Pengembangan Kurikulum Merdeka terhadap Perubahan dan Kebutuhan DUDIKA
DOI:
https://doi.org/10.35473/janacitta.v8i2.4000Keywords:
Curriculum Development, Merdeka Curriculum, Industry Collaboration, Teaching FactoryAbstract
Abstract
Curriculum development is a key element in improving education quality, especially in vocational schools like SMK Negeri 1 Wirosari. This study aims to analyze the implementation, evaluation, and development strategies of curriculum relevant to the needs of the workforce and students’ characteristics within the Merdeka Curriculum framework. A descriptive-qualitative literature review approach was used to examine curriculum development models such as Tyler, Taba, and Wheeler, alongside theories from Bloom and Freire. The findings reveal that the Merdeka Curriculum offers flexibility for teachers to design project-based and contextual learning. Best practices include teaching factory programs like Wira Bakery in the APHP department and strategic collaboration between the Automotive Engineering department and Yamaha Harpindo Wirosari. Furthermore, active teacher involvement in module development and authentic assessments strengthens curriculum relevance. However, infrastructure limitations, teacher readiness, and uneven implementation across departments remain significant challenges. Therefore, adaptive, collaborative, and continuously evaluated curriculum management is essential to realize vocational education that responds effectively to changing demands and the needs of the business and industrial sectors.
Abstrak
Pengembangan kurikulum merupakan elemen kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama di satuan pendidikan kejuruan seperti SMK Negeri 1 Wirosari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, evaluasi, dan strategi pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan karakteristik peserta didik dalam bingkai Kurikulum Merdeka. Pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi pustaka digunakan untuk mengkaji model pengembangan kurikulum seperti Tyler, Taba, dan Wheeler, serta gagasan dari Bloom dan Freire. Hasil studi menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada guru dalam menyusun pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual. Praktik baik ditunjukkan melalui program teaching factory seperti Wira Bakery di jurusan APHP dan kerja sama jurusan Teknik Otomotif dengan Yamaha Harpindo Wirosari. Selain itu, pelibatan guru dalam pengembangan modul dan asesment autentik memperkuat relevansi kurikulum. Namun, keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, dan kesenjangan implementasi antar jurusan menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen pengembangan kurikulum yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis evaluasi berkelanjutan untuk mewujudkan pendidikan vokasional yang responsif terhadap perubahan dan kebutuhan DUDIKA.
References
Aditiya, N., & Fatonah, S. (2023). Upaya Mengembangkan Kompetensi Guru Penggerak Di Sekolah Dasar pada Kurikulum Merdeka. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(2), 108–116.
Bahri, S. (2022). Pemulihan Pembelajaran di Sekolah melalui Kurikulum Prototipe. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(3), 204–215.
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. New York: David McKay Company, Inc.
Cantika, V. M. (2022). Prosedur Pengembangan Kurikulum (Kajian Literatur Manajemen Inovasi Kurikulum). Inovasi Kurikulum, 19(2), 171–184.
Ferry Andika Eminarni, Inayah Inayah, Hikmah Maulidah, & Ngurah Ayu Nyoman Murniati. (2025). Perencanaan Berbasis Data sebagai Strategi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan pada Satuan Pendidikan. JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education, 8(1), 224–231.
Eminarni, F. A., Lestari, W., Prasetyaningrum, E., & Nurkolis. (2023). Implementasi Fungsi Manajemen Keuangan Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education, 8(1), 1-11.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. New York, NY: Continuum.
Harisatunisa, & Muslimah, E. (2024). School Branding Management: Pengelolaan Merek melalui Kurikulum Berbasis Budaya Lokal Batik. J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam), 9(1), 1–13.
Kailani, R. (2021). Model Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Inovasi Kurikulum, 18(2), 178–195.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kisbiyanto. (2016). Manajemen Pengembangan Kurikulum Sistem KKNI di PGMI. QUALITY: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 387–414.
Nurwanto, & Habiby, W. N. (2020). Penyemaian Sikap Hidup Damai di Sekolah: Tinjauan Pendidikan Perdamaian dan Multi-Dimensi Kurikulum. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 1–11.
Nurkholis, & Santosa, A. B. (2022). Manajemen Pengembangan Kurikulum Berbasis Pesantren. J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam), 7(2), 113–130.
Rukmi, A. S., Istiq’faroh, N., Zuhdi, U., & Damayanti, M. I. (2023). Inovasi Pembelajaran Menyimak dengan Buku Dongeng Digital untuk Mengoptimal Neurolinguistik Siswa di Sekolah Dasar. JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education, 8(1), 12-21.
Salmitri, A. N., Arifin, Z., & Herlistiana, G. (2021). Pengembangan Instrumen Analisis Kebutuhan Kurikulum Diklat Guru SLB Tunagrahita pada Materi Pembelajaran Housekeeping. Inovasi Kurikulum, 18(2), 253–264.
Taba, H. (1962). Curriculum Development: Theory and practice. New York: Harcourt, Brace & World.
Tyler, R. W. (1949). Basic Principles of Curriculum and Instruction. Chicago: University of Chicago Press.
Wardani, N. W., Maisyaroh, & Imron, A. (2016). Perencanaan Pengembangan Kurikulum pada Kulliyatul Mu’allimien Al-Islamiyah. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(5), 910–916.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright notice:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (The Effect of Open Access)
