Hubungan Luka Episiotomi Terhadap Aktivitas Seksual Pasca Bersalin

Authors

  • Baiq Ricca Afrida Stikes Yarsi Mataram, Prodi Kebidanan Jenjang D.III
  • Ni Putu Aryani Stikes Yarsi Mataram, Prodi Kebidanan Jenjang D.III
  • Nurul Hikmah Annisa Stikes Yarsi Mataram, Prodi Kebidanan Jenjang D.III

Keywords:

Luka Episiotomi, Aktivitas Seksual, Pasca Bersalin

Abstract

Postpartum sexuality activity is a part of a normal woman's life, where comfortable and satisfying sexual relations are one of the factors that play an important role in marital relations for many couples. The purpose of this study was to identify the relationship between episiotomy wounds and postpartum sexual activity in Bajur Village in 2019. The design of this study was descriptive analytic, with a sample size of 63 people using accidental sampling method. The results showed the majority of respondents were primiparous mothers as many as 46 respondents (68.7%), the majority of respondents had high school education as many as 54 respondents (80.6%), and the majority of respondents were workers as many as 35 respondents (52.2%). Data analysis using product moment analysis. From the results of statistical tests, it can be concluded that the P value <0.05 indicates a significant relationship between episiotomy wounds and sexual activity. Also obtained a value of r = -0.560, indicating a strong enough relationship between episiotomy wounds and sexual activity, with a negative direction indicating that if the episiotomy wound increases, sexual activity will decrease. From the results of this study, it is known that episiotomy wounds are related to postpartum sexual activity, so it is hoped that midwives will pay more attention to the welfare of mothers in labor through midwifery services by trying to help deliveries without episiotomy wounds.

 

Abstrak

Aktivitas seksualitas pasca bersalin merupakan bagian dari kehidupan seorang wanita normal, dimana hubungan seksual yang nyaman dan memuaskan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam hubungan perkawinan bagi banyak pasangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan luka episiotomi terhadap aktivitas hubungan seksual pasca bersalin di Kelurahan Bajur tahun 2019. Desain penelitian ini bersifat deskritif analitik, dengan besar sampel 63 orang dengan metode pengambilan sampel aksidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah ibu primipara sebanyak 46 responden (68,7%), mayoritas responden berpendidikan SMA sebanyak 54 responden (80,6%), dan mayoritas responden adalah pekerja sebanyak 35 responden (52,2%). Analisa data menggunakan analisis product moment. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan nilai P < 0,05 menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara luka episiotomi dengan aktivitas seksual. Didapatkan juga nilai r = -0,560 menunjukkan hubungan cukup kuat antara luka episiotomi terhadap aktivitas seksual, dengan arah negatif menunjukkan jika luka episiotomy meningkat, maka aktivitas seksual akan menurun. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa luka episiotomi berhubungan terhadap aktivitas seksual pasca bersalin, sehingga di harapkan agar bidan lebih memperhatikan kesejahteraan ibu bersalin melalui pelayanan kebidanan dengan mengupayakan pertolongan persalinan tanpa luka episiotomi

References

Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Bahiyatun. (2009). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta : EGC

Benson,R. C., Pernoll, M. L. (2009). Buku Saku Obstetri Dan Ginekologi. Ed-9. Jakarta : EGC.

Bobak, I. M., et al. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Ed. 4. Jakarta : EGC.

Depkes RI. (2010). Indikator Indonesia Sehat 2010 Dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat. Diambil 22 Oktober, 2010, dari http://www.litbang.depkes.go.id.

Fraser, D. M., Cooper, M. A. (2009). Buku Ajar Bidan Myles. Ed-14. Jakarta : EGC.

Hidayat, A. A. (2007). Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Judicibus., Margaret, A., McCabe., Marita, P. (2002). The Journal of Sex Research, 39,

-103. Diambil 2 Mei, 2011, dari http://search.proquest.com

Leveno, K. J., et al. (2009). Obstetri Williams. Ed- 21. Jakarta : EGC.

Llewellyn, D., Jones. (2005). Setiap Wanita. Jakarta : Delapratasa Publishing.

Murkoff, H.,et.al. (2007) Mengatasi Trauma Pasca Persalinan. Jakarta : IMAGE Press

Nursalam. (2008). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Prawirohardjo, S. (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin, A. B. (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sastrawinata, S. (1983). Obstetri Fisiologi Bagian Obstetri & Ginekologi. Bandung : FK UNPAD

Suyanto., Salamah, U. (2009). Riset Kebidanan Metodologi & Aplikasi. Jogjakarta : Mitra Cendikia.

Thamrin, R. (2010). Hubungan Seks Pasca Melahirkan. Diambil 28 September, 2010, dari http://konsultasikesehatan.epajak.org.

Tim Penyusun USU. (2010). Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Medan : tidak dipublikasikan.

Walsh, L. V. (2007). Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.

Wawandri. (2005). Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Hubungan Suami Istri Pasca Melahirkan. Diambil 28 Oktober, 2010, dari http://digilib.umm.ac.id.

Williams, L., Wilkins. (2004). Canadian Essentials Of Nursing Research. Philadelphia : A Wolters Kluwer Company

Yustina, I. (2008). Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan Indonesia Sehat. Diambil 22 Oktober, 2010, dari http://www.usu.ac.id.

Published

2020-12-17