PELATIHAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA JEPANG-INDONESIA UNTUK SANTRI DI SEMARANG MELALUI KESADARAN LINGKUNGAN DAN KEBERSIHAN
DOI:
https://doi.org/10.35473/jbh.v5i1.4060Abstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini didasarkan pada urgensi peningkatan kemampuan komunikasi lintas budaya, kesadaran lingkungan, serta kebersihan bagi para santri di lingkungan pesantren. Sudah saatnya, santri sebagai salah satu penerus bangsa, sekarang tidak hanya memegang teguh dalil “kebersihan adalah sebagian dari iman”, namun juga bagiamana hal tersebut benar-benar dapat diimplementasikan dengan baik. Oleh karena itu, tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi santri dalam konteks budaya Jepang dan Indonesia, membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, dan mendorong penerapan nilai-nilai positif di pesantren. Jepang dipilih sebagai objek budaya karena negara tersebut dikenal memiliki kesadaran lingkungan yang cukup mapan. Program ini telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Madinah Munawwarah, Banyumanik, Semarang dan telah menghadirkan native speaker dari Jepang melalui beberapa metode pelatihan, yaitu sesi komunikasi antar budaya yang memadukan pembelajaran budaya Jepang-Indonesia, diskusi kelompok tentang isu lingkungan, dan simulasi untuk menjaga kebersihan seperti pengelolaan sampah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi lintas budaya para santri telah mengalami peningkatan, serta adanya implementasi kesadaran lingkungan dan kebersihan secara langsung. Selain itu, luaran kegiatan berupa modul poster edukasi berkelanjutan di lingkungan pesantren terkait kesadaran lingkungan dan kebersihan juga telah diciptakan. Artikel ini membahas proses pelaksanaan, hasil, serta dampak pelatihan terhadap peserta.
References
An-Nur. (2022). Pengertian Pesantren, Bentuk, dan Dinamikanya. Dari laman: https://an-nur.ac.id/pengertian-pesantren-bentuk-dan-dinamikanya/
Aririguzoh, S. (2022). Communication competencies, culture and SDGs: effective processes to cross-cultural communication. Humanities and Social Sciences Communications, 9 (96). Doi: https://doi.org/10.1057/s41599-022-01109-4
Badri & Azizi. (2024). Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Kreatif. Al Idaroh Journal, Vol. 8 (2). Doi: https://doi.org/10.54437/alidaroh.v8i2.1792
Kónya dkk. (2019). Environmental education in a changing world. Springer.
Pasiska dkk. (2023). Interdisipliner Pendidikan Islam Dan Realitas Keilmuan Indonesia. El Ghiroh Journal, Vol. 21 (1). Doi: https://doi.org/10.37092/el-ghiroh.v21i1.499
Universitas Diponegoro. (2022). Annual Report: Achievements in Community Engagement and Research.
Watanabe, M. (2020). Project Ibunka – a web-based virtual exchange project. In E. Hagley & Y. Wang (Eds), Virtual exchange in the Asia-Pacific: research and practice (pp. 201-230). Research-publishing.net. https://doi.org/10.14705/rpnet.2020.47.1153
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright notice:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)
