Faktor Umur dan Paritas Terhadap Kejadian Retensio Plasenta

Authors

  • Yadul Ulya
  • Nurul Hikmah Annisa
  • Susilia Idyawati

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.845

Abstract

WHO menyebutkan salah satu penyebab perdarahan setelah melahirkan ialah retensio placenta. Retensio plasenta merupakan komplikasi persalinan di negara berkembang sebesar 2-3% pada persalinan pervaginam. Faktor predisposisi lain yang turut memengaruhi terjadinya retensio plasenta adalah umur, paritas, uterus terlalu besar, jarak kehamilan yang pendek, dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorumur dan paritas dengan kejadian retensio plasenta di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi seluruh ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta sebanyak 37 orang berdasarkan catatan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dari bulan Oktober tahun 2019 sampai dengan Januari tahun 2020. Pengambilan sampel menggunakan total population. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara usia ibu dengan kejadian retensio placenta (p value 0,458) meskipun secara teoritis mengatkan bahwa kejadian retensio placenta berkaitan dengan usia ibu. Untuk variabel paritas, hasil uji bivariat antara variabel paritas dengan kejadian retensio plasenta diperoleh p value 0,458 yang memiliki arti bahwa secara statistik tidak ditemukannya hubungan antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan dari penilitian ini adalah karaktristik responden dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: dari 37 orang responden mayoritas berumur antara 20 sampai 35 tahun dan mayoritas tidak paritas kurang dari 3 kali. Tidak ada hubungan faktor usia dan paritas terhadap kejadian retensio plasenta dengan p value = 0,458. Dari penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu memberikan edukasi dalam mencegah terjadinya retensio plasenta terutama pada pasien yang beresiko.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ermalena. 2017, Indikator Kesehatan SDGs Indonesia, Jakarta.

Kementerian Kesehatan. 2014, Infodatin: Situasi Kesehatan Ibu, Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Manuaba, IB. 2010, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, EGC, Jakarta.

Mochtar, R. 2010, Sinopsis Obstetri Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi, EGC, Jakarta.

Profil Kesehatan Republik Indonesia. 2015, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Riset Kesehatan Dasar. 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.

Saifuddin, AB., Trijatmo, R., & Wiknjosastro. 2016, Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo, PT Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, Jakarta.

Sugiyanto., Fauzan, M., Setyani, A., & Prihatin, M. 2013, Riset Kesehatan Dasar, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.

World Health Organization. 2009, WHO Guidelines for the Management of Pospartum Haemorrhage and Retained Placenta, World Health Organization, Geneva.

Downloads

Published

2021-03-31

How to Cite

Ulya, Y., Annisa, N. H., & Idyawati, S. (2021). Faktor Umur dan Paritas Terhadap Kejadian Retensio Plasenta. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 51–56. https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.845

Issue

Section

Articles