Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tekanan darah pada Remaja di SMK NU Ungaran

Authors

  • Isfaizah Isfaizah Universitas Ngudi Waluyo
  • Ari Widyaningsih Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.894

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Obesitas di Indonesia mengancam anak dan remaja, dimana obesitas sentral pada remaja umur ≥15 tahun meningkat dari 26,6% (2013) menjadi 31% (2018). Obesitas berdampak secara  fisiologis dalam meningkatnya penyakit cardiovaskler seperti hipertensi. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan alat skrinning untuk pengukuran jumlah lemak pada anak dan remaja yang paling mudah, sederhana dan akurat dalam mendeteksi adanya gizi lebih pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT dengan kenaikan tekanan darah pada remaja di SMK NU Ungaran.

Metode: Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kasus control dengan perbandingan 1:1. Populasi seluruh remaja di SMK NU UNgaran sebanyak 327 siswa, pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok kasus adalah remaja dengan tekanan darah pre-hipertensi sebanyak 40 responden dan kelompok control remaja dengan tekanan darah normal sebanyak 40 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan Chi-Square.

Hasil: Analisis univariat diperoleh 50% responden memiliki IMT normal, rerata TD systole vs diastole (116.51 mmHg vs 74.67 mmHg). Ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan tekanan darah pada remaja di SMK NU Ungaran (p<0.001, OR:5.571, CI 95%= 2.119 s/d 14.647).

Kesimpulan: Remaja yang IMT berlebih akan meningkatkan resiko kenaikan tekanan darah sebesar 5.57 kali dibandingkan dengan remaja yang memiliki IMT normal. Perlu dilakukannya edukasi dan pemantauan status gizi pada remaja serta pengukuran tekanan darah secara berkala untuk mencegah terjadinya pre hipertensi pada usia remaja.

Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh (IMT), Tekanan Darah

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Isfaizah Isfaizah, Universitas Ngudi Waluyo

Kebidanan

Ari Widyaningsih, Universitas Ngudi Waluyo

Kebidanan

References

CDC. 2011. CDC growth chart 2000. Diakses dari http://www.cdc.gov.

Chen Z, Smith M, Du H, et al. 2015. China Kadoorie Biobank Collaborative Group. Blood pressure in relation to general and central adiposity among 500 000 adults in Chinese men and women. Int J Epidemiol 44(4): 1305-1319.

Departement Health and Human Service. 2013. The Sevent Report of the Joint National Committeeon Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. JAMA 2892560-2571.

Dua S, Dall M, Bhuker M dan Sharma P. 2014. Body mass index and blood pressure. North American Journal of Medical Sciences 6(2): 89-95.

Goerge C, Linderman BS, Jiapeng Lu, Yuan Lu, Xin Sun, Wei Xu, Khurram N, Wade S, Lixin J, Harlan M dan Krumholz. 2018. Association of Body Mass Index With Blood Pressure Among 1.7 Million Chinese Adults. JAMA Network 1(4): 1-11.

Hall JE, Do Carmo JM, Da Silva AA, Wang Z, Hall ME. 2015. Obesity-Induced Hypertension: Interaction of Neurohumoral and Renal Mechanisms. Circ Res 116(6):991–1006.

Kembuan, I. Y., Kandou, G., & Kaunang, W. P. J. 2016. Hubungan obesitas dengan penyakit

hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 4(2), 16–35.

Kemenkes RI. 2018. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Badan Litbangkes Depkes RI.

Kotsis V, Stabouli S, Papakatsika S, Rizos Z, Parati G. 2010. Mechanisms of Obesity-Induced Hypertension. Hypertens Res 33(5):386–93.

Kumar R. 2007. Basic Pathology, 8th ed. Elsevier.

Ramadhani ET dan Sulistyorini Y. 2018. Hubungan Kasus Obesitas dengan Hipertensi di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2016. Jurnal Berkala Epidemiologi 6 (1): 35-42.

Santrock J.W. 2002. Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Sarlito S.W. 2004. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Sherwood L. 2010. Human Physiology 13rd Edition. Baltimore : Thomson.

Soetjningsih. 2013. Tumbuh Kembang Anak. Edisi ke-2. Jakarta : EGC.

Subardja D. 2004. Obesitas Primer pada Anak : Diagnosis, Pathogenesis, dan Patofisiologi: Edisi ke-1. Bandung: Kiblat.

Sudikno, Herdayati M dan Bersal. Hubungan Aktifitas fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Orang Dewasa di Indonesia. Jurnal e-Biomedik (eBM). 2013; 1(1):147-53.

Sulastri D, Elmatris dan Ramadhani R. 2012. Hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi pada masyarakat etnik Minangkabau di Kota Padang. Majalah Kedokteran Andalas 2(36): 188-201.

Supariasa. 2013. Status Gizi. Bandung: ELFABETA.

Visaria A dan Lo D. 2020. Association between body mass index and hypertension subtypes in Indian and United State Adults. Indian Health Journal 7: 459-461.

WHO. 2013. Global Brief on Hypertension: Silent Killer, Global Public Health Crisis. Geneva:WHO.

Downloads

Published

2021-03-31

How to Cite

Isfaizah, I., & Widyaningsih, A. (2021). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tekanan darah pada Remaja di SMK NU Ungaran. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4(1), 68–75. https://doi.org/10.35473/ijm.v4i1.894

Issue

Section

Articles