Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Asfiksia Neonatorum

The Correlation Between Low Birth Weight (LBW) and Neonatal Asphyxia

Authors

  • Nani Apriyani Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Atika Nur Azizah Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijm.v9i1.4261

Keywords:

Berat Badan Lahir Rendah, Asfiksia Neonatorum

Abstract

The Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia increased in 2022, reaching 21,000 deaths. A similar rise was observed in Central Java Province with 4,000 deaths, and in Cilacap Regency with 149 deaths. In 2023, the leading causes of neonatal mortality were asphyxia (1%) and low birth weight (0.7%). Low Birth Weight (LBW) has complex etiologies and is closely associated with the risk of neonatal asphyxia. This study aimed to analyze the correlation between low birth weight and the incidence of neonatal asphyxia. It was a correlational analytic study using a retrospective cohort approach, focusing on past influencing factors (backward-looking). The independent variable was low birth weight (LBW), while the dependent variable was neonatal asphyxia. Data were collected from medical records at RSUD (Regional Public Hospital) Cilacap from May 21 to 24, 2025. The sample consisted of all newborns at RSUD Cilacap in 2024, with a total sampling technique resulting in 1,015 data points. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Spearman rank test. The results revealed a significant correlation between low birth weight and the incidence of neonatal asphyxia at RSUD Cilacap in 2024 (p-value = 0.000). These findings can serve as a reference for strengthening health promotion and prevention strategies to reduce the prevalence of neonatal asphyxia by addressing infant birth weight.

 

Abstrak

Angka Kematian Bayi di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2022 sebanyak 21.000 jiwa. Peningkatan AKB juga terjadi di Provinsi Jawa Tengah hingga 4.000 jiwa dam di Kabupaten Cilacap sebanyak 149 jiwa. Penyebab pada masa neonatal pada tahun 2023 tetinggi adalah asfiksia (1%) dan Berat Badan Lahir Rendah (0,7%). BBLR memiliki etiologi yang kompleks dan berhubungan erat dengan risiko asfiksia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasional melalui pendekatan retrospektif kohort studi yang berfokus dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi di masa lampau (backward looking). Variabel bebas dalam penelitian ini yaituberat badan lahir rendah (BBLR) sedangkan variabel terikat adalah asfiksia neonatorum. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 21 – 24 Mei 2025 di RSUD Cilacap dengan melihat rekam medik.Populasi dalam penelitian ini yaitu bayi yang lahir di RSUD Cilacap dan sampel dalam penelitian ini adalah semuabayi baru lahir di RSUD Cilacap tahun 2024 dengan teknik total Sampling sebanyak 1.015 data. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Cilacap tahun 2024 (p-value= 0,000). Simpulan dalam penelitian ini dapat sebagai acuan dalam meningkatkan promosi dan pencegahan agar prevalensi asfiksia neonatorum dengan memperhatikan berat badan lahir bayi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ango, D., Harismayanti and Sudirman, A.N.A, 2023, ‘Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Dengan Kejadian Asfiksia Di Ruang Nicu Rsud Prof. Dr. H. Aloei Saboe’, Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 2(1), pp. 147–158. Available at: https://doi.org/10.55606/jurrikes.v2i1.971.

Belinda, G., & Mayasari, K, 2020, Menyelamatkan Bayi Gagal Napas dengan Nitrogen Oksida. https://www.honestdocs.id/cara-mengatasi-gagal-napaspada- bayi-baru-lahir dilihat 08Februari 2025

Dinkes Kab. Cilacap, 2024, Angka Kematian Bayi di Kabupaten Cilacap Tahun 2023, dilihat 20 Februari 2025

Faisal, M, 2021, ‘Gambaran Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo’, Universitas Hassanudin, 13(April), pp. 1–11.

Heriani, H. and Camelia, R, 2022, ‘Hubungan Umur Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah’, Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 14(1), pp. 116–122. Available at: https://doi.org/10.36729/bi.v14i1.818.

Institute for Health Metrics and Evaluation, 2024, Neonatal Asphyxia and Trauma Mortality Rates, https://ourworldindata.org/grapher/mortality-neonatalasphyxia-and-trauma, dilihat 20 Maret 2025

Kartikaningsih, D. et al, 2023, ‘Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Dengan Terjadinya Asfiksia Neonatorum Di Ruang Perinatologi Rsud Dr. Rubini Mempawah’, Scientific Journal of Nursing Research, 4(1), p. 13. Available at: https://doi.org/10.30602/sjnr.v4i1.1298.

Kemenkes RI, 2022, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2021, Jakarta: Kemenkes

Kemenkes RI, 2024, Profil Kesehatan Indonesia 2023, Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kusumawati, A.R. et al, 2022, ‘Hubungan Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Panti Abdi Dharma Kota Cirebon Tahun 2022 Relationship between premature rupture of membranes and neonatal asphyxia at the Panti Abdi Dharma Hospital, Cirebon City in 2022’, Jurnal Dunia Kesmas, 11(4), pp. 69–75. Available at: http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/index.

Laput, D.O., Nggarang, B.N. and Rosniyati Dewi, I, 2016, ‘Hubungan Usia Ibu dengan Kejadian Preeklamsi Berat di Ruang Bersalin blud RSUD dr. Ben Ruteng Tahun 2016’, Jurnal Wawasan Kesehatan, 1(2), pp. 132–142.

Lestari, D.L, 2024, ‘Asfiksia neonatorum’, Scientific Journal, 3, pp. 8–15. Available at: http://journal.scientic.id/index.php/sciena/issue/view/17.

Mazhar, R. and Satriyandari, Y, 2024, ‘Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Rs Pku Muhammadiyah Gamping’, Avicenna : Journal of Health Research, 7(1), pp. 9–17. Available at: https://doi.org/10.15643/swipc-2024-19.

Novitasari, A., Hutami, M.S. and Pristya, T.Y.R, 2020, ‘Pencegahan dan Pengendalian BBLR Di Indonesia: Systematic Review’, Pencegahan Dan Pengendalian Bblr Di Indonesia, 2(3), pp. 175–182. Available at: http://doi.wiley.com/10.1002/14651858.CD013574.

Pratama, A.A. and Sandy, P.W.S.J, 2023, ‘Berat Badan Lahir Rendah Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Di RSU Kerta Usadha’, HealthCare Nursing Journal, 5(1), pp. 610–616.

Razak, R. and Adisasmita, A, 2020, ‘Low Birth Weight and Asphyxia Neonatorum Risk: A Case-Control Study’, Advances in Health Sciences Research, 25(Sicph 2019), pp. 384–387. Available at: https://doi.org/10.2991/ahsr.k.200612.054.

RSUD Cilacap. 2024, Kejadian Asfiksia dan BBLR di RSUD Cilacap Tahun 2024. Dilihat 26 Maret 2025

Saifuddin, A. B. 2021, Ilmu Kebidanan, Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Sakunti, S.S., 2022, ‘ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR’, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar [Preprint].

Saputra, H, 2023, Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Midwifery Health Journal, 8(2), 1–9.

Techane, M.A. et al., 2022, ‘The effect of gestational age, low birth weight and parity on birth asphyxia among neonates in sub-Saharan Africa: systematic review and meta-analysis: 2021’, Italian Journal of Pediatrics, 48(1), pp. 1–13. Available at: https://doi.org/10.1186/s13052-022-01307-5.

Widiana, 2020, ‘Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2019’, Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta [Preprint].

Wulandari, P., Arifianto and Senjani, F.P, 2024, ‘Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Ruang Perinatologi RSIA Bunda Aisyah’, Unigal Repository, 11(1).

WHO, 2024, Newborn mortality. World Health Organization, dilihat 18 Maret 2025, https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/newborn-mortality,

Downloads

Published

2026-03-28

How to Cite

Apriyani, N., & Atika Nur Azizah. (2026). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Asfiksia Neonatorum: The Correlation Between Low Birth Weight (LBW) and Neonatal Asphyxia . Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 9(1), 79–87. https://doi.org/10.35473/ijm.v9i1.4261

Issue

Section

Articles