https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/issue/feed JANACITTA 2026-09-30T00:00:00+00:00 Anni Malihatul Hawa [email protected] Open Journal Systems <div class="body"> <div class="description"> <div style="border: 2px #444F71 solid; padding: 3px; background-color: #f0ffff; text-align: left;"> <ol> <li class="show">Nama Jurnal: JANACITTA Journal of Primary and Children's Education</li> <li class="show">Singkatan: Janacitta</li> <li class="show">Frekuensi: Maret &amp; September</li> <li class="show">ISSN: Print - | Online 2615-6598</li> <li class="show">Editor in Chief: Anni Malihatul Hawa, S.Pd., M.Pd.</li> <li class="show">DOI: 10.35473/Janacitta</li> <li class="show">Akreditasi : Sinta 4</li> <li class="show">Penerbit: Universitas Ngudi Waluyo Program Studi PGSD</li> </ol> </div> <p>JANACITTA Journal of Primary and Children's Education merupakan publikasi ilmiah yang berisi tentang karya-karya di dunia pendidikan yang dilakukan oleh guru, dosen, dan masyarakat. Karya ilmiah pada jurnal yang diterbitkan ini merupakan artikel hasil penelitian atau gagasan inovatif dan progresif di bidang pendidikan dasar formal. Semua naskah yang dikirimkan harus dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia</p> </div> </div> https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5211 Uji kepraktisan modul ajar akuaponik pada pembelajaran IPAS materi ekosistem kelas V SD N Banjar Kertek 2026-06-05T04:54:39+00:00 Suprihatin Suprihatin [email protected] Akhmad Khoiri [email protected] Desty Putri Hanifah [email protected] <table width="558"> <tbody> <tr> <td width="406"> <p><em>Science and Social Studies (IPAS) learning on ecosystem material at SD N Banjar Kertek has not been supported by an aquaponics-based teaching module, causing the learning process to be less contextual. This study aimed to determine the practicality of an aquaponics-based teaching module in fifth-grade IPAS learning. The research method used the ADDIE model limited to the analyze, design, and development stages with 26 fifth-grade students as the subjects. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, validation questionnaires, and student and teacher response questionnaires. The data obtained from the validation and user responses were analyzed descriptively and quantitatively through percentage calculations to determine the level of feasibility and practicality of the module. The results showed that the module obtained validation scores of 91.67% from material experts, 83.33% from media experts, and 91.67% from practitioner experts, all categorized as very feasible. In addition, the student response questionnaire obtained an average score of 86.2% in the very good category, indicating that the module was easy to understand, attractive, and practical to use in learning activities. Therefore, the aquaponics-based teaching module was declared practical to use and capable of helping students understand ecosystem concepts in a more contextual way.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pembelajaran IPAS materi ekosistem di SD N Banjar Kertek masih belum didukung modul ajar berbasis akuaponik sehingga pembelajaran kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepraktisan modul ajar berbasis akuaponik pada pembelajaran IPAS kelas V. Metode penelitian menggunakan model ADDIE yang dibatasi pada tahap <em>analyze, design</em>, dan <em>development </em>dengan subjek uji coba terbatas dilakukan pada 26 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, dan angket respons siswa serta guru. Data yang diperoleh dari hasil validasi dan respons pengguna diolah secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memperoleh nilai validasi ahli materi 91,67, ahli media 83,33, dan ahli praktisi 91,67 dengan kategori sangat layak. Selain itu, hasil angket respons siswa memperoleh rata-rata skor sebesar 86,2 dengan kategori sangat baik yang menunjukkan bahwa modul mudah dipahami, menarik, dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian, modul ajar berbasis akuaponik dinyatakan praktis digunakan dan mampu membantu siswa memahami konsep ekosistem secara lebih kontekstual.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 2026 https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5258 Peningkatan keterampilan menulis teks prosedur melalui model problem based learning berbantuan media lapbook 2026-06-18T04:46:06+00:00 Vina Wahyu Setyo Asih [email protected] Lintang Kironoratri [email protected] Fina Fakhriyah [email protected] <table style="height: 450px;" width="801"> <tbody> <tr> <td width="431"> <p><em>This study aims to determine the improvement in procedural text writing skills through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model supported by lapbooks among fourth-grade students at SD 1 Rendeng. The study employed a quantitative approach. The sample consisted of 43 students. Data collection methods included tests, observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using normality tests, paired-sample t-tests, and N-Gain tests. The results showed an improvement in procedural text writing skills following the implementation of the PBL model supported by lapbooks. The mean pretest score of 72.23 increased to 87.77 on the posttest. The results of the paired t-test analysis showed a significance value of 0.000 &lt; 0.05, indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. In addition, the N-Gain test results fell into the moderate category. Thus, the Problem-Based Learning model using lapbooks can improve elementary school students’ ability to write procedural texts.</em></p> <p> </p> <table style="height: 478px;" width="803"> <tbody> <tr> <td width="435"> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks prosedur dengan penerapan model <em>Problem Based Learning </em>(PBL) yang didukung oleh media <em>lapbook</em>. pada siswa kelas IV SD 1 Rendeng. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah subjek penelitian adalah 43 siswa. Metode pengumpulan data mencakup tes, pengamatan, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pengujian normalitas, <em>paired sample t-test</em>, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks prosedur setelah diterapkan model PBL berbantuan media <em>lapbook</em>. Nilai rata-rata <em>pretest</em> sebesar 72,23 meningkat menjadi 87,77 pada <em>posttest</em>. Hasil analisis uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05 yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara nilai <em>pretest </em>dan <em>posttest</em>. Di samping itu, hasil uji <em>N-Gain</em> tergolong dalam kategori sedang. Dengan cara ini, model <em>Problem Based Learning </em>yang menggunakan media <em>lapbook</em> dapat meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur bagi siswa sekolah dasar.</p> <p><strong> </strong></p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 2026 https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5302 Analisis kebutuhan pengembangan E-LKPD berbasis HOTS pada materi ciri-ciri bangun datar kelas V sekolah dasar 2026-06-27T03:37:55+00:00 Putri Nur Rahmawati [email protected] Sita Isna Malyuna [email protected] Ina Agustin [email protected] <p><em>Mathematics instruction at the elementary school level, particularly on the topic of the characteristics of two-dimensional shapes, still requires attention because students have not yet demonstrated optimal higher-order thinking skills (HOTS) or learning achievement. This condition is further influenced by the limited integration of technology into the learning process. In practice, teachers continue to rely primarily on textbooks, printed student worksheets, and lecture-based instruction. This study aims to identify the need for developing HOTS-based Electronic Student Worksheets (E-LKPD) for mathematics learning on the characteristics of two-dimensional shapes among fifth-grade elementary school students. A qualitative approach with a descriptive research design was employed, involving one fifth-grade teacher and 20 students as research participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The observation results indicated that classroom activities remained largely teacher-centered, resulting in limited student engagement during the learning process. The interview findings revealed that students experienced difficulties when dealing with problems requiring analytical and reasoning skills. This condition was further supported by documented learning outcomes, which showed that most students had not yet achieved the Learning Achievement Criteria (KKTP). Nevertheless, students demonstrated a positive response to the use of technology in learning activities. The needs analysis indicated a demand for digital learning materials that integrate content presentation, interactive activities, and HOTS-oriented exercises. Therefore, HOTS-based E-LKPD is considered relevant for development as supplementary learning material that can be adapted to students' needs in learning the characteristics of two-dimensional shapes.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pembelajaran matematika di jenjang sekolah dasar, khususnya pada topik ciri-ciri bangun datar, masih memerlukan perhatian karena peserta didik belum menunjukkan kemampuan yang optimal dalam berpikir tingkat tinggi (<em>Higher Order Thinking Skills</em>/HOTS) maupun dalam pencapaian hasil belajar. Kondisi tersebut diperkuat oleh penggunaan teknologi pembelajaran yang belum maksimal. Dalam pelaksanaannya, guru masih mengandalkan buku teks, LKS dalam bentuk cetak, serta pembelajaran melalui metode ceramah. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan E-LKPD berbasis HOTS pada pembelajaran matematika materi ciri-ciri bangun datar di kelas V sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan seorang guru kelas V dan 20 peserta didik sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi, aktivitas pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan peserta didik dalam proses belajar belum optimal. Hasil wawancara menunjukkan bahwa peserta didik menghadapi kendala ketika mengerjakan permasalahan yang menuntut kemampuan menganalisis dan melakukan penalaran. Kondisi tersebut didukung oleh data dokumentasi yang memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta didik belum mencapai KKTP. Meskipun demikian, peserta didik memiliki respons yang positif terhadap pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan terhadap bahan ajar digital yang menggabungkan penyajian materi, kegiatan interaktif, dan latihan yang berorientasi HOTS. Oleh karena itu, E-LKPD berbasis HOTS relevan untuk dikembangkan sebagai bahan ajar pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran materi ciri-ciri bangun datar.</p> 2026-09-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 2026