Apakah Tingkat Stres Berhubungan dengan Siklus Menstruasi pada Dewasa Muda
Is Stress Levels Related to Menstrual Cycles in Young Adults
DOI:
https://doi.org/10.35473/ijm.v9i1.4959Keywords:
Stres, Menstruasi, Mahasiswa Kebidanan, Kesehatan ReproduksiAbstract
Regular menstruation is an important indicator of reproductive health because it reflects the balance of the hormonal system. Stress is one of the determinants that can affect the menstrual cycle. Midwifery students are a vulnerable group to experience stress due to academic demands and clinical practice. This study was conducted using a quantitative method using a cross-sectional approach. The study population consisted of female students of the D3 and S1 Midwifery study programs in the 2023-2025 intake. The study sample consisted of 158 respondents taken using a total sampling technique. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, while menstrual cycles were categorized as normal and abnormal. Data analysis was performed using the chi-square test. The majority of respondents were in a state of moderate stress levels (80.4%) and had normal menstrual cycles (75.9%). The chi-square test results obtained a p-value of 0.489 (p > 0.05), which means there is no relationship between stress levels and menstrual cycles in midwifery students.. The stress levels experienced by most respondents were still within adaptive limits so they did not have a significant impact on the menstrual cycle. In addition, other factors such as body mass index (BMI), fatigue, lifestyle, and individual coping skills are confounding factors in influencing menstrual regularity. Stress levels are not significantly associated with menstrual regularity in midwifery students and are not the sole factor influencing menstrual regularity.
Abstrak
Menstruasi yang teratur merupakan indikator penting dalam kesehatan reproduksi karena menggambarkan keseimbangan sistem hormonal. Stres menjadi salah satu determinan yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Mahasiswa kebidanan menjadi kelompok rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan praktik klinik. Studi ini dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswi program studi D3 dan S1 Kebidanan angkatan 2023-2025. Sampel penelitian berjumlah 158 responden yang diambil menggunakan tenik total sampling. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan siklus menstruasi dikategorikan menjadi normal dan tidak normal. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Mayoritas responden berada dalam kondisi tingkat stres sedang (80,4%) dan memiliki siklus menstruasi normal (75,9%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value yaitu 0,489 (p > 0,05), yang artinya tidak terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan. Tingkat stres yang dialami responden sebagian besar masih berada dalam batas adaptif sehingga belum berdampak signifikan terhadap siklus menstruasi. selain itu, terdapat faktor lain seperti indeks massa tubuh (IMT), kelelahan, pola hidup dan kemampuan coping individu yang menjadi faktor perancu dalam mempengaruhi keteraturan menstruasi. Tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan keteraturan menstruasi pada mahasiswa kebidanan dan bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi keteraturan menstruasi.
Downloads
References
Anggraeni, L., Fauziah, N. dan Gustina, I. (2022) “Dampak Tingkat Stres Terhadap Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitan Binawan,” Jurnal Education and Development, 10.
Armayanti, L.Y. dan Damayanti, P.A.R. (2021) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMA Negeri 2 Singaraja,” Jurnal Media Kesehatan [Preprint].
Arnett, J. (2000) “Emerging Adulthood: A Theory of Development From the Late Teens Through the Twenties,” American Psychologist, 55(5), hlm. 469–480.
Botutihe, F. dan KM, S. (2022) Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres Dengan Gangguan Pola Menstruasi. CV. Ruang Tentor.
Damayanti, D. dkk. (2022) “Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Keperawatan di Uiversitas Swasta di Tanggerang,” Jurnal Kedokteran dan Kesehatan [Preprint]. Tersedia pada: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK.
Indriyani, L. dan Aniroh, U. (2023) “Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri,” Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 1(1). Tersedia pada: http://jurnal.unw.ac.id/index.php/JKBS.
Larasati, N.A. (2023) “Hubungan Tingkat Stres dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada Remaja,” Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 2023(2). Tersedia pada: https://doi.org/10.14710/jrkm.2023.18.
Lestari, T.A., Mumpunni, R.Y. dan Sari, N.L. (2023) “Literatur Review: Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Mahasiswa Usia 18-25 Tahun,” PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL, 4(2sp), hlm. 1–7.
Noor, M.S. dkk. (2020) Panduan Kesehatan Reproduksi Remaja. cv.Mine.
Nurfadilah, H., Muhdar, I.N. dan Dhanny, D.R. (2022) “Aktivitas Fisik dan Tingkat Stress dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswa FIKES UHAMKA,” Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 4(1), hlm. 9–17. Tersedia pada: https://doi.org/10.36590/jika.v4i1.204.
Nurfaisa, Darwis dan Nurafriani (2025) “Hubungan Tingkat Stres dengan SIklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Negeri 11 Makassar,” JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 5, hlm. 2025.
Oktafiani, D.T., Putri, S.H.F.N. dan Nirwanto, A.A. (2022) “Pengaruh Kesepian terhadap Stres pada Wanita Dewasa Awal,” Jurnal Penelitian Psikologi, 12(03), hlm. 1008–1018. Tersedia pada: https://doi.org/10.26740.cjpp.1008-1018.
Poitras, M. dkk. (2024) “Bloody stressed! A systematic review of the associations between adulthood psychological stress and menstrual cycle irregularity,” Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 163, hlm. 105784. Tersedia pada: https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2024.105784.
Prakasiwi, S.I. dan Sinta, S. (2025) “Hubungan Tingkat Stres dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang,” Jurnal Sains danTeknologi, 4(6), hlm. 1525–1534. Tersedia pada: https://doi.org/10.55123/insologi.v4i6.6691.
Priantika, M.Y. dan Syahrul, F. (2023) “Analisis Hubungan Stres, Aktivitas Fisik, dan Kelelahan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi,” Psycho Aksara: Jurnal Psikologi, 1(2), hlm. 139–146.
Purnama, C.Y.I., Prasmoro, D.P. dan K, A.W. (2022) “Gambaran gangguan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Tingkat Akhir yang Mengalami Stres di ITSK RS dr. Soepraoen,” Journal of Borneo Holistic Health, 5(1), hlm. 47–56.
Rahma, M. dkk. (2023) “Hubungan Tingkat Stres dan Dismenore Terhadap Siklus Menstruasi Mahasiswa,” Lentera Perawat, 4.
Rahmasari, P. dan Trisiswati, M. (2023) “Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2020/2021,” Junior Medical Journal, 1(5), hlm. 529–536.
Schliep, K.C. dkk. (2015) “Perceived stress, reproductive hormones, and ovulatory function,” Epidemiology, 26(2), hlm. 177–184. Tersedia pada: https://doi.org/10.1097/EDE.0000000000000238.
Siagian, S.A.A.B. dan Irwandi, S. (2023) “Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Kedokteran FK UISU,” Jurnal Kedokteran Sains dan Teknologi Medik, 6.
Siburian, S. (2022) “Hubungan Stres Terhadap Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Tahun 2021.”
Syam, N.F.S. dan Marlina Azis (2025) “The Relationship Between Stress Levels and Menstrual Cycle in Undergraduate Midwifery Students at Megarezky University Makassar,” Jurnal Gizi dan Kesehatan Keluarga, 2(02), hlm. 77–82. Tersedia pada: https://doi.org/10.69632/jgkk.v2i02.46.
Villasari, A. (2021) “Fisiologi menstruasi,” Northern Clinics of Istanbul [Preprint].
Yulita, C. (2025) Menstruasi dan Stres pada Remaja. CV Eureka Media Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright notice:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)
