Hubungan Antara Jenis Kelamin dan Usia dengan Kejadian Enuresis pada Anak Prasekolah

Authors

  • Isfaizah Isfaizah Universitas Ngudi Waluyo
  • Fitria Primi Astuti
  • Widayati Widayati

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijm.v1i2.97

Abstract

Enuresis (mengompol) menjadi masalah kesehatan pada anak. Enuresis adalah keluarnya urin yang tidak disadari sampai anak 5 tahun. Enuresis memberikan pengaruh buruk baik secara psikologis maupun sosial yang mempengaruhi kehidupan anak dan orang tuanya. Anak dengan enuresis cenderung terbatas dalam aktivitas sosial, dijauhi keluarga dan teman, adanya perlakuan buruk dari orangtua/pengasuh seperti dimarahi, dihukum atau ditolak yang menyebabkan perasaan rendah diri pada anak dan perkembangan kepribadiannya.Prevalensi enuresis pada anak laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan (10.7% vs 5.4%). Prevalensi enuresis menurun seiring dengan bertambahnya usia yaitu 15% pada usia 5 tahun, 10% pada usia 7 tahun dan 5% pada usia 11-12 tahun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan usia dengan kejadian enuresis pada anak prasekolah. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan case control 1:1. Populasi seluruh siswa/siswi usia prasekolah (PAUD dan TK) di wilayah Kelurahan Candirejo. Sampel sebanyak 32 siswa/siswi yang mengalami enuresis dan 32 siswa/siswi yang tidak mengalami enuresis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang jumlah enuresis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan chi square. Analisis univariat diperoleh rerata usia anak adalah 55.59 bulan,rerata frekuensi enuresis adalah 3.41kali/minggu. Kejadian enuresis pada anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan (63.3% vs 38.2%). Enuresis lebih sering terjadi pada anak usia≤55.5 bulan yaitu sebesar 62.9%.Ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan kejadian enuresis pada anak pra sekolah (p=0.045, OR=2.79, CI95%=1.011-7.698, p=0.024, OR=0.311, CI95%=0.111-0.869). Anak laki-laki lebih cenderung untuk mengalami enuresis dibandingkan dengan anak perempuan. Ajarkan toilet training sejak dini pada anak, khususnya pada anak laki-laki.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Isfaizah Isfaizah, Universitas Ngudi Waluyo

Kebidanan

References

Astuti FP dan Sofiyanti I. 2018.Perbedaan Frekuensi Enuresis Sebelum dan Sesudah Pemberian Behaviour Modification (Alarm Enuresis).Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes 9 (2): 90-94.

Bakhtiar K, Pornia Y, Ebahimzadeh F, Farhadi A, Shafizadeh F dan Hosseinabadi R. 2014. Prevalence of Nocturnal enuresis and its associated Factors in Primary School and preschool children of Khorramabad in 2013. International Journal of Pediatrics. http://dx.doi.org/10.1155/2014/120686.

Caman KB, Ceran O, dan Kaya C. 2008. Nocturnal enuresis in turkey:prevalence and accompanying factors in different socioeconomic envireonments. Urol Int 80(4): 362-366.

Doganer YC, Aydogan U, Ongel K, Sari O, Koc B dan Saglam K. 2015. The prevalence and Sociodemographic risk factors of enuresis nocturnal among elementary school-age children. Journal of Family Medicine and Primary Care 4(1): 39-44.

Dolgun G, Savaser S, Balci S dan Yazici S. 2012. Prevalence of Nocturnal enuresis and arelated Factor I children aged 5-13 in Istambul. Iran J Pediatr 22(2): 205-212.

Erdogan A, Akkurt H, Boettjer NK. 2008. Prevalence and behavioural correlates of enuresis in young children. J Paediatr Child Health 44(5):297-301.

Ghahramami M, Basirymoghadam M dan Ghahramani A. 2008. Nocturnal enuresis and ts impact on growth. Iran J Pediatr 18(2):167-170.

Goin RP. 1998. Nocturnal enuresis in children. Pediatr Rev 18:183-190.

Gunes A, Gunes G, Acik Y dan Akilli A. 2009. The epidemiology and factor associated eith nocturnal enuresis aong boarding and daytime school children in southeast of turkey:a cross sectional study. BMC Public Health 9: 357.

Liora A, Donna F dan Greenblatt HB (2018) Urinary Incontinence (Enuresis) in Children. Helath Encyclopedia. University of Rochester Medical Center. From http://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?com.

Ozkan S, Drukan E, Iseri E, Gurocak S, Maral I dan Bumin MA. 2010. Prevalence and risk factors of monosymptomatic nocturnal enuresis in Turkish Children. Indian Journal of Urology 26(2): 202-205.

Ramirez-Bachaus M,Agullo EM dan Gizman A. 2009. Prevalence of nocturnal enuresis in the valencian community. Pediatric section of the national incontinence survey. The EPICC sudy. Actas Urological Espanolas 33(9): 1011-1018.

Shreeram S, He JP, Kalaydijan A, Brothers S, Merikangan KR. 2009. Prevalence of enuresis and its association wth attention-deficit/hiperactvity disorder among U.S Children: result from a nationally representative study. J Am ACad Child Adolesc Psychiatry 48(1):35-41.

Solanki A dan Desai SG. 2014. Prevalence and ris factors of nocturnal enuresis aong school age children in rural areas. International Journal of Research in Medical Sciences 2(1): 202-205.

Supartini, Yupi (2008) Buku Ajar Konsep Keperawatan Anak. Jakarta,EGC

Wang QW, Wen JG, Zhu QH. 2009. The effect of Familial aggregaton on the children with primary nocturnal enuresis. Neuroural Urodynamics 28(5):423-426.

Yeung CK, Sreedhar B, Sihoe JDY, Sit FKY dan Lau J. 2006. Differences in characteristics of nocturnal enuresis between children anda adolescents: a critical appraisal from a large epidemiological sudy. The British Journal of Urology internasional 97(5):1069-107

Downloads

Published

2018-12-04

How to Cite

Isfaizah, I., Astuti, F. P., & Widayati, W. (2018). Hubungan Antara Jenis Kelamin dan Usia dengan Kejadian Enuresis pada Anak Prasekolah. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 1(2). https://doi.org/10.35473/ijm.v1i2.97

Issue

Section

Articles