Pemahaman dan implementasi norma siswa Kelas V sekolah dasar pada Pendidikan Pancasila: Studi kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.35473/janacitta.v9i2.5428Keywords:
Understanding, Implementation of Norms, Pancasila Education, Qualitative StudyAbstract
This study aims to analyze the conceptual understanding of fifth-grade elementary school students regarding social norms and to describe how that understanding is translated into their daily behavior within the Pendidikan Pancasila subject under the Merdeka Curriculum, as well as to identify the factors that support and hinder its implementation. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis involving fifth-grade students, the Pendidikan Pancasila/homeroom teacher, and parent representatives. Data validity was established through source and technique triangulation, and data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldãna, comprising data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. Students generally understand religious and courtesy norms in concrete, practice-based terms, whereas their grasp of moral (kesusilaan) and legal (hukum) norms remains more abstract. Implementation is most consistent in habitual school routines such as the 5S culture (smile, greet, be polite), religious activities, and rule compliance, but becomes less consistent at home and in unsupervised situations, particularly regarding honesty. Teacher and parental role modelling emerged as the main supporting factor, while unsupervised gadget and social media use together with peer pressure were identified as the main inhibiting factors.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konseptual siswa kelas V sekolah dasar terhadap norma serta mendeskripsikan bentuk implementasinya dalam kehidupan sehari-hari pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terhadap siswa kelas V, guru Pendidikan Pancasila/wali kelas, dan perwakilan orang tua/wali murid. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan simpulan/verifikasi. Siswa pada umumnya memahami norma agama dan norma kesopanan secara konkret dan berbasis praktik, sedangkan pemahaman terhadap norma kesusilaan dan norma hukum masih bersifat abstrak. Implementasi norma paling konsisten tampak pada pembiasaan rutin di sekolah, seperti budaya 5S, kegiatan keagamaan, dan kepatuhan terhadap tata tertib, namun konsistensi ini menurun ketika siswa berada di rumah atau tidak dalam pengawasan, terutama pada aspek kejujuran. Keteladanan guru dan orang tua menjadi faktor pendukung utama, sedangkan penggunaan gawai dan media sosial tanpa pengawasan serta tekanan teman sebaya menjadi faktor penghambat utama.
References
Hada, G. S., & Erna, E. Z. (2024). Analisis penerapan budaya sekolah 5S (senyum, salam sapa, sopan, santun) dalam membangun karakter di sekolah dasar. JANACITTA, 7(1), 63–71. https://doi.org/10.35473/jnctt.v7i1.3055
Hasanah, E. (2019). Perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori Kohlberg. JIPSINDO, 6(2), 131–145. https://doi.org/10.21831/jipsindo.v6i2.28400
Himayanti, A. M., Prayito, M., Sulianto, J., & Wikyuni, S. (2023). Analisis video pembelajaran simbol Pancasila melalui aplikasi Canva kelas 1 SDN Plamongansari 02. JANACITTA, 6(1), 57–64. https://doi.org/10.35473/jnctt.v6i1.2265
Kusumaningrum, R. A. (2020). Pentingnya mempertahankan nilai budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) dalam pendidikan sekolah dasar. Edusaintek: Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 7(1), 20–28. https://doi.org/10.47668/edusaintek.v7i1.47
Lubis, N., Lubis, R. A., & Soraya, A. (2023). Penguatan norma terhadap perilaku peserta didik melalui profil Pancasila di kelas V SDN 098 Pidoli Mandailing Natal. Tematik: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 1(1), 20–29.
Maghribi, L. R., Mutakin, D., & Novita, P. (2026). Persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan fitur AI dalam pengembangan literasi PKn dan IPS di sekolah dasar. JANACITTA, 9(1), 108–117. https://doi.org/10.35473/janacitta.v9i1.4996
Maghribi, L. R., & Sofiasyari, I. (2025). Analisis kesulitan menulis tegak bersambung kelas V. JANACITTA, 8(2), 296–306. https://doi.org/10.35473/janacitta.v8i2.3978
Maghribi, L. R., Su'ad, & Rondli, W. S. (2026). Differences in the influence of teams games tournament and contextual teaching and learning models on learning outcomes of Pancasila education subjects in grade V elementary schools in Trangkil Pati. ICCCM Journal of Social Sciences and Humanities, 5(4), 25–29. https://doi.org/10.53797/icccmjssh.v5i4.5.2026
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldãna, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Rev. ed.). PT Remaja Rosdakarya.
Pratiwi, D. A. S., Solihah, A. M., & Maghribi, L. R. (2026). Internalisasi dimensi civic values dalam literasi numerasi melalui pemanfaatan AI. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1), 6107–6113. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i1.37138
Rahayu, K. P., Maghribi, L. R., & Pratiwi, D. A. S. (2025). Peningkatan literasi matematika dan sains di sekolah dasar dengan menggunakan fitur AI. JANACITTA, 8(2), 23–31.
Rukmi, A. S., Istiq’faroh, N., Zuhdi, U., & Damayanti, M. I. (2025). Inovasi pembelajaran menyimak dengan buku dongeng digital untuk mengoptimal neurolinguistik siswa di sekolah dasar. JANACITTA, 8(1), 12–21. https://doi.org/10.35473/janacitta.v8i1.3833
Sahrul, Suaeb, Anhar, & Samsudin. (2023). Evaluasi implementasi kedisiplinan dan tatatertib siswa MI Nurul Khalifah Bima Sape. JANACITTA, 6(1), 19–27. https://doi.org/10.35473/jnctt.v6i1.2004
Shakina, S., Nashrullah, N., Lapasere, S., Firmansyah, A., & A.R, M. (2025). Penerapan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 8(1), 160–173. https://doi.org/10.54069/attadrib.v8i1.876
Sofiasyari, I., & Maghribi, L. R. (2025). The necessity analysis of Majalengka wisdom-based teaching materials to enhance students’ critical thinking skills. Jurnal Cakrawala Pendas, 11(4), 892–901. https://doi.org/10.31949/jcp.v11i4.15450
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sunaryati, T., Sudharsono, M., & Alpian, Y. (2023). Pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah dasar. JANACITTA, 6(2), 85–93. https://doi.org/10.35473/jnctt.v6i2.2575
Syifa, L., Setianingsih, E. S., & Sulianto, J. (2019). Dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan psikologi pada anak sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(4), 527–533. https://doi.org/10.23887/jisd.v3i4.22310
Ummah, S. Z., Zumrotun, E., & Muhaimin, M. (2025). Dampak psikologis bullying terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa di SDN 1 Mindahan. JANACITTA, 8(1), 146–155.
https://doi.org/10.35473/janacitta.v8i1.3788
Wasino, Maghribi, L. R., Sumali, A., Kurnia, B., & Fadhli, S. (2026). Pendidikan sekolah di era perubahan: Problematika, tantangan, dan harapan. Filomedia Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright notice:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (The Effect of Open Access)
