Gambaran Pola Konsumsi Makanan Selingan dan Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo

Authors

  • Untari Universitas Ngudi Waluyo
  • Chindya Paramitha Devi Universitas Ngudi Waluyo
  • Afni Nadya Ramadhani Universitas Ngudi Waluyo
  • Umi Lailatun Nikmah Universitas Ngudi Waluyo

Keywords:

makanan selingan, frekuensi dan pemilihan makanan selingan, status gizi, mahasiswa kesehatan, makanan selingan, frekuensi dan pemilihan makanan selingan, status gizi, mahasiswa kesehatan

Abstract

Asupan makan dapat mempengaruhi status kesehatan dan gizi individu. Status gizi yang baik dipengaruhi oleh asupan makan utama dan selingan yang mencukupi. Adanya perubahan konsumsi makan pada masyarakat modern saat ini mempengaruhi asupan makan terutama pada usia remaja dan dewasa yang selalu mengikuti tren. Konsumsi makanan selingan yang berlebihan dan menghilangkan makan utama, dapat berkontribusi terhadap status gizi. Frekuensi dan pemilihan makanan selingan mempengaruhi jumlah asupan energi yang mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi makanan selingan baik frekuensi dan pemilihan makanan selingan serta status gizi mahasiswa Fakultas Kesehatan Univeristas Ngudi Waluyo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional dengan pemilihan subjek penelitian ditentukan secara purposive. Teknik pengambilan subjek dilakukan dengan simple-random-sampling dan diperoleh subjek sebanyak 68 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi makanan selingan pada subjek dalam penelitian ini yaitu sebanyak 52%  frekuensi konsumsi tidak lebih dari dua kali per hari, dengan pemilihan jenis olahan makanan berupa makanan yang diproses secara sederhana yang umumnya memiliki kandungan lemak lebih tinggi dengan kandungan protein lebih rendah. Mayoritas subjek memiliki status gizi normal. Pola konsumsi makanan selingan subjek dalam penelitian ini adalah frekuensi konsumsi tidak lebih dari dua kali per hari, dengan pemilihan jenis olahan makanan berupa makanan yang diproses secara sederhana. Mayoritas status gizi subjek termasuk normal yang menunjukkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo memiliki pengetahuan gizi yang memadai dan menerapkannya dalam keseharian.

References

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia BKPK. Survei Kesehatan Indonesia. Vol. 01. 2023.

Purba A, Siregar RN, Simanjuntak N, Simbolon H. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BADUTA (6-24 BULAN) DI PUSKESMAS BUHIT SAMOSIR. 2023;9(1):266–73.

Mahan LK, Raymond JL. Krause’s Food and The Nutrition Care Process. Fourteenth. Missouri: Elsevier; 2017.

Emilia E, Juliarti J, Akmal N. Analisis Konsumsi Makanan Jajanan Terhadap Pemenuhan Gizi Remaja. J Gizi dan Kuliner (Journal Nutr Culinary). 2021;1(1):23.

Tarawan VM, Lesmana R, Gunawan H, Gunadi JW. Hubungan antara Pola Konsumsi dan Tingkat Pengetahuan Mengenai Gizi Seimbang pada Warga Desa Cimenyan. J Pengabdi Kpd Masy [Internet]. 2020;4(2):57–9. Available from: https://www.researchgate.net/publication/314462974_Gaya_Hidup_dan_Kebiasaan_Makan_Mahasiswa

Dwijayanti I, Chao JCJ. Hubungan Pola Konsumsi Camilan Dan Status Gizi Pada Remaja Di Kota Malang, Indonesia. Med Technol Public Heal J . 2022;5(2):231–8.

Istanti N, Ernawati Y, Antara AN. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko obesitas pada remaja di Panti Asuhan Darun Najah Sleman Yogyakarta. 2024;12(2):206–17.

Djide NAN, Pebriani R. Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Praktik Pemilihan Makanan Mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar Relationship of Nutrition Knowledge to Food Selection Practices of STIKES Nani Hasanuddin Makassar Students. J Ilm Kesehat Masy. 2023;15(1):18–22.

Nuriannisa F, Dwijayanti I, Viantry P, Sunaryo M, Raharjeng SH, Setiarsih D, et al. Peningkatan Pengetahuan mengenai Masalah Gizi pada Mahasiswa Indonesia dan Malaysia. I-Com Indones Community J. 2024;4(3):1993–9.

Wahyudi, Nurfadilah A, Fransisca C, Fahrezi K, Zulkadri MF, Manik J. Pola Konsumsi Snack dan Minuman Kemasan pada Mahasiswa Kesehatan dan Non-Kesehatan : Studi Kasus UIN Sumatera Utara. J Syifa Sci Clin Res [Internet]. 2024;6(3):263–73. Available from: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jsscr/article/view/28867/9685.

Bintanah S, Kusuma HS, Ulvie YNS, Mulyati T. Perhitungan kebutuhan gizi individu. Ketiga. Mulyati T, editor. Semarang: NextBook; 2018. 1–10 p.

Ramadhina SF, Tanziha I. Peran Snacking , Aktivitas Fisik , dan Asupan Zat Gizi terhadap Risiko Kejadian Obesitas Siswa di SDN Pondokcina 1 Depok. J Gizi Diet [Internet]. 2024;3(4):268–77. Available from: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizidietetik/article/view/58056/29824

Muhimah H, Farapti. Ketersediaan dan Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan dengan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar. Media Gizi Kesmas. 2023;12(1):575–82.

Angesti AN, Manikam RM. Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Mahasiswa Tingkat Akhir S1 Fakultas Kesehatan Universitas MH. Thamrin. J Ilm Kesehat [Internet]. 2020;12(1):1–15. Available from: https://journal.thamrin.ac.id/index.php/jikmht/issue/view/13/pdf_1

Sundari D, Almasyhuri, Lamid A. PENGARUH PROSES PEMASAKAN TERHADAP PROTEIN. Media Litbangkes. 2015;25(4):235–42.

Setyaningsih A, Mulyasari I, Afiatna P, Putri HR. Hubungan Konsumsi Makanan Olahan Ultra Proses dengan Kualitas Diet dan Status Gizi Lebih pada Usia Dewasa Muda. Amerta Nutr. 2024;8(1):124–9.

Downloads

Published

2025-01-30