Penggunaan Gabapentin dan Pregabalin sebagai Terapi Adjuvant pada Pasien Nyeri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran

Overview of The Use of Gabapentin and Pregabalin as Adjuvant Therapy in Inpatient Pain Patients Ungaran Hospital

Authors

  • Muhamad Ilham Rusdi Universitas Ngudi Waluyo
  • Neli Diah Pratiwi Universitas Ngudi Waluyo

DOI:

https://doi.org/10.35473/ijpnp.v8i01.3524

Abstract

Unpleasant sensory and emotional experiences due to tissue damage are often felt by everyone. Management of neuropathic, nociceptive and mixed pain often uses pregabalin and gabapentin. The purpose of this study was to describe the use of gabapentin and pregabalin as adjuvant therapy in inpatients with pain at Ungaran Hospital. This study was non-experimental using a descriptive observational method using secondary data obtained from medical records at Ungaran Hospital with a sample of 43 medical record data. The data collected were then subjected to descriptive analysis which included patient characteristics based on gender, age, clinical symptoms, and comorbidities. The description of the use of Atrial Fibrillation drugs included drug classes and types of drugs then calculated the percentage non-experimental with a descriptive research method and data collection was carried out retrospectively with a purposive sampling technique, namely 43 samples. Data were analyzed descriptively. The results of patients who received adjuvant gabapentin and pregabalin therapy were mostly aged 56-65 years (35%) and women (60%). The majority of patients experienced moderate pain (70%) and neuropathic pain (60%). The most common adjuvant therapies were gabapentin (86%), and pregabalin use (14%).

 

ABSTRAK

Kerusakan jaringan dapat menyebabkan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan sering sekali dirasakan oleh semua orang. Manajemen penatalaksanaan nyeri neuropatik, nosiseptif dan campuran sering kali digunakan pregabalin dan gabapentin. Tujuan penelitian ini analisis gambaran penggunaan gabapentin dan pregabalin sebagai terapi adjuvant pada pasien nyeri di rawat inap. Penelitian ini bersifat non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis Rumah Sakit Daerah Ungaran dengan jumlah sampel 43 data rekam medik. Data yang terkumpul  kemudian dilakukan analisis deskriptif yang meliputi: karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, gejala klinis, dan penyakit penyerta. Gambaran penggunaan obat Atrial Fibrilasi meliputi golongan obat dan jenis obat kemudian menghitung persentasenyanon-ekperimental dengan metode penelitian deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan menggunakan purposive sampling yaitu 43 sampel. Data dianalisis secara deskriptif.       Hasil pasien yang mendapatkan terapi adjuvant gabapentin dan pregabalin sebagian besar berusia  56-65 tahun (35%) dan perempuan (60%). Mayoritas pasien mengalami nyeri sedang (70%) dan nyeri neuropatik (60%). Terapi adjuvan yang paling umum adalah gabapentin (86%), dan penggunaan pregabalin  (14%).

References

Devita Gunadi et al. 2022. “Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Derajat Nyeri Pada Pasien Osteoarthritis Lutut Di RS UNS.” Plexus Medical Journal 1(1):10–17. doi: 10.20961/plexus.v1i1.6.

Jaya, Michael. 2023. “Identifikasi Dan Manajemen Pada Nyeri Sentral Pascastroke Identification And Management Of Central Post-Stroke Pain.” Damianus Journal of Medicine 22(1):61– 75.

Nur Sabrina, Rizqa. 2021. “Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Nyeri Otot Pada Usia Produktif Di Puskesmas Banguntapan II Bantul.” Jurnal Riset Daerah XXI(4):4009–4114.

Rakhma, Dita Nurlita. 2015. “Pengaruh Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Melalui Penghambatan Sinaptogesis Pada Mencit Model Inflamasi.” 8–9.

Samatra, Dewa Putu Gede Purwa et al. 2019. “Pengobatan Gabapentin Terhadap Postherpetic Neuralgia (PHN).” Medicina 50(2):404–9. doi: 10.15562/medicina.v50i2.801.

Tambirang, RM et al. 2019. “Evaluasi Penggunaan Dan Outcome Terapi Obat Antinyeri Pada Pasien Diabetik Neuropati Di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.” Pharmacon 7(3):76–88.

Tanhardjo, Jerry et al. 2016. “PERBANDINGAN RERATA KADAR HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN NEUROPATI DAN TANPA NEUROPATI SENSORI

MOTOR.” Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana 1(2):127. doi: 10.21460/bikdw.v1i2.13.

Downloads

Published

2025-03-23