with a high prevalence among older adults. Adherence to antihypertensive medication is essential for successful treatment; however, non-adherence remains a major challenge. Family support is considered an important protective factor that may influence medication adherence among older adults with hypertension. This study aimed to analyze the relationship between family support and medication adherence among older adults with hypertension at Limboto Primary Health Center, Gorontalo Regency. This analytical descriptive study employed a cross-sectional design. A total of 116 older adults with hypertension were selected using purposive sampling. Family support was measured using the four-dimension questionnaire developed by Toulasik (2019), while medication adherence was measured using the 8-item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), selected because it has been validated in the Indonesian adult hypertensive population and is widely used internationally to assess adherence behavior. Bivariate analysis was performed using the chi-square test. Most respondents reported high family support (53.4%) and were adherent to their antihypertensive medication regimen (60.3%). The chi-square test revealed a significant association between family support and medication adherence (p = 0.001). There was a significant relationship between family support and medication adherence among older adults with hypertension at Limboto Primary Health Center. These findings highlight the importance of strengthening family support within primary health care strategies, for example, by integrating family-based education into the Prolanis or Posbindu NCD programs to improve medication adherence and blood pressure control among older adults with hypertension.</em></p> <p> </p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Family Support, Medication Adherence, Hypertension, Elderly</em></p>Nur Lisa WalaheNurdiana DjamaluddinDewi Suryaningsi Hiola
Copyright (c) 2026 Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-312026-07-31824652Peran Edukasi SMART SRH Berbasis Video Animasi terhadap Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja
https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/4919
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi. Kurangnya pemahaman mengenai perubahan fisik, fungsi organ reproduksi, serta risiko perilaku seksual berisiko dapat berdampak pada meningkatnya kejadian kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan masalah psikososial. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan reproduksi yang efektif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik remaja melalui media pembelajaran inovatif. Edukasi SMART SRH (<em>School Video Media Animasi for Reproductive Health</em>) dikembangkan sebagai media video animasi untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini menggunakan desain <strong><em>quasi-experimental </em></strong><strong>dengan pendekatan<em> pretest–posttest with control group design</em></strong>. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 di SMA PGRI Temanggung. Sampel berjumlah <strong>36 responden</strong> yang dipilih menggunakan <strong><em>purposive sampling</em></strong> dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=18) dan kontrol (n=18). Literasi kesehatan reproduksi diukur menggunakan <strong><em>Reproductive Health Literacy Questionnaire (RHLQ)</em></strong> yang telah memenuhi uji validitas (CFA) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha = 0,919). Analisis data dilakukan secara deskriptif serta menggunakan <strong><em>paired t-test</em></strong> dan <strong><em>independent t-test</em></strong> dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil uji <em>paired t-test</em> menunjukkan adanya peningkatan <strong>signifikan</strong> rerata literasi kesehatan reproduksi pada kelompok intervensi setelah diberikan edukasi SMART SRH dengan nilai <em>p-value</em> (0,000 < α 0,05). Pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan bermakna dengan nilai <em>p-value</em> (0,076 > α 0,05). Uji <em>independent t-test</em> menunjukkan terdapat perbedaan signifikan literasi kesehatan reproduksi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan efektivitas media video animasi sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja sekolah menengah atas.</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Ada Pengaruh Edukasi SMART SRH (<em>School Video Media Animasi For Reproductive Health</em>) Terhadap Literasi Kesehatan Reproduksi.<br /><br /></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Adolescents are an age group vulnerable to reproductive health problems due to low levels of reproductive health literacy. Limited understanding of physical changes, reproductive organ functions, and the risks of sexual risk behaviors can contribute to increased rates of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and psychosocial problems. Therefore, effective, engaging, and adolescent-appropriate reproductive health education through innovative learning media is needed. SMART SRH (School Video Media Animation for Reproductive Health) was developed as an animated video medium to improve adolescents’ reproductive health literacy. </em><em>This study employed a <strong>quasi-experimental pretest-posttest with control group design</strong>. The study was conducted in November 2025 at SMA PGRI Temanggung. A total of <strong>36 participants</strong> were selected using purposive sampling and allocated into intervention (n=18) and control (n=18) groups. Reproductive health literacy was assessed using the <strong>Reproductive Health Literacy Questionnaire (RHLQ)</strong>, which demonstrated acceptable construct validity (CFA) and reliability (Cronbach's alpha = 0.919). Data were analyzed descriptively using <strong>paired t-test</strong> and <strong>independent t-test</strong> with a significance level of 0.05.</em><em> The results of the paired t-test indicated a significant increase in the mean reproductive health literacy score in the intervention group after receiving SMART SRH education, with a p-value (0.000 < α 0.05). In the control group, no significant difference was found, with a p-value (0.076 > α 0.05). The independent t-test showed a significant difference in reproductive health literacy between the intervention and control groups after the intervention. These findings indicate the effectiveness of animated video media as a reproductive health education tool for senior high school adolescents. There is an effect of SMART SRH (School Video Media Animation for Reproductive Health) education on adolescents’ reproductive health literacy.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> H</em><em>ealth Literacy, Adolescent, Reproductive Health Education, Animation Video</em></p>Anita RahmawatiTina Mawardika
Copyright (c) 2026 Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-312026-07-31825364