https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/issue/feedJANACITTA2026-04-22T09:27:56+00:00Anni Malihatul Hawa[email protected]Open Journal Systems<div class="body"> <div class="description"> <div style="border: 2px #444F71 solid; padding: 3px; background-color: #f0ffff; text-align: left;"> <ol> <li class="show">Nama Jurnal: JANACITTA Journal of Primary and Children's Education</li> <li class="show">Singkatan: Janacitta</li> <li class="show">Frekuensi: Maret & September</li> <li class="show">ISSN: Print - | Online 2615-6598</li> <li class="show">Editor in Chief: Anni Malihatul Hawa, S.Pd., M.Pd.</li> <li class="show">DOI: 10.35473/Janacitta</li> <li class="show">Akreditasi : Sinta 4</li> <li class="show">Penerbit: Universitas Ngudi Waluyo Program Studi PGSD</li> </ol> </div> <p>JANACITTA Journal of Primary and Children's Education merupakan publikasi ilmiah yang berisi tentang karya-karya di dunia pendidikan yang dilakukan oleh guru, dosen, dan masyarakat. Karya ilmiah pada jurnal yang diterbitkan ini merupakan artikel hasil penelitian atau gagasan inovatif dan progresif di bidang pendidikan dasar formal. Semua naskah yang dikirimkan harus dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia</p> </div> </div>https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4972Pengaruh Media Cerita Bergambar terhadap Pemahaman Nilai Toleransi antar Siswa Berbeda Agama di Sekolah Dasar2026-02-24T07:42:40+00:00Nala 'Ariikah[email protected]Wawan Shokib Rondli[email protected]Nur Fajrie[email protected]<p><em>The main objective of this study is to analyze the influence and effectiveness of using illustrated story media in increasing students' understanding of tolerance values. The research methodology used is a quantitative approach with a One-Group Pretest-Posttest design. The research sample consisted of 35 fifth-grade students at SD 1 Bulungcangkring, selected using the Saturation Sampling technique. Data were collected through test instruments (pretest-posttest) and non-test instruments such as interviews, observations, and questionnaires. Data analysis was carried out through normality prerequisite tests followed by hypothesis testing using the Paired Sample T-Test and the N-Gain test. The results showed a significant influence of the use of illustrated story media on the understanding of tolerance values. This is evidenced by a significance value of 0.000 < 0.05 in the t-test, meaning the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Furthermore, there was an increase in the students' average score from 68.05 during the pretest to 90.55 during the posttest. The N-Gain test resulted in a score of 0.7320, which falls into the high category, indicating that this media is quite effective. The conclusion of this research is that illustrated story media is effective in improving the understanding of tolerance values, particularly in indicators of inter-religious cooperation and mutual assistance.</em></p> <p><em> </em><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh serta efektivitas penggunaan media cerita bergambar dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi pada siswa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain <em>One-Group Pretest-Posttest</em>. Sampel penelitian terdiri dari 35 siswa kelas V SD 1 Bulungcangkring yang diambil menggunakan teknik <em>Saturation Sampling</em>. Data dikumpulkan melalui instrumen tes (<em>pretest-posttest</em>) dan instrumen non-tes seperti wawancara, observasi, serta angket. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat normalitas yang dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan <em>Paired Sample T-Test</em> dan uji <em>N-Gain</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penggunaan media cerita bergambar terhadap pemahaman nilai toleransi. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 pada uji t, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selain itu, terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa dari 68,05 saat <em>pretest</em> menjadi 90,55 saat <em>posttest</em>. Uji <em>N-Gain</em> menghasilkan skor 0,7320 yang masuk dalam kategori tinggi, menunjukkan bahwa media ini cukup efektif. Simpulan dari penelitian ini adalah media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi, terutama pada indikator kerja sama antar agama dan sikap saling membantu.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5077Penerapan Kegiatan Fieldtrip pada Kualitas Tidur Anak 2026-04-22T09:27:56+00:00Siti Nur Intan Awaliyah[email protected]Dewi Pratiwi[email protected]<p><em>This study discusses children's poor sleep schedules, and found that children are often late for school. Previous researchers have suggested that enjoyable activities before bed can help children sleep well and regularly. Enjoyable activities for children are those that bring them joy without any pressure or coercion. One such enjoyable activity at school is a field trip. A field trip is a learning activity outside the classroom where children visit a place so they can learn in real life and experience firsthand. The purpose of this study is to describe the enjoyable activities of a field trip in relation to children's organized sleep schedules and in accordance with the child's motor development. The location and subject of this study are the TPA Labschool Unisnu Jepara. The research method used is qualitative case study approach by systematically describing the data found through observation and interviews.</em> <em>The results show that fieldtrip activities can be a meaningful learning strategy and form healthy sleep habits for children.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini membahas tentang waktu tidur anak yang kurang baik, ditemukan adanya masalah bahwasanya anak sering terlambat untuk berangkat ke sekolah. Dari beberapa peneliti terdahulu mengatakan bahwa kegiatan menyenangkan sebelum tidur dapat membantu anak untuk tidur dengan baik dan teratur. Kegiatan menyenangkan bagi anak merupakan kegiatan yang membuat senang tanpa adanya tekanan dan paksaan. Salah satu kegiatan menyenangkan disekolah adalah <em>fieldtrip</em>. <em>Fieldtrip </em>merupakan suatu kegiatan pembelajaran diluar kelas dengan cara anak mengunjungi sebuah tempat agar anak dapat belajar secara nyata dan mengalami pengalaman langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan menyenangkan <em>fieldtrip </em>terhadap waktu tidur anak yang teratur dan sesuai dengan perkembangan motorik anak. Lokasi dan subjek anak yang akan menjadi penelitian saya adalah TPA <em>Labschool</em> Unisnu Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan <em>study</em> kasus dengan menggambarkan secara sistematis mengenai data yang ditemukan dalam observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan <em>fieldtrip </em>dapat menjadi strategi pembelajaran yang bermakna dan membentuk kebiasaan tidur yang sehat untuk anak.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5026Refresh (Reflection Response of Habits) Website Inovasi untuk Remaja SMP Tingkatkan Sikap Anti Bullying2026-03-24T07:51:00+00:00Adista Nurfadillah[email protected]Tetti Solehati[email protected]<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Adolescents are a vulnerable population undergoing biological, cognitive, and socio-emotional transitions, which may increase the risk of involvement in bullying behavior, either as perpetrators or victims. The rising prevalence of bullying cases in Indonesia highlights the need for more systematic and preventive digital interventions. This study aims to develop a conceptual design of the REFRESH (Reflection Response of Habits) website as a digital-based anti-bullying intervention model for junior high school students. A descriptive qualitative approach with a conceptual study design was employed. System development followed the Waterfall model, including requirement analysis, system design, conceptual implementation, comparative testing, and maintenance planning. The proposed REFRESH platform integrates five core features: interactive educational content, anonymous reporting, psychological risk screening, psychological assessment, and collaboration with school counselors and healthcare professionals. Comparative evaluation indicates that REFRESH offers a more comprehensive approach than existing anti-bullying platforms by emphasizing early detection and multidisciplinary collaboration. Conceptually, the integration of these features has the potential to enhance students’ awareness, strengthen psychological safety, and support sustainable school-based interventions. Further research is required to implement the system technically and to empirically evaluate its effectiveness in improving anti-bullying attitudes and behaviors.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Remaja merupakan kelompok rentan yang mengalami perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional sehingga berisiko terlibat dalam perilaku <em>bullying,</em> baik sebagai pelaku maupun korban. Meningkatnya kasus <em>bullying </em>di Indonesia menunjukkan perlunya inovasi pencegahan yang lebih sistematis dan preventif. Penelitian ini bertujuan merancang konsep <em>website </em>REFRESH (<em>Reflection Response of Habits</em>) sebagai model intervensi digital untuk meningkatkan sikap anti-bullying pada remaja SMP. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi konseptual. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model <em>Waterfall</em> yang meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi konseptual, pengujian komparatif, dan perencanaan pemeliharaan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa REFRESH mengintegrasikan lima fitur utama, yaitu edukasi interaktif, pelaporan anonim, skrining risiko psikologis, asesmen psikologis, serta kolaborasi dengan guru BK dan tenaga kesehatan. Evaluasi komparatif menunjukkan bahwa sistem ini lebih komprehensif dibandingkan platform anti-<em>bullying</em> sebelumnya karena menekankan deteksi dini dan pendekatan kolaboratif lintas profesi. Secara konseptual, integrasi fitur tersebut berpotensi meningkatkan kesadaran, memperkuat keamanan psikologis siswa, serta mendukung intervensi berkelanjutan di lingkungan sekolah. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji efektivitas dan implementasi teknis sistem secara empiris.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5020Efektifitas Game Edukatif Digital untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar: SLR2026-03-18T09:00:34+00:00Trijoko Bagus Setyawan[email protected]Rida Fironika Kusumadewi[email protected]Imam Kusmaryono[email protected]<p><em>This research is motivated by the urgent need for innovative interventions to improve literacy and numeracy in elementary school students. This study aims to (1) synthesize empirical evidence regarding the effectiveness of Game-Based Learning (GBL) on improving literacy and numeracy skills; (2) identify current research trends; and (3) formulate evidence-based instructional Design principles for the development of digital educational games. The method used is a Systematic Literature Review (SLR). The literature tracking process was carried out online using an indexed database with specific inclusion criteria (GBL, Literacy/Numeracy, Elementary School Students) in the publication period 2019–2023. After a rigorous screening process, 35 relevant articles were reviewed in depth. The data analysis technique was data extraction followed by thematic narrative synthesis. The results of the review indicate that GBL consistently produces significant positive impacts on the cognitive domain (mastery of procedural and conceptual knowledge in Literacy and Numeracy) and the affective domain (increased motivation, flow, and persistence). Specifically, GBL is efficacious in improving phonemic awareness (Literacy) and conceptual understanding of fractions (Numeracy). However, the most crucial finding is that GBL’s effectiveness depends heavily on the teacher’s pedagogical integration, not just on the game’s technical quality. The conclusion confirms that Digital Educational Games are a credible intervention to improve Literacy and Numeracy. However, the success of knowledge transfer from the game environment to the formal curriculum is highly dependent. The focus is on the teacher’s role as a facilitator (guide on the side) through a post-game reflective discussion (debriefing) session. The main recommendation is the need to develop educational games integrated with the Teacher Implementation Module to facilitate a meaningful debriefing phase.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan intervensi inovatif untuk meningkatkan literasi dan numerasi pada siswa sekolah dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mensintesis bukti empiris mengenai efektivitas Pembelajaran Berbasis <em>Game</em> (<em>Game-Based Learning </em>atau GBL) terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi; (2) mengidentifikasi tren penelitian terkini; serta (3) merumuskan prinsip-prinsip desain instruksional berbasis bukti untuk pengembangan game edukatif digital. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (<em>Systematic Literature Review/SLR)</em>. Proses pelacakan literatur dilakukan secara daring menggunakan basis data terindeks dengan kriteria inklusi spesifik (GBL, Literasi/Numerasi, Siswa SD) dalam rentang publikasi 2019-2023. Setelah proses penyaringan ketat, sebanyak 35 artikel relevan dikaji secara mendalam. Teknik analisis data adalah ekstraksi data yang dilanjutkan dengan sintesis naratif tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa GBL secara konsisten menghasilkan dampak positif yang signifikan pada ranah kognitif (penguasaan pengetahuan prosedural dan konseptual dalam Literasi dan Numerasi) dan ranah afektif (peningkatan motivasi, <em>flow</em>, dan ketekunan). Secara spesifik, GBL terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran fonemik (Literasi) dan pemahaman konseptual pecahan (Numerasi). Meskipun demikian, temuan paling krusial adalah bahwa efektivitas GBL sangat bergantung pada integrasi pedagogis guru, bukan hanya kualitas teknis <em>game.</em> Simpulan menegaskan bahwa <em>Game</em> Edukatif Digital adalah intervensi yang kredibel untuk meningkatkan Literasi dan Numerasi. Namun, keberhasilan alih pengetahuan (transfer) dari lingkungan <em>game</em> ke kurikulum formal sangat bergantung pada peran guru sebagai fasilitator (<em>guide on the side</em>) melalui sesi diskusi reflektif (<em>debriefing</em>) pasca-<em>game</em>. Rekomendasi utama adalah perlunya pengembangan <em>game</em> edukatif yang terintegrasi dengan Modul Implementasi Guru untuk memfasilitasi fase <em>debriefing </em>yang bermakna.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5014Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Teks Berita Online di Kompas.tv2026-03-17T04:50:48+00:00Lisa Agustin Dewi Rahayu[email protected]Luthfa Nugraheni[email protected]Ahmad Hariyadi[email protected]<p><em>This study aims to identify language errors and describe the correction of language errors in terms of spelling, morphology, and semantics contained in news texts on Kompas.tv. The method used in this study is descriptive qualitative. Qualitative analysis focuses on indicating meaning, description, clarification, and placement of data and also often describes it in the form of words rather than numbers. The data analysis techniques in this study are (1) Reading the contents of the news text. (2) Marking the form of language errors. (3) Analyzing the data. (4) Presenting the research data. What is interesting is that the author conducted research on language error analysis, especially in online media because today's society uses social media more and reads news online than print media. The author chose the Kompas.tv news page because the Kompas.tv page is a national private network and Kompas.tv focuses on news. The results of this study are the occurrence of language errors in writing news texts on mass media pages in spelling, morphology, and semantics. The most common errors are in spelling, namely the use of italics, periods, and commas. A news text or newspaper is one medium for analyzing errors in written language. When writing a news story for the mass media, a reporter must also pay attention to language usage, word choice, spelling, and word formation.</em></p> <p><em> </em><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa dan mendeskripsikan perbaikan kesalahan berbahasa dari segi ejaan, morfologi, dan semantik yang terdapat di dalam teks berita di Kompas.tv. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Analisis kualitatif fokusnya pada penunjukan makna, deskripsi, penjernihan, dan penempatan data dan juga sering kali melukiskannya dalam bentuk kata-kata dari pada angka-angka. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah (1) Membaca isi teks berita. (2) Menandai bentuk kesalahan bahasa. (3) Menganalisis data. (4) Menyajikan data hasil penelitian. Adapun yang menarik penulis melakukan penelitian analisis kesalahan berbahasa khususnya pada media <em>online</em> karena mengingat masyarakat zaman sekarang lebih banyak menggunakan media sosial dan membaca berita secara <em>online</em> dibandingkan media cetak. Penulis memilih laman berita Kompas.tv karena laman Kompas.tv merupakan salah satu jaringan swasta yang sudah nasional dan dalam Kompas.tv berfokus pada berita. Hasil dari penelitian ini yaitu terjadinya kesalahan berbahasa di dalam penulisan teks berita di laman media massa pada kesalahan ejaan, morfologi dan semantik. Yang banyak terjadi kesalahan yaitu ada pada ejaan yaitu penggunaan cetak miring, titik dan koma. Suatu teks berita atau surat kabar merupakan salah satu media untuk menganalisis kesalahan dalam segi bahasa tertulis. Seorang wartawan atau jurnalis dalam menulis sebuah berita di media massa juga harus memperhatikan penggunaan bahasa, pemilihan kata, ejaan dan juga pembentukan kata.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/5013Eksplorasi Pemahaman Konsep IPAS: Efektivitas PjBL-STEAM berbantuan Media Nusantara 3D Explorer 2026-03-16T07:35:44+00:00Siska Dwi Aristianti[email protected]Fitriyah Amaliyah[email protected]Erik Aditia Ismaya[email protected]<p><em>This research is motivated by the low ability to understand the concept of science and natural sciences of fourth-grade students of SDN 1 Gelang caused by learning that is still dominated by conventional methods and memorization so that students have difficulty connecting the material with real phenomena. This study aims to analyze the effectiveness of the STEAM-based Project Based Learning (PjBL) model assisted by Nusantara 3D Explorer media on improving the ability to understand the concept of science and natural sciences of fourth-grade elementary school students. This study uses a quantitative approach with a pre-experimental method of one group pretest-posttest design. The study was conducted at SDN 1 Gelang, Keling District, Jepara Regency in the even semester of the 2025/2026 academic year with a population and sample of 23 students using saturated sampling techniques. The data collection technique uses essay tests to measure conceptual understanding and documentation. The research instrument was validated through expert judgment by material experts and media experts. Data analysis was carried out using normality tests, paired sample t-tests, and N-Gain tests. The results of the study showed a significant difference in the average value between the pretest and posttest with a significance value of 0.001 < 0.05 so that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. The N-Gain test result of 0.63 was in the moderate improvement category with a percentage of 63.35% which showed a fairly effective interpretation. Thus, the application of the STEAM-based Project Based Learning model assisted by Nusantara 3D Explorer media was effective in improving the ability to understand the concept of science and science of elementary school students and supporting the creation of more active, contextual, and meaningful learning.</em></p> <p><em> </em><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong> </strong>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV SDN 1 Gelang yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan sehingga siswa kesulitan menghubungkan materi dengan fenomena nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) berbasis STEAM berbantu media Nusantara 3D <em>Explorer</em> terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen tipe <em>one group pretest-posttest design</em>. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Gelang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 23 siswa menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian untuk mengukur pemahaman konsep serta dokumentasi. Instrumen penelitian divalidasi melalui <em>expert judgement</em> oleh ahli materi dan ahli media. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, <em>paired sample t-test</em>, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest </em>dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil uji N-Gain sebesar 0,63 berada pada kategori peningkatan sedang dengan persentase 63,35% yang menunjukkan tafsiran cukup efektif. Dengan demikian, penerapan model <em>Project Based Learning</em> berbasis STEAM berbantu media Nusantara 3D Explorer efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa sekolah dasar serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4996Persepsi Guru dan Siswa terhadap Penggunaan Fitur AI dalam Pengembangan Literasi PKn dan IPS di Sekolah Dasar2026-03-04T14:29:02+00:00Luqman Rohmad Maghribi[email protected]Darul Mutakin[email protected]Pipit Novita[email protected]<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>AI advancement presents transformative opportunities and challenges in elementary education. This study explores teachers' and students' perceptions of integrating AI to enhance civic and social studies literacy in an Indonesian public elementary school. Using a qualitative descriptive approach, data were gathered through interviews, observations, and documentation, then analyzed via the Miles and Huberman interactive model. Findings indicate predominantly positive perceptions: teachers view AI as an innovative catalyst for instructional efficiency and creativity, while students find it engaging and accessible. However, challenges persist regarding digital literacy, infrastructure, and ethical concerns. Key influencing factors include technological readiness and institutional support. Practically, schools should prioritize AI-assisted pedagogical training and develop curriculum-specific AI prompts to ensure technology aligns with national standards and local values. This study concludes that AI holds substantial potential to strengthen social and civic literacy if implemented reflectively and ethically. These findings imply an urgent need for technology-driven policies and learning models that harmonize humanistic values with technological innovation.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kemajuan AI menghadirkan peluang dan tantangan transformatif dalam pendidikan dasar. Studi ini mengeksplorasi persepsi guru dan siswa tentang integrasi AI untuk meningkatkan literasi kewarganegaraan dan studi sosial di sebuah sekolah dasar negeri di Indonesia. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan persepsi yang sebagian besar positif: guru memandang AI sebagai katalis inovatif untuk efisiensi dan kreativitas pembelajaran, sementara siswa menganggapnya menarik dan mudah diakses. Namun, tantangan tetap ada terkait literasi digital, infrastruktur, dan masalah etika. Faktor-faktor kunci yang memengaruhi meliputi kesiapan teknologi dan dukungan kelembagaan. Secara praktis, sekolah harus memprioritaskan pelatihan pedagogis yang dibantu AI dan mengembangkan petunjuk AI khusus kurikulum untuk memastikan teknologi selaras dengan standar nasional dan nilai-nilai lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk memperkuat literasi sosial dan kewarganegaraan jika diimplementasikan secara reflektif dan etis. Temuan ini menyiratkan kebutuhan mendesak akan kebijakan dan model pembelajaran berbasis teknologi yang menyelaraskan nilai-nilai humanistik dengan inovasi teknologi.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4991Standarisasi dan Profesionalisme Guru PAUD di Indonesia: SLR tentang Dampak Kebijakan Sertifikasi terhadap Kualitas Pengajaran2026-03-02T19:34:46+00:00Nur Rahayu Yakin[email protected]Didy Maharudin[email protected]Roswati[email protected]<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study examines how teacher certification policy shapes the professionalism and teaching quality of Early Childhood Education (PAUD) teachers in Indonesia. Using a Systematic Literature Review guided by PRISMA 2020, the study analyzed 35 empirical articles and policy documents published between 2015 and 2026 from Google Scholar, Garuda, DOAJ, Scopus, and ScienceDirect. The review shows that certification primarily strengthens formal professional recognition and teacher welfare through professional allowances, but its effect on classroom practice remains uneven. The literature consistently places teacher self-efficacy as an important mediator connecting certification, motivation, instructional innovation, adaptability, and the quality of teacher-child interaction. Persistent barriers were also identified, including unequal access between formal and nonformal PAUD teachers, administrative overload, limited follow-up professional development, infrastructure gaps, and weak digital competence. These findings indicate that certification should be treated as the entry point for continuous professional development, supported by equitable policy design, stronger managerial supervision, and systematic digital competency development.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Penelitian ini mengkaji bagaimana kebijakan sertifikasi guru membentuk profesionalisme dan kualitas pengajaran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review yang mengacu pada PRISMA 2020, penelitian ini menelaah 35 artikel empiris dan dokumen kebijakan yang terbit pada periode 2015-2026 dari Google Scholar, Garuda, DOAJ, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil telaah menunjukkan bahwa sertifikasi terutama memperkuat pengakuan profesi secara formal dan meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi, tetapi pengaruhnya terhadap praktik pembelajaran di kelas belum merata. Literatur juga memperlihatkan bahwa self-efficacy guru menjadi mediator penting yang menghubungkan sertifikasi dengan motivasi, inovasi pembelajaran, kemampuan adaptasi, dan kualitas interaksi guru-anak. Hambatan yang masih menonjol meliputi ketimpangan akses antara guru PAUD formal dan nonformal, beban administrasi, terbatasnya pengembangan profesional lanjutan, kesenjangan infrastruktur, serta lemahnya kompetensi digital. Temuan ini menegaskan bahwa sertifikasi perlu ditempatkan sebagai pintu masuk pengembangan profesional berkelanjutan, yang didukung desain kebijakan yang lebih adil, supervisi manajerial yang kuat, dan penguatan kompetensi digital secara sistematis.</em></p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4983Peningkatan Keaktifan Berbicara Peserta Didik Kelas V pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia melalui Metode Role Playing dibantu Media Video2026-02-28T08:19:00+00:00Dedy Irawan[email protected]Rafi Ferdiansyah [email protected]Ilzam Afdila Putra[email protected]<p><em> </em><em>This study is istended to improve the speaking participation of fifth-grade students at SD Negeri 1 Mrebet in Indonesian language learning through the impelemtation of a </em><em>Role Playing</em><em> method supported by educational videos. The research employs a classroom action research (CAR) approach, focusing on fifth-grade students s at SD Negeri Mrebet, during the 2023-2024 academic year. The participants consist of 18 students and their classroom teacher in the second semester. Data collected using observation sheets, interviews, questionnaires, and documentation. The research design follows the Kemmis and Taggart model, which is conducted in two cycles, each consisting of planning, action,observation, and refletion stages. The results demonstrate that the application of the role-playing method, assistef by educational videos in Indonesian language learning, effectively increases students speaking participation. This is evidenced by the improvement in student engagement from the first cycle to the second cycle, successfully reaching the targeted 60% level of participation.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong> </strong>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi berbicara siswa kelas V SD Negeri 1 Mrebet dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui penerapan metode bermain peran yang didukung oleh video pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Classroom Action Research (</em>CAR), dengan fokus pada siswa kelas V SD Negeri 1 Mrebet, Kecamatan Mrebet, pada tahun ajaran 2023/2024. Peserta penelitian terdiri dari 18 siswa dan guru kelas mereka pada semester kedua. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Desain penelitian mengikuti model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain peran, yang didukung oleh video pendidikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, secara efektif meningkatkan partisipasi berbicara siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan keterlibatan siswa dari siklus pertama ke siklus kedua, yang berhasil mencapai tingkat partisipasi 60% yang ditargetkan.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4980Efektivitas Model TGT berbantuan Media QuiPrak dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Siswa SD2026-02-26T02:50:40+00:00Cholida Azzahro[email protected]Erik Aditia Ismaya[email protected]Fina Fakhriyah[email protected]<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to measure the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) model, supported by the QuiPrak (Question Paper Track) platform, in improving fourth-grade students’ understanding of IPAS concepts at Kedondong 1 Gajah Public Elementary School. This study employed a nonequivalent control group design. The sample consisted of 49 students selected using simple random sampling. Data collection instruments included pretest and posttest questions. Data analysis techniques included the N-Gain test and the Independent Samples t-test. The data showed that the N-Gain score for the experimental class reached 0.5958, categorized as Moderate, while the control class scored only 0.2826, categorized as Low, and the Sig. value in the Independent Samples t-test was 0.000 (< 0.05). Based on the research results, the TGT model supported by the QuiPrak media is significantly more effective in improving fourth-grade elementary school students’ understanding of IPAS concepts and process skills. Teachers are advised to implement this model and media to enhance students’ understanding of IPAS concepts. The use of the QuiPrak media also needs to be further developed to create a more enjoyable and meaningful learning environment. </em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas model <em>Teams Games Tournament</em> (TGT) berbantuan media <em>QuiPrak</em> (<em>Question Paper Track</em>) dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV SD Negeri Kedondong 1 Gajah. Penelitian ini menggunakan <em>Nonequivalent Control Group Design.</em> Sampel penelitian berjumlah 49 siswa yang ditentukan melalui teknik <em>Simple Random Sampling</em>. Instrumen pengumpulan data menggunakan soal <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Teknik analisis data menggunakan uji <em>N-Gain</em> dan uji <em>Independent Sample t-test</em>. Data menunjukkan skor <em>N-Gain</em> kelas eksperimen mencapai sebesar 0,5958 dengan kategori Sedang, sedangkan kelas kontrol hanya sebesar 0,2826 dengan kategori Rendah, serta nilai <em>Si</em>g. pada uji <em>Independent Sample t-test </em>sebesar 0,000 (< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, model TGT berbantuan media <em>QuiPrak</em> secara signifikan lebih efektif meningkatkan pemahaman konsep IPAS serta keterampilan proses siswa kelas IV SD. Guru disarankan menerapkan model dan media ini untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS. Penggunaan media <em>QuiPrak</em> juga perlu dikembangkan lebih lanjut guna menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4979Keefektifan Model Discovery Learning berbantuan Media PAKULUS terhadap Pemahaman Konsep Matematis2026-02-25T12:05:25+00:00Jeny Koestanti[email protected]Diana Ermawati[email protected]Denni Agung Santoso[email protected]<p><em>The monotonous and conventional learning process through lecture methods can cause a low understanding of students' concepts. These problems were found in grade IV students of SD 2 Kaliwungu, especially in the material on measuring the area of flat buildings. This study aims to determine the effectiveness of the PAKULUS media-assisted Discovery learning model in improving students' understanding of mathematical concepts. The Discovery learning model emphasizes the active involvement of students in discovering concepts through meaningful learning experiences, while PAKULUS media is a two-dimensional media in the form of a rectangular board equipped with flat building images to help visualize broad concepts. This study uses a quantitative approach with a pre-experiment method and a one-group pretest-posttest design. The research subjects amounted to 19 grade IV students who participated in learning for five meetings. The data collection technique uses tests and documentation. Data analysis was carried out through normality tests, paired sample t-tests, and N-gain tests. The results showed a significance value (2-tailed) < 0.05 (0.001 < 0.05), so there was a significant difference between the pretest and posttest values after treatment. The N-gain value of 0.65 is in the medium category. Thus, the PAKULUS media-assisted Discovery learning model is effective in improving the understanding of mathematics concepts of grade IV students of SD 2 Kaliwungu on the material of measuring the area of flat buildings.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Proses pembelajaran yang monoton dan konvensional melalui metode ceramah dapat menyebabkan rendahnya pemahaman konsep peserta didik. Permasalahan tersebut ditemukan pada peserta didik kelas IV SD 2 Kaliwungu, khususnya pada materi pengukuran luas bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model <em>Discovery learning</em> berbantuan media PAKULUS dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik. Model <em>Discovery learning</em> menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep melalui pengalaman belajar yang bermakna, sedangkan media PAKULUS merupakan media dua dimensi berbentuk papan persegi panjang yang dilengkapi gambar bangun datar untuk membantu visualisasi konsep luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain <em>one group pretest-posttest.</em> Subjek penelitian berjumlah 19 peserta didik kelas IV yang mengikuti pembelajaran selama lima pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji <em>paired sample t-test</em>, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05 (0,001 < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> setelah perlakuan. Nilai N-gain sebesar 0,65 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, model <em>Discovery learning</em> berbantuan media PAKULUS efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas IV SD 2 Kaliwungu pada materi pengukuran luas bangun datar.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4973Pengembangan Media KAMBURA Berbasis Scratch pada Materi Keragaman Budaya Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SD2026-02-24T10:36:47+00:00Melda Puspita Sari[email protected]Ika Ari Pratiwi[email protected]Denni Agung Santoso[email protected]<p><em>The learning process in elementary schools still faces challenges, including students’ lack of focus, susceptibility to distraction, and low learning motivation among some learners, which impact learning outcomes. This study aims to develop the </em>KAMBURA<em> learning media and analyze its level of validity and practicality in elementary school learning. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research subjects included expert lecturers, a teacher, and 23 fifth-grade students of </em>SD 1 Mejobo<em>. The instruments used were interview and observation sheets, expert validation sheets covering material, media, and language aspects, as well as practicality questionnaires completed by the teacher and students. Data were analyzed by calculating the percentage of the obtained scores and converting them into validity and practicality criteria. The results showed that the </em>KAMBURA<em> media was categorized as very valid, with percentages of 92% from the material expert, 94% from the media expert, and 91% from the language expert. The practicality test indicated that the media was classified as very practical, with a percentage of 90% from the teacher and 93% from the students. Therefore, the </em>KAMBURA<em> media is feasible and practical for use in elementary school learning. The implications of this study indicate that </em>KAMBURA<em> can serve as a reference for teachers in developing interactive learning media based on Scratch.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Proses pembelajaran di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa kurangnya fokus, mudah terdistraksi, serta rendahnya motivasi belajar sebagian siswa yang berdampak pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media KAMBURA serta menganalisis tingkat kevalidan dan kepraktisannya dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap <em>Analysis, Design, Development, Implementation</em>, dan <em>Evaluation</em>. Subjek penelitian terdiri atas dosen ahli, guru, dan 23 siswa kelas V SD 1 Mejobo. Instrumen yang digunakan meliputi lembar wawancara, observasi, validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, serta angket kepraktisan oleh guru dan siswa. Data dianalisis dengan menghitung persentase skor dan mengonversikannya ke dalam kriteria kevalidan dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KAMBURA termasuk kategori sangat valid dengan persentase 92% oleh ahli materi, 94% oleh ahli media, dan 91% oleh ahli bahasa. Uji kepraktisan menunjukkan kategori sangat praktis dengan persentase 90% oleh guru dan 93% oleh siswa. Dengan demikian, media KAMBURA layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media KAMBURA dapat dijadikan referensi bagi guru dalam pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis <em>scratch</em>.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4421Pengaruh Media Aplikasi Let's Read Asia terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas 5 2025-08-28T13:42:35+00:00Arina Esfanti[email protected]Muhammad Misbahul Munir[email protected]<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to determine the effect of 5th grade students' speaking skills on Indonesian subjects at SDN 2 Sowan Lor Jepara using Let's Read Asia learning media. The research design used is a quantitative approach using a pre-experimental research design in the form of One Group Pretest-Posttest Design, the sample used was 27 students. The research instrument used was a direct oral test to students. The results of the descriptive analysis showed an increase in the average pre-test score (9.8889) to post-test (14.8148) and a decrease in the standard deviation (from 2.51661 to 1.88184), the paired sample t-test produced a significance value of 0.000 (p <0.05), indicating a significant difference between the pre-test and post-test. The level of influence of this application is in the medium category with an average N-Gain value of 0.4979, supported by a standard deviation of 0.12696 which indicates a not too large variation in improvement between students. The effectiveness of the Let's Read Asia application is based on its ability to increase reading interest through the provision of free picture stories, translation features that expand the collection, and its positive influence on the classroom atmosphere that encourages student activity, curiosity, and learning motivation, especially in terms of speaking skills. These results strengthen the evidence that Let's Read Asia is a useful learning tool</em>.</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan berbicara siswa kelas 5 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 2 Sowan Lor Jepara menggunakan media pembelajaran <em>Let’s Read Asia</em>. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pra-eksperimental dalam bentuk <em>One Grup Pretest-Posttest Design</em>, sampel yang digunakan berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yakni tes lisan secara langsung kepada siswa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan nilai rata-rata <em>pre-test</em> (9.8889) menjadi <em>post-test</em> (14.8148) dan penurunan standar deviasi (dari 2.51661 menjadi 1.88184), Uji <em>paired sample t-test</em> menghasilkan nilai <em>signifikansi</em> 0.000 (p < 0.05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Tingkat pengaruh aplikasi ini berada pada kategori sedang dengan nilai N-Gain rata-rata 0.4979, didukung oleh standar deviasi 0.12696 yang menunjukkan variasi peningkatan yang tidak terlalu besar antar siswa. Efektivitas aplikasi <em>Let’s Read Asia</em> didasarkan pada kemampuannya untuk meningkatkan minat baca melalui penyediaan cerita bergambar gratis, fitur penerjemahan yang memperluas koleksi, serta pengaruh positifnya terhadap suasana kelas yang mendorong keaktifan, rasa ingin tahu, dan motivasi belajar siswa, terutama dalam hal keterampilan berbicara. Hasil ini menguatkan bukti bahwa <em>Let’s Read Asia</em> merupakan alat bantu pembelajaran yang bermanfaat.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4971Efektivitas Model Pembelajaran Jigsaw berbantuan Wordwall untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa2026-02-24T07:52:15+00:00Selly Maria Margaretha[email protected]Ika Ari Pratiwi[email protected]Denni Agung Santoso[email protected]<p><em>The low critical thinking ability of students in answering descriptive questions in the Pancasila Education subject is the background of this study, which is based on the results of pre-research through interviews with teachers and observations in grade VI of Kayuapu Elementary School shows that students still tend to be passive and less able to analyze problems in depth. This study aims to determine the effect of the application of the Jigsaw learning model assisted by Wordwall media on students' critical thinking abilities and the resulting increase. The method used is a quantitative pre-experiment with a one group pretest-posttest design, involving all 20 grade VI students of Kayuapu Elementary School. Data collection techniques include interviews, observations, tests (pretest and posttest), and documentation, while data analysis is carried out through validity, reliability, normality tests, Paired Sample T-Test, and N-Gain. The results of the study showed a significant difference between the pretest and posttest scores, where the average score increased from 58 to 84 with a sig. value. (2-tailed) = 0.000 < 0.05, and the N-Gain value is 0.62 with a moderate category. It is concluded that the Jigsaw learning model assisted by Wordwall has an effect on the critical thinking skills of sixth grade students of Kayuapu Elementary School; Therefore, it is recommended that teachers utilize this model and media continuously and develop it in other subjects to improve the quality of learning.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam menjawab soal uraian pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi latar belakang penelitian ini, yang berdasarkan hasil pra-penelitian melalui wawancara dengan guru dan observasi di kelas VI SD Kayuapu menunjukkan bahwa siswa masih cenderung pasif dan kurang mampu menganalisis permasalahan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw berbantuan media <em>Wordwall </em>terhadap kemampuan berpikir kritis siswa serta besar peningkatan yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimen dengan desain <em>one group pretest–posttest</em>, melibatkan seluruh siswa kelas VI SD Kayuapu yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, tes (<em>pretest </em>dan <em>posttest</em>), serta dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, <em>Paired Sample T-Test</em>, dan <em>N-Gain</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, di mana rata-rata nilai meningkat dari 58 menjadi 84 dengan nilai sig. (2-<em>tailed</em>) = 0,000 < 0,05, serta nilai <em>N-Gain </em>sebesar 0,62 dengan kategori sedang. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Jigsaw berbantuan <em>Wordwall</em> berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI SD Kayuapu; oleh karena itu, disarankan agar guru memanfaatkan model dan media ini secara berkelanjutan serta mengembangkannya pada mata pelajaran lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4949Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar melalui Model Project Based Learning berbantuan Media Diorama2026-02-14T04:07:14+00:00Hemalia Hemalia[email protected]Fina Fakhriyah[email protected]Yuni Ratnasari[email protected]<p><em>This study was motivated by the low critical thinking skills of fifth-grade students in science learning, particularly on the topic of the respiratory system. Students still had difficulty analyzing problems, providing appropriate reasons, and connecting concepts with real-life situations. Therefore, this study aimed to analyze the effectiveness of implementing the Project Based Learning model supported by diorama media in improving the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN 1 Mejobo on the respiratory system topic. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest design to measure changes in students’ abilities before and after the treatment. The research subjects consisted of 23 fifth-grade students. The instrument used was a critical thinking skills test administered before and after the treatment. The data were analyzed using the Shapiro–Wilk test, Paired Sample t-Test, and N-Gain test.The results showed a significant difference between the scores before and after the treatment. The mean pretest score of 38.8696 increased to 75.0000 in the posttest. Based on the results of the Paired Sample t-Test, a significance value of 0.001 (0.001 < 0.005) was obtained, indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. These findings indicate that the average critical thinking ability in science learning after the implementation of the Project Based Learning model assisted by diorama media was significantly higher than before the treatment. The improvement in students’ critical thinking ability, indicated by an N-Gain score of 0.5952, was categorized as moderate, showing that the implementation of the model was fairly effective.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada pembelajaran IPAS, khususnya materi sistem pernapasan. Siswa masih kesulitan menganalisis permasalahan, memberikan alasan yang tepat, dan menghubungkan konsep dengan situasi nyata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model <em>Project Based Learning </em>yang didukung media diorama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SDN 1 Mejobo pada materi sistem pernapasan. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan <em>one-group pretest–posttest</em> untuk mengukur perubahan kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji <em>Shapiro–Wilk test, Paired Sample t-Test</em>, dan uji <em>N-Gain</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan. Rata-rata nilai <em>pretest </em>sebesar 38,8696 meningkat menjadi 75,0000 pada <em>posttest</em>. Berdasarkan hasil uji <em>Paired Sample t-Test</em>, diperoleh nilai <em>signifikansi</em> sebesar 0,001 (0,001 < 0,005), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis IPAS siswa setelah diterapkan model <em>Project Based Learning</em> berbantuan media diorama lebih tinggi dibandingkan sebelum perlakuan. Nilai peningkatan kemampuan berpikir kritis IPAS sebesar 0,5952 berada pada kategori sedang dan menunjukkan bahwa penerapan model tersebut cukup efektif.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4943Pengembangan Media Komik Strip (Komstrip) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman pada Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD 2 Daren Jepara2026-02-11T15:57:16+00:00Farid Aulal Khuluqi[email protected]Muhammad Misbahul Munir[email protected]<p><em>This study aims to develop comic strip-based learning media (Komstrip) as an innovative tool in improving the reading comprehension skills of fifth-grade students at SD 2 Daren Jepara. The background of this study is based on the low interest in reading and students' difficulties in understanding reading texts in Indonesian language lessons. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments are validation sheets from media experts and material experts, as well as student reading comprehension tests. The results show that the Komstrip media obtained the "very feasible" category based on the assessment of media experts and material experts, with an average validation score above 80%. A limited trial on fifth-grade students showed a significant increase in reading comprehension skills, marked by an increase in the average score from 62.0 in the pre-test to 80.0 in the post-test. In addition, students showed high enthusiasm for the use of Komstrip because of its attractive visual appearance, simple storyline, and relevance to everyday life. Thus, the development of Komstrip media has proven effective and feasible to be used as an alternative Indonesian language learning media to improve the reading comprehension skills of elementary school students.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komik strip (Komstrip) sebagai sarana inovatif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD 2 Daren Jepara. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat baca dan kesulitan siswa dalam memahami teks bacaan pada pelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah<em> Research and Development</em> (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media dan ahli materi, serta tes membaca pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Komstrip memperoleh kategori “sangat layak” berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi, dengan skor rata-rata validasi di atas 80%. Uji coba terbatas pada siswa kelas V menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca pemahaman, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 62,0 pada pra-tes menjadi 80,0 pada pasca-tes. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan Komstrip karena tampilan visual yang menarik, alur cerita yang sederhana, dan relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengembangan media Komstrip terbukti efektif dan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.</p> <pre data-processed="true"> </pre>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4936Inovasi Bahan Ajar Teks Narasi Bahasa Indonesia SD Berbasis Mobile Module “EMONAKU” dengan Pendekatan CRT Kearifan Lokal Kudus2026-02-09T05:35:46+00:00Rani Setiawaty[email protected]Lintang Kironoratri[email protected]Luthfa Nugraheni[email protected]Riyadi Widhiyanto[email protected]<p><em>This study aims to develop and test the validity of the Mobile Module-based teaching material “EMONAKU” (E-Module: Narrative Text based Local Wisdom on Kudus) as a narrative text teaching material for Indonesian language based on local wisdom in Kudus using the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for elementary school students. The research used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques included questionnaires, interviews, documentation, and narrative text comprehension literacy tests through a pretest-posttest design. The data were analyzed descriptively to assess the validity and practicality of the product, and statistically using a paired-sample t-test to assess the product’s effectiveness. The results showed that the EMONAKU Mobile Module as teaching materials was rated as highly valid based on the assessments of media experts (86%), language experts (90%), and subject matter experts (88%). The practicality test showed an 82% student response rate, which is considered highly practical. The effectiveness test results showed a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant increase between the students' pretest and posttest scores. Furthermore, calculations of the effect size using the Effect Size Calculator yielded a Cohen’s d value of 1.290, which falls into the large category, indicating that the intervention had a strong effect on improving students’ narrative text comprehension literacy. These findings indicate that EMONAKU is effective in improving narrative text comprehension literacy, particularly in terms of content comprehension, determining main ideas, summarizing stories, and relating text content to local cultural values.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kevalidan bahan ajar berbasis <em>Mobile Module</em> “EMONAKU” (E-Modul Teks Narasi Kearifan Lokal Kota Kudus) sebagai bahan ajar teks narasi Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Kudus dengan pendekatan <em>Culturally Responsive Teaching</em> (CRT) pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara, dokumentasi, serta tes literasi pemahaman teks narasi melalui desain <em>pretest–posttest. </em>Data dianalisis secara deskriptif untuk menguji validitas dan kepraktisan produk, serta secara statistik menggunakan uji <em>paired sample t-test</em> untuk menguji efektivitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis <em>Mobile Module</em> “EMONAKU” memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli media (86%), ahli bahasa (90%), dan ahli materi (88%). Uji kepraktisan menunjukkan respon siswa sebesar 82% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya peningkatan signifikan antara nilai <em>pretest </em>dan <em>posttest </em>siswa. Adapun, berdasarkan perhitungan ukuran efek dengan bantuan <em>Effect Size Calculator </em>menunjukkan nilai <em>Cohen’s d</em> sebesar 1,290 yang termasuk dalam kategori besar, sehingga mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan memiliki pengaruh yang kuat terhadap peningkatan literasi pemahaman teks narasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa EMONAKU efektif dalam meningkatkan literasi pemahaman teks narasi, khususnya pada aspek pemahaman isi, penentuan ide pokok, penyimpulan cerita, dan pengaitan isi teks dengan nilai budaya lokal. </p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4932Pengaruh Media Powtoon terhadap Kemampuan Membaca Puisi Siswa Kelas 4 SDN 3 Dermolo Jepara2026-02-07T00:01:00+00:00Wahyu Viky Dwi Indrawan[email protected]Muhammad Misbahul Munir[email protected]Dwiana Asih Wiranti[email protected]<p><em>This study aims to analyze the effect of using powtoon media on the poetry reading ability of fourth-grade students at SDN 3 Dermolo Jepara. The main problem underlying this study is the low level of students’ poetry reading skills, indicated by limited mastery of pronunciation, intonation, expression, pauses, and appreciation, resulting from monotonous instruction and minimal use of interactive media. The study employed a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design. The research subjects consisted of 24 fourth-grade students. Data were collected using a poetry reading performance rubric. Data analysis was carried out using descriptive statistics, Paired Sample T-test, and simple regression. The results showed that the mean pretest score was 68.54 and increased to 82,63 in the posttest. The hypothesis test yielded a significance value of 0,000, indicating a significant effect of powtoon media on students’ poetry reading ability. Powtoon media helps students understand reading techniques and is effective as an alternative learning medium for Indonesian language instruction in elementary schools.</em></p> <p><strong> </strong><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media <em>Powtoon</em> terhadap kemampuan membaca puisi siswa kelas 4 SDN 3 Dermolo Jepara. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca puisi siswa yang ditandai oleh kurangnya penguasaan lafal, intonasi, ekspresi, jeda, serta penghayatan akibat pembelajaran yang bersifat monoton dan minim pemanfaatan media interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>One Group Pretest–Posttest</em>. Sampel penelitian terdiri atas 24 siswa kelas 4. Instrumen pengumpulan data berupa rubrik praktik membaca puisi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji <em>Paired Sample T-test</em>, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata <em>pretest</em> sebesar 68,54 dan meningkat menjadi 82,63 pada <em>posttest</em>. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang menandakan adanya pengaruh signifikan penggunaan media <em>powtoon</em> terhadap kemampuan membaca puisi siswa. Media <em>powtoon</em> membantu siswa memahami teknik pembacaan dan efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4915Pengembangan Website Informasi Rumah Koding Mafaza untuk Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar2026-01-24T04:37:35+00:00Najla Nafila[email protected]Fero Triando[email protected]Muhammad Fikri[email protected]<p><em>This study aims to develop an informational website for Rumah Koding Mafaza as a non-formal educational institution serving early childhood and elementary school students. The website is designed to function as a centralized medium for information dissemination and institutional promotion rather than as an online learning platform. The research employed a Research and Development (R&D) approach with the Rapid Application Development (RAD) model to enable fast and iterative system development. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies to identify institutional needs and system requirements. The development stages included needs analysis, system design, implementation using the Laravel framework, and limited testing. The results show that the developed website successfully provides structured information on institutional profiles, learning programs, class schedules, activity documentation, and online registration access through Google Forms. The website improves information accessibility, enhances institutional credibility, and supports more efficient communication between the institution and parents. This study contributes to the development of simple and effective web-based information systems for non-formal education institutions serving children.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan <em>website</em> informasi Rumah Koding Mafaza sebagai lembaga pendidikan nonformal yang melayani anak usia dini dan sekolah dasar. <em>Website </em>ini dirancang sebagai media informasi dan promosi yang terpusat, bukan sebagai platform pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan pendekatan <em>Rapid Application Development</em> (RAD) agar proses pengembangan sistem dapat dilakukan secara cepat dan iteratif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur untuk mengidentifikasi kebutuhan lembaga dan sistem. Tahapan pengembangan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi <em>website</em> menggunakan <em>framework Laravel</em>, serta pengujian terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>website</em> yang dikembangkan mampu menyediakan informasi lembaga secara terstruktur, meliputi profil lembaga, program pembelajaran, jadwal kelas, dokumentasi kegiatan, serta akses pendaftaran <em>online</em> melalui <em>Google Form. Website</em> ini meningkatkan kemudahan akses informasi, memperkuat citra profesional lembaga, serta membantu orang tua dalam memperoleh informasi tanpa harus berkomunikasi langsung dengan admin.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4901Upaya Penanaman Karakter Kemandirian melalui Kegiatan Outing Class di PAUD 2026-01-16T01:47:51+00:00Fiona Febriani Fauziyyah[email protected]Dewi Pratiwi[email protected]<p><em><strong>Abstract</strong><br />This research is motivated by the fact that some young children still display dependence on adults for simple activities in the school environment, such as tidying up play equipment or completing assignments independently. This condition indicates that children's independence has not developed optimally, so learning strategies that provide children with direct experience are needed. This study aims to describe the instilling of independent character in young children through outing class activities at the Istana Ceria Early Childhood Education Center (POS PAUD). The study used a descriptive qualitative approach with 15 young children as subjects. Data collection techni<strong>q</strong>ues were carried out through observation and interviews with class teachers and accompanying educators. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions with source triangulation to maintain data validity. The results showed that outing class activities contributed positively to the development of children's independence in physical, social, interaction with the environment, and involvement in activities. Children were more able to carry out activities independently, dared to share, resolve simple conflicts, and showed curiosity and responsibility. These findings indicate that outing class activities can be an effective learning strategy in fostering independent character in young children.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya anak usia dini yang menunjukkan ketergantungan terhadap orang dewasa dalam melakukan aktivitas sederhana di lingkungan sekolah, seperti merapikan alat bermain atau menyelesaikan tugas secara mandiri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemandirian anak belum berkembang secara optimal sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman karakter kemandirian anak usia dini melalui kegiatan <em>outing class</em> di POS PAUD Istana Ceria. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas serta pendidik pendamping. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan <em>outing class</em> berkontribusi positif terhadap perkembangan kemandirian anak pada aspek fisik, sosial, interaksi dengan lingkungan, serta keterlibatan dalam aktivitas. Anak lebih mampu melakukan kegiatan secara mandiri, berani berbagi, menyelesaikan konflik sederhana, serta menunjukkan rasa ingin tahu dan tanggung jawab. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan <em>outing class</em> dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan karakter kemandirian anak usia dini.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4900Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Media Interaktif Matholia pada Materi Pecahan Sekolah Dasar2026-01-15T13:44:43+00:00Yuni Puspita Kancanasari[email protected]Joko Soebagyo[email protected]<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study examines the effectiveness of Matholia, an interactive learning media, in improving elementary students’ mathematics achievement on fractions. The study was motivated by low student performance that had not met the Minimum Mastery Criteria (MMC) and limited use of media to support abstract concepts. A mixed-methods design was employed, combining a quasi-experimental one-group pretest–posttest model with a case study involving 15 fourth-grade students at an SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) elementary school in East Jakarta. Data were collected through pretests, posttests, interviews, and observations. Results show a significant improvement, with mean scores increasing from 31.93 (pretest) to 80.70 (posttest). A paired samples t-test indicated a significant difference (t = -11.48; p < 0.001). Matholia supported conceptual understanding through interactive visualization and adaptive practice. This study highlights its integration within the Merdeka Curriculum as a key contribution.</em></p> <p><strong> </strong><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran interaktif Matholia dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan di sekolah dasar. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) serta keterbatasan media dalam memvisualisasikan konsep abstrak. Penelitian menggunakan desain <em>mixed method </em>dengan kuasi-eksperimental model <em>one-group pretest–posttest</em> dan studi kasus pada 15 siswa kelas IV di sebuah Sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) di Jakarta Timur. Data dikumpulkan melalui <em>pretest, posttest</em>, wawancara, dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor <em>pretest</em> 31,93 meningkat menjadi 80,70 pada <em>posttest.</em> Uji <em>paired samples t-test</em> menunjukkan perbedaan signifikan (t = -11,48; p < 0,001). Matholia membantu siswa memahami konsep pecahan melalui visualisasi interaktif dan latihan adaptif. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi Matholia dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka melalui pendekatan studi kasus. Temuan ini menegaskan bahwa Matholia efektif meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar matematika siswa.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4473Implementasi Perencanaan Berbasis Data dalam Peningkatan Mutu Pendidikan2025-10-02T02:11:28+00:00Rismawati Rismawati[email protected]Riyadlotus Sa'diyyah[email protected]Rokhaniah[email protected]Wahyu Budi Utami[email protected]Ngurah Ayu Nyoman Murniati[email protected]<p><em>Data-Driven Planning (DDP) is a crucial strategy for improving the quality of education through the use of objective and accurate information. This article aims to comprehensively review various national and international journals highlighting the implementation of DDP in elementary and secondary schools. Using a literature review approach, this article analyzes the basic concepts of DDP, the roles of principals and teachers, the benefits, steps, and obstacles encountered in implementing DDP. The synthesis results indicate that DDP helps schools identify learning problems, improve resource efficiency, strengthen accountability, and build a culture of data-driven reflection. Obstacles include low data literacy, limited infrastructure, and resistance to change. This article suggests the need for ongoing data literacy training, information system strengthening, and cross-stakeholder collaboration.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perencanaan Berbasis Data (PBD) menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan informasi yang objektif dan akurat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai jurnal nasional dan internasional yang menyoroti implementasi PBD di sekolah dasar hingga menengah. Dengan menggunakan pendekatan literatur review, artikel ini menganalisis konsep dasar PBD, peran kepala sekolah dan guru, manfaat, langkah-langkah, serta kendala yang dihadapi melaksanakan PBD. Hasil sintesis menunjukkan bahwa PBD membantu sekolah mengidentifikasi masalah pembelajaran, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperkuat akuntabilitas, dan membangun budaya refleksi berbasis data. Kendala yang dihadapi antara lain literasi data yang rendah, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan. Artikel ini menyarankan perlunya pelatihan literasi data berkelanjutan, penguatan sistem informasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026https://jurnal.unw.ac.id/index.php/janacitta/article/view/4471Implementasi Kepemimpinan Transformasional di Sekolah Penggerak dan Sekolah Non Penggerak di Kabupaten Semarang2025-09-29T08:14:58+00:00Rismawati Rismawati[email protected]Indri Wardani[email protected]Wahyu Budi Utami[email protected]Rokhaniah[email protected]Nurkolis[email protected]<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The purpose of this study was to examine how transformational leadership is implemented in primary and secondary schools in Semarang Regency. This study used mixed methods, combining quantitative and qualitative approaches. The study involved 71 questionnaire respondents and 20 interview informants, consisting of principals and teachers from primary and secondary schools. Data collection techniques included observation, interviews, and thematic analysis of questionnaire responses. The analysis showed that principals in primary and secondary schools were superior in three of the four dimensions of transformational leadership: inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. This indicates that principals in primary and secondary schools were more successful in building team spirit, encouraging innovation, and providing individual attention to teachers. However, in the idealized influence dimension, the differences were very small, indicating that the integrity and exemplary behavior of principals were almost equal in both types of schools..</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan transformasional diterapkan pada sekolah penggerak dan sekolah non penggerak tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (<em>mixed methods</em>), yaitu penggabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan 71 responden kuesioner dan 20 informan sebagai sumber wawancara yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari sekolah penggerak dan sekolah non penggerak . Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara, serta analisis tematik tanggapan kuesioner. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah di sekolah penggerak lebih unggul dalam tiga dari empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu <em>inspirational motivation, intellectual stimulation, </em>dan<em> individualized consideration.</em> Hal ini mengindikasikan bahwa kepala sekolah di sekolah penggerak lebih berhasil dalam membangun semangat tim, mendorong inovasi, dan memberikan perhatian individual kepada guru. Sedangkan pada dimensi <em>idealized influence</em>, perbedaannya sangat kecil, menunjukkan bahwa integritas dan keteladanan kepala sekolah hampir setara di kedua jenis sekolah.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 2026